Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Kemesraan Sepihak


__ADS_3

Tiba tiba Andre mendekat dan langsung memeluknya dari belakang! Sarah pun sontak dikejutkan dengan sekuntum bunga mawar merah di depannya.


“Ahh!!” sarah menjatuhkan sendok ke dalam washtafel


“aku pulang!” ucap Andre dengan nafas yang terasa hangat di telinga Sarah.


“Dre?” Sarah ingin melepaskan tangan Andre karena merasa janggal dengan kejadian itu, tapi...


“Ada Pak Budi!” bisik Andre


Sarah pun batal melepaskan pelukan Andre! Dia hanya diam saat Andre mempererat pelukannya dan nafas itu terasa begitu hanya membelai ceruk lehernya.


“Baru pulang sayang!” ucapnya mesra mendengar suara langkah memasuki ruang tengah.


Terdengar suara Pak Budi masuk dan meletakkan koper di ruang tengah. Sarah tidak berani melihat ke belakang. Ia hanya diam meski pelukan Andre semakin erat dan erat


Melihat majikannya yang lagi memeluk istrinya, Pak Budi pun pergi tanpa sepatah kata. Sarah mendengar Pak Budi yang sudah melangkah pergi. Ia pun ingin melepas pelukan tangan Andre yang melingkar di perutnya.


“Sebentar Sar, sebentar saja!” berbisik kembali memeluk erat Sarah


“Kamu kenapa?” ucapnya merasa ada yang berbeda dengan Andre, hembusan nafas Andre terdengar menghempas melepaskan sebuah beban.


“Aku lelah..” ucapannya mengatakan kelelahannya menahan kerinduan pada sang istri bukan lelah perjalanan jauh yang ia tempuh.


“Dre?” akhirnya Sarah mampu melerai pelukan Andre


Ia pun berbalik dan menatap Andre. Wajah Andre terlihat kusut, lelah terlihat di matanya, namun tatapan itu seakan terlihat begitu berbeda. Tatapan itu begitu hangat, tatapan yang seakan masuk ke dalam matanya.


Deg! jantung itu menerima tatapan itu, namun Sarah mengerti, tatapan itu bukan untuknya, mungkin Andre masih merasakan bagaimana indahnya hari bersama sang kekasih.


Sarah menganggap Andre dibuat lelah selama beberapa hari bersama Susan. Dia tersenyum melihat lelah yang berbeda dari Andre. Ada binar cinta di matanya yang terlihat sangat jelas dan mampu ia baca.


“Aku lapar!” ucap Andre tiba tiba tak mampu lagi menatap manik mata indah itu.


“Aku panasin dulu!” ucapnya melangkah menuju kulkas


Sedang Andre masih terpaku berdiri dan hanya menatap Sarah yang mulai sibuk untuknya. Ia menghela nafas, tapi bukan lelah, tapi akhirnya ia merasa nyaman.


Akhir pekan itu mereka habiskan hanya di rumah. Sarah memahami kondisi Andre yang masih jetlag kembali dari Paris. Ia jogging sendiri pagi itu. Danu pun menyapanya dan menanyakan kemana Andre hingga ia jogging sendiri. Sarah mengatakan bahwa suaminya masih jetlag dari perjalanan bisnis.


Sarah kembali dengan keringat basah. Pagi yang cerah membuat keringatnya menjadi 2x lipat. Andre baru saja bangun melihat Sarah sudah kembali jogging.


“Aku hari ini mau main ke tempat tante..” ucapnya sambil mengambil air minum dari kulkas


Andre melongo melihat Sarah mengatakan itu. Sarah pun menatapnya sambil menikmati minuman yang ia tenggak.


“Jelaskan ekspresi kamu!” ucap Sarah melihat Andre dan menurunkan botol minumnya


“Aku baru datang tadi malam, siang ini kamu ninggalin aku di rumah?” tanya Andre


“Terus apa hubungannya?” Sarah tidak mengerti dan kembali minum membuat jakun Andre turun naik melihat leher jenjangnya saat air itu telah habis masuk kedalam tenggorokan Sarah.


“apa gak salah? Aneh kan?” lanjut Andre


“Gak ada yang aneh! Gak berkaitan sama sekali” jelas Sarah mengelap keringatnya berjalan ke ruang tengah

__ADS_1


Andre mendekatinya.


“Gak ketemu suami lima hari, terus pas pulang istrinya malah pergi ke tempat tantenya”  Andre menjelaskan dengan logat seperti membaca novel


Sarah tertawa melihat kelakuan Andre. Ia mengerti sekarang maksudnya. Andre tersenyum melihat Sarah yang tertawa lepas di depannya.


Tiba tiba dering ponsel Sarah memekik telinga. Ternyata panggilan video dari mertuanya.


Sarah mengangkatnya


“Halo mah” sapanya riang dan masih setengah tertawa


“Gimana kabar kamu?” mertuanya terlihat sedang duduk mesra bersama


“Baik mah!”


“mamah ma papah gimana?” tanyanya balik


“Baik! Mamah mau nanya kapan foto itu beneran?” tanya mertuanya


Sarah berubah ekpresinya mendengar foto. Ia kembali mengelap keringatnya yang mengucur di wajahnya


“Foto?” Sarah melirik ke Andre yang berada di belakang ponselnya


“Iya, mamah seneng banget liatnya.. kayanya kalian dah cocok tuh!” mengikik kecil


Andre pun duduk di belakang Sarah sambil memeluknya.


“Nanti mah.. ini lagi proses! Tapi mamah malah gangguin” Andre tersenyum mencium pipi kanan Sarah dan menyeka keringat di sisi pelipis Sarah


Sarah memukul kecil Andre agar tidak melakukan itu.


