Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Gugatan Cerai


__ADS_3

“belum pisah aja aku udah kangen ma kamu” ucap Andre memejamkan mata memeluk Sarah.


Benarkah? Benarkan ini Ndre? Benak Sarah tersenyum, entah mengapa hatinya senang mendengar ucapan Andre.


"aku sangat mencintai kamu, aku tak ingin kamu pergi, tapi kamu..." ucapan itu tak bisa Andre teruskan. Ia sangat sedih


"mencintaiku?" gumam Sarah lirih meyakinkan pendengarannya.


"hem! Sangat sayang! Sangat!" ucap Andre mengangguk.


Sarah membenamkan wajahnya di dada Andre. Ya! Desiran kehangatan dan kebahagiaan itu mulai mengalir dalam darahnya. menghirup aroma yang kini sangat ia gilai. memejamkan mata meresapi keindahan itu sejenak.


Sarah melepas pelukannya dengan tersenyum, namun senyumnya seketika pudar saat melihat seseorang yang berdiri menunggunya.


Ternyata Andre hanya bersandiwara! Benak Sarah menghilangkan semua kehangatan dalam hatinya menatap pramugari yang tersenyum ke arah mereka.




Pak Budi menyambut Sarah di bandara dengan senyum.  Andre juga meminta Pak Budi mengantar jemput Sarah bekerja setiap hari. Tapi Sarah menolak dan bersikeras ingin tinggal di kost dekat tempat kerjanya dengan alasan lelah di perjalanan.


Sebagai komisaris utama yang baru, Andre disibukan oleh banyak hal. Tapi disela kesibukannya ia selalu mengirim pesan ke Sarah.


Mengingatkan ia untuk makan teratur, mengingatkan meminum obat, sekedar bertanya 'ngapain?' Atau hanya mengatakan apa yang ia lakukan, tapi Sarah hanya menjawab seadanya, ya, gak atau hanya dengan icon emotional.


Ketika Andre menghubungi Sarah via telpon ia selalu mengatakan sedang meeting, sibuk dan sedang bersama atasannya.


Bahkan ketika malam ia meminta Sarah melakukan video call, Sarah selalu tidak menjawab panggilannya dan seakan sudah tidur. Andre seolah tidak mempunyai kesempatan untuk bicara dengannya lagi.


"Apa kamu menolak penungkapan ku sar? setiap aku mengatakan perasaan ku, kamu selalu menghindar setelahnya" gumam Andre menatap ponselnya yang terus menghubungi sang istri namun tak dijawab pada suatu malam.


Satu minggu itu seperti siksaan yang luar biasa untuk Andre. Namun ia masih berusaha fokus dengan kerjaan barunya.


Andre hanya bisa menanyakan pada Pak Budi dimana Sarah akhir pekan itu dan Pak Budi mengatakan Sarah


tidak kembali ke rumah mereka.


Sarah mematikan ponselnya untuk Sabtu dan Minggu itu. Ia begitu marah pada dirinya sendiri yang kembali bersedih dan tak bisa melawannya.


Sarah menghempas tubuhnya pelan. Lelah itu terasa luar biasa menyiksanya hari ini. Entah mengapa, tubuhnya tak bisa diajak untuk kompromi.


Sebuah pesan masuk pada ponselnya, dari seorang wanita ular yang mengirim sebuah pesan suara yang


diteruskan pada Sarah


Sebuah pesan suara masuk dari nomor yang tak ia simpan selama ini. Nomor seorang yang terus meracuni pikirannya.


“Kamu dimana? Aku udah nunggu kamu di unit” suara itu terdengar jelas, suara yang sebenarnya sangat Sarah rindukan. tapi suara itu justru kini menusuk kedalam hatinya dan terasa mematikan.


‘aku bersama Andre di apartemenya’ pesan Susan tertulis mengiringi pesan tersebut


‘sudah ku bilang! Andre akan kembali padaku, kamu hanya persinggahan sementaranya’


Sarah sadar, memang dia adalah persinggahan Andre sementara menunggu Susan, tapi kenapa hatinya sangat sakit menerima pesan itu.


“Sarah! bukannya kamu sudah tahu! Kenapa kamu menangisinya?” gumamnya di tengah tangisnya sendiri. akhirnya Sarah mematikan ponselnya dan terus menangis. Hatinya terlalu sakit.


“kenapa sekarang aku sering menangis, dulu seberat apapun hidupku, aku tak pernah menangis” ucapnya lagi menyadari dirinya.

__ADS_1


Sarah kembali memikirkan bagaimana ia lari dari Andre untuk menyembunyikan kehamilannya, kontrak pernikahan mereka yang hanya tinggal dua bulan harus ia akhiri dengan lebih cepat.


Sarah tak punya tempat mengadu untuk masalahnya. Satu satunya orang yang tulus padanya hanya Daren sang sahabat, tapi  ia tak mungkin untuk meminta pertolongan pada lelaki tersebut.


Minggu kedua Andre kembali disibukan berbagai hal. Tapi ia lebih sibuk pada project pribadinya. Ia harus membagi waktu bekerja sebagai komisaris utama, dan pembelian saham di salah satu perusahaan kecil di salah satu propinsi.


Hingga dalam seminggu proses pembelian saham selesai tanpa kendala dan berita. Andre tersenyum, peralihan Saham itu selesai dan semua saham telah menjadi milik Sarah.


Tapi, apa kabar wanita itu? istrinya yang kini tak bisa ia hubungi lagi.


Kriiinggg.. krriiiiing


Suara telpon di meja Sarah berdering


“selamat siang! dengan PT XXXX ada yang bisa saya bantu?” ucapnya lembut


“kenapa kamu sekarang menghindariku?” tanya Andre langsung


Deg!


