
Tiba tiba ada panggilan masuk pada ponsel Andre. ia pun mengambilnya dari dalam saku jas putih yang ia kenakan. Andre pun berkeringat.
'My love' Tertulis nama tersebut disana.
Andre menatap Sarah yang melihat nama yang jelas tertulis jika panggilan itu dari Susan kekasihnya
“Sar?” ucapnya semakin gugup menatap Sarah dan menunjukkan ponsel
“Angkat aja!” Sarah ikut merasa khawatir. Mereka berdua pun terlihat gugup.
“Jangan jangan dia tau?” Andre menatap panik ke Sarah
“Angkat dulu, aku akan diam!” bujuk Sarah yang ikut merasa gugup.
Andre menyentuh tombol hujau secara perlahan.
“Halo!” jawab Andre gugup masih menatap lekat Sarah
“Sibuk?” tanya Susan
Andre menghela nafasnya kemudian fokus pada suara Susan
“Gak, kenapa sayang?” tanya Andre
“yang! Aku perlu tambahan uang! lusa aku mau ngehadiri fashion show di luar paris. Bisa kamu kirim gak?” tanyanya manja
Andre kembali bernafas lega, tanpa ia sadari, tanganya menggenggam tangan Sarah seolah mengatakan kita aman.
“Oke! Ntar aku kirim” jawabnya
“Love you!” ucap Susan
“Love you too” jawab Andre dan panggilan pun berakhir
Andre bernafas lega. Tapi keringat mengucur di pelipisnya, menggambarkan seberapa tegang ia barusan.
Sarah melihat kelegaan di mata Andre dan tersenyum berusaha menguatkan lelaki tersebut.
“gimana?” tanyanya lagi
“aman” ucap Andre masih menghela nafas mencoba menenangkan kembali dirinya.
“biar Aku ambilin minum” Sarah mengambil minuman yang berada di meja dekat mereka duduk
Andre pun meminum habis minumannya.
“Aku pikir Susan tau, syukurnya gak!” ia menatap lega ke Sarah
“Syukurlah!” ia merasa ikut lega dengan kondisi menegangkan itu.
Tak lama mereka diminta untuk memasuki ruang resepsi
Saat akan memasuki ruangan resepsi, Sarah melihat keringat Andre yang berlebih. Ia pun berhenti sebentar.
“Sebentar” ia meminta Andre berhenti
"keringat kamu!" Sarah mengambil saputangan Andre dan mengelap keringatnya
“Pasti orang orang berpikiran kamu gugup karena pernikahan ini” bisiknya sambil mengelap keringat Andre. hal itu membuat Andre tertawa ditahan, lucu rasanya apa yang mereka lakukan saat ini. seolah seperti anak kecil yang bermain kawin kawinan.
“Itung itung biar terlihat alami” jawabnya santai
__ADS_1
Sarah tersenyum, ia ingin tertawa mendengar itu, tapi ia tahan.
Orang orang yang melihat mereka seakan ikut tersenyum, karena mereka berdua terlihat sangat bahagia di hari pernihakan mereka, karena tak henti hentinya senyum itu tergambar.
Saat pesta pernikahan, Andre memperkenalkan satu per satu anggota keluarganya pada Sarah, sangat disayangkan saat itu sang kakek tidak berada disana karena sedang berada di luar negeri. Jadi ia tidak bisa menjadi saksi pernikahan cucu kesayangannya.
Selamat! selamat! selamat!
Semoga menjadi pasangan yang sakinah ma waddah wa rahmah
Kata itu seakan terdengar begitu panjang dan lama. Ucapan dari ratusan tamu membuat Sarah seakan tak kuat lagi berdiri disana.
Saat sesi ucapan selesai mereka pun duduk bersama.