Sarah tersipu malu karena dianggap sedang melakukan sesuatu dengan Andre, ditambah Andre yang baru bangun dengan rambut yang masih acak acakan dan mengenakan pakaian tidur, situasi mereka terlihat begitu pas dengan pikiran kotor sang mertua, 'mereka baru selesai melakukan aktifitas panas di pagi hari' seolah kesimpulan itu sangat tepat.


Sarah masih bingung dengan pembicaraan dua orang itu mengenai foto.


“Udah ya mah... mau lanjut ini!” Ucap Andre memberi kode


“Dah Sarah... semangat ya!” tertawa bersama sang suami dan menutup panggilan


Sarah masih bingung dan pindah dari pelukan Andre.


“Foto apaan sih?” dia menanyakan ke Andre karena rasa penasaran


“Ada deh!” ia beranjak kembali ke kamarnya


“Foto apaan?” Sarah mengikuti Andre


Andre mengambil ponsel dan menunjukan ke Sarah foto mereka bertiga putra Danu. Ia menganga melihat foto itu dan memahami maksud percakapan mereka tadi.


“Kok mamah bisa tau foto ini?”


“Aku yang kirim” liriknya mengambil handuk


“Ndre.. kamu seharusnya jangan gitu. Mamah jadi mengharap lebih dari hubungan kita, sedangkan kita tahu hubungan kita akan seperti apa..!” ucapnya terus mengikuti Andre

__ADS_1


“Mau ikut mandi?” tanya Andre karena dia sudah di depan pintu kamar mandi


Sarah cemberut dan Andre mengucek rambut ubun ubunnya.




Andre menghubungi assistennya untuk membuat kartu kredit atas nama Sarah dengan pembayaran otomatis dari rekeningnya.


Sarah asyik menonton drama kesukaannya tiap minggu. Pas lagi tegang tegangnya Andre duduk di sampingnya membawa minuman soda dingin. Karena cuaca minggu siang itu sangat panas.


Sarah mengambil dan meletakkan di meja. Matanya masih fokus ke drama di tv. Andre menyandarkan diri di sofa dan menatap Sarah yang duduk tegang memeluk bantal sofa.


Lama Andre menatap Sarah sambil menikmati minuman. Sarah tak menyadari jika wajahnya sedang dinikmati oleh


netra Andre. Sesekali Andre tersenyum, tatapan itu lekat, tak beralih sedikit pun. Andre sangat menikmati pemandangan di depannya, Sarah yang sangat fokus hingga membuat ekspresinya terus berganti ganti membuat hati Andre berkali kali mendesir saat melihat senyum itu begitu manis baginya.


Dia istriku, dia milikku! Benaknya berucap saat jantungnya kini terasa berbeda saat menatap sosok itu


“Dia putra kamu!” dialog di drama memecah ketegangan


“Tu kan bener!” ucap Sarah saking antusiasnya


Andre tersenyum melihat Sarah yang sangat antusias dengan dramanya. Ia bahkan tidak menyadari Andre yang berada di samping terus menatapnya.


Sarah mengambil minumnya sedang matanya tetap menatap layar tv. Andre mengambil dan membuka untuk Sarah, terus mengambil tangan Sarah untuk memegangnya lagi. Sarah pun minum dan masih tegang dengan cerita drama yang membuka semua rahasia dicerita itu.


*


*


Dalam beberapa hari ini Andre lebih perhatian pada Sarah. Meski kesibukan di kantor semakin menggila, dia tetap berusaha memperhatikan Sarah agar Sarah bisa merasakan kasih sayangnya.


Keinginan Andre untuk serius menjalani hubungan mereka tidak main main. Ia bahkan sering meminta Pak Budi hanya mengantar bunga untuk Sarah di rumah.


Sarah mengirim pesan dan menanyakan maksud bunga itu. Andre berdalih ia mendapat ucapan dari staff lain. Dia mengatakan juga bunga itu biar ia terlihat romantis.


‘disini gak ada siapa siapa, ngapain kirim ini’ tulis Sarah


‘kamu foto bunga sama kamu, kirim ke mamah, pamerin kemesraan kita!’ seakan menggunakan ibunya sebagai alasan


‘oke!’ Sarah mengerti maksud Andre, ia hanya menganggap semua perubahan sikap Andre hanya dikarenakan untuk menunjukkan hubungan palsu mereka terkesan nyata.


Malam itu Andre sedang mengerjakan program untuk di kirim ke cabang cabang lain. Sarah masih asyik menonton dramanya. Seperti biasa dia fokus seakan tidak ada lagi orang lain di sana.


Andre mengambil kopinya sendiri. ia tidak ingin mengganggu istrinya yang masih menikmati tontonan favoritnya.


Ia bahkan membuat teh untuk Sarah. Karena saat malam, Sarah tidak suka meminum kopi.


“jangan terlalu tegang” ucapnya meletakkan teh di depan Sarah dan kembali ke kamarnya.


Andre kembali memandang istrinya sejenak dari dalam kamarnya dengan pintu terbuka. Suara drama masih terdengar serius. Sarah menyeruput teh buatan Andre dan menoleh padanya, bergegas Andre mengalihkan pandangnya pada layar laptop di depannya.


Sejak Andre memutuskan untuk bersama Sarah, Pintu kamarnya seakan tidak pernah tertutup lagi. Karena dia senang melihat Sarah yang kadang kaget dengan kejadian kejadian drama yang ia tonton.

__ADS_1


Saat Andre fokus mengetik. Tiba tiba pesan pemberitahuan email masuk di samping kiri layar monitor laptopnya. Tertulis atas nama Daren. Andre mengerutkan kening mengingat kembali nama rekan kerjanya. Namun ternyata email itu ...


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2