Seketika Sarah memucat, kakinya terasa lemas menyadari telpon tersebut.


“Sayang! Kenapa kamu sekarang memblock semua panggilan dari ku?” tanya Andre lagi


Nut! Telpon di tutup.


Andre menghela nafasnya. Apa salahnya hingga sang istri kini justru tak ingin lagi berhubungan dengannya.


Kini memasuki minggu ke tiga Andre berada di ibu kota. Ia semakin tidak betah karena kini Sarah semakin tidak mempedulikannya.


Hari ini merupakan hari ulang tahun Andre, Tapi Sarah, Jangankan memberikan ucapan dan doa, Dihubungi saja dia tak bisa.


Hingga suara ponselnya berdering keras, Andre pun bergegas melihat ponselnya yang dia letakkan di meja kerja, raut wajahnya kembali tak ceria, ia justru mendapat telpon dari nomor yang tak dikenal.


“halo!” jawab Andre malas


Namun raut wajahnya seketika pias, detak jantungnya berdetak kencang, matanya seketika memerah, aliran darah kembali memanas, dan nafas itu seolah memendek, bukan bahkan nafas itu justru berhenti!


Suara seorang lelaki yang mengatakan jika ia kurir dari pengadilan agama yang ingin menyerahkan langsung surat undangan sidang gugatan perceraian Sarah padanya.


DUUUAARRRRR!!!!!


Bak disambar petir di siang bolong Andre mendapat telpon itu. ia tidak percaya Sarah memberinya kado ulang tahun yang tak pernah ia duga, ‘Gugatan perceraian’.


Jumat Siang itu pula Andre meminta Pak Budi untuk mengecek surat surat yang masuk di apartemennya. Pak Budi pun seperti diam, melihat kop surat yang yang ia terima.


Disaat bersamaan, Andre menyuruh assistennya untuk menyiapkan jet pribadi milik mereka agar bisa terbang ke provinsi tempat Sarah berada.


Sejak Andre menjabat sebagai komisaris, ia harus menggunakan jet sendiri untuk keperluannya.  Ia pun meminta semua agendanya hari ini dibatalkan.


Langkah Andre tertahan ketika akan keluar dari kantornya. Sang kakek yang mendengar semua jadwal Andre dibatalkan bergegas datang ke kantornya.


“kakek!” Wajah Andre yang panik kini lebih kaget ketika melihat sang kakek.


“mau kemana? Pulang?” tanya sang kakek dingin.


“kek! Andre harus pulang, Sarah melakukan hal gila” ucapnya mengikuti sang kakek yang memasuki ruangan itu dengan membawa amplop besar berwarna coklat.


Sang kakek hanya mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Sarah menggugat cerai Andre” ucapnya terlihat sangat sedih


“apa kesalahan yang kamu perbuat hingga dia berbuat seperti itu?”


“itulah! Andre harus menemuinya, sudah lebih seminggu Sarah memblock semua panggilan Andre, Andre


pikir dia hanya marah”


“makanya sadari dulu diri kamu, kenapa istrimu sampai semarah itu?” tanya sang kakek emosi


“Andre juga gak tau kek!” jawabnya menunduk


“apa karena ini?” Sang kakek melempar amplop di atas meja hingga membuat beberapa foto keluar dari amplop tersebut.


Terlihat foto di malam Andre menarik Susan dari toilet dan membawa ke balkon.


Andre menganga melihatnya dan kembali menatap sang kakek.


“Andre sudah tidak ada hubungan dengan Susan kek” ucapnya


“Lihat lagi foto itu!!!” sang Kakek semakin emosi.


Andre kembali melihat fotonya yang berada di Paris saat ia putus dengan Susan, dan foto saat Susan kembali ke apartemennya.


Semua ada disana.


“kakek sangat marah Ndre!!! Sangat!!!” ucapnya


“jika kakek aja marahnya segini! sekarang kamu pikir kenapa istrimu sampai semarah itu? hah?” Teriak lelaki tua itu sangat marah.


“iya! Andre mengakui semua foto ini, tapi semua ini .. sudah berakhir kek” jelas Andre


“apa istrimu bisa mengerti jika itu semua sudah berakhir sedang kamu menemuinya saat kalian sudah menikah?” tanya Sang kakek lagi


“kakek kecewa Ndre! Kakek pikir kamu sudah terlepas dari ular itu, kakek senang mendengar kamu menikah bukan dengan wanita itu, tapi ternyata kamu menikah hanya ingin menutupi hubungan kamu dengannya!!!” teriak sang kakek lagi


Andre menggelengkan kepala, memang benar jika awal niat pernikahannya adalah untuk Susan, tapi toh! Semua sudah berakhir!


“kakek! Dengarkan penjelasan Andre” pinta Andre kemudian mengambil sebuah foto


“foto ini! saat inilah Andre mengakhiri hubungan Andre dengannya. Dan foto ini, Susan kembali ke sini dan menunggu Andre di apartemen tanpa sepengetahuan Andre. Susan juga datang ke pesta malam itu juga tanpa sepengatahuan Andre” jelasnya


Andre kembali mengambil foto saat di pesta.


“saat ini Andre mengusirnya karena Andre tidak mau Sarah salah paham” ucapnya lagi


“Andre bersumpah kek, Andre sekarang hanya mencintai Sarah, Andre tidak ingin berpisah dengannya” ucapnya


lagi


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Kira kira apa yang akan terjadi ya? 


Andre di copot dari kursi sebagai komisaris utama?


Atau Mereka Akhirnya bercerai tanpa mengetahui Sarah hamil?


Atau Andre mengetahui Sarah hamil namun Sarah telah pergi?

__ADS_1


Ahhh... liat nanti ya? apakah akan sama dengan novel novel yang lain..


__ADS_2