“kakiku rasanya remuk” bisik Sarah
“ini baru setengah acara lho..” jawab Andre tersenyum
“lain kali pesan sepatu flat, sepuluh jam pun aku sanggup berdiri” ucap Sarah lagi dengan wajah sedikit mengeluh
Andre berusaha menahan tawanya karena ia membayangkan kaki Sarah yang memakai sepatu flat saat gaun itu begitu indah ia kenakan
“kamu tu aneh, ada ada aja .. mana ada pake gaun ini kamu pake sepatu flat” ucapnya terkekeh
“aku lepas ya?” pinta Sarah
“hah? Gila kamu!” jawab Andre merasa aneh
“kan ketutup juga sama gaunnya, gak ada yang liat juga kok sepatu itu” mereka seperti berdebat
“sepatu itu sudah sangat nyaman buat kamu, kamu gak akan mau pake kalau ku bilang harganya” jelas Andre
Andre tersenyum menatapnya
“ya sudah! Lepas aja, nanti sesi foto aja kamu kenakan lagi” Andre menatap ke arah kaki Sarah
“ah.. syukurlah” ucapnya melepaskannya
“udah dilepas?” tanya Andre lagi kembali melihat ke arah kaki Sarah
“heum” senyumnya
“cewek aneh!” goda Andre
“salah.. istri aneh sekarang” ucapnya lagi
“iya ya.. aneh gini istriku sekarang” ucapnya kembali tersenyum
“imitasi tapinya” bisik Sarah mendekat ke Andre
Andre pun tertawa mendengarnya
*
*
*
Setelah resepsi itu selesai. Mereka pun kembali menuju kamar hotel tempat mereka akan menghabiskan malam pertama mereka. Sebuah kamar mewah yang sudah dipersiapkan oleh ibu Andre untuk malam itu.
__ADS_1
Saat memasuki kamar itu, Sarah sangat terkejut dengan mewahnya kamar presidential suite yang belum pernah ia lihat.
“Seharusnya di profil, kamu tulis kalau kamu orang kaya” ia menoleh ke arah Andre yang meletakkan tas mereka.
Andre tersenyum mendengar itu
“Pantes saat kamu ngasih aku tunjangan segitu besar kamu bilang gak papa” Sarah berjalan mengelilingi kamar itu untuk melihat lihat
“Kamu suka kamar malam pertama kita?” goda Andre pada Sarah
Sarah melirik Andre mendengar kata kata malam pertama
“Kamu becanda kan?” ia menatap serius Andre yang tersenyum padanya
Andre tertawa mendengar jawaban Sarah yang terkesan takut padanya
“Kan bener ini malam pertama kita sebagai suami istri kontrak” ucap Andre sambil tersenyum ditahan dan terkesan menggoda Sarah
“Bener juga sih” jawabnya cuek dan masuk ke kamar mandi yang super mewah
“Kamu mandi aja dulu, ntar aku nyusul” Andre kembali menggodanya
Sarah menengok keluar dan menatap Andre
“Dre.. serius! jangan bikin aku takut kamu!” ucapnya tegas dan kesal
Andre terbahak tertawa
“Dasar!” Sarah pun ikut tertawa
Sarah menikmati berendam di dalam kamar mandi yang super nyaman untuk pertama kali dalam hidupnya.
Sarah meneteskan air mata. Ia sedih bukan karena pernikahannya, tapi meratapi nasibnya hingga kini. Ia seolah menjual kehidupannya hanya untuk selamat dari jeratan sebuah permintaan yang tak bisa ia tolak.
Ia merasa telah diselamatkan, dan sekarang ia menikmati sebuah kenyamanan palsu yang akan ia jalani.
“adakah satu saja cita cita ku bisa ku raih?” gumamnya dalam tangis tanpa suaranya
Ia pun menikmati air hangat itu. Sarah memundurkan tubuhnya dan menenggelamkan dirinya disana. Ia berusaha menghilangkan ratapan hidupnya di dalam air.
Sarah keluar dengan segar. Ia sudah membersihkan dirinya dan siap untuk beristirahat. Andre masih duduk santai di sofa melihat perkembangan bisnis melalui tabletnya.
Sarah menghampiri Andre.
“Kamu tidur aja di sana, biar aku tidur disini!” ucapnya ragu
“Tidur di sana aja!” tolehnya pada Sarah sejenak dan kembali melihat layar tablet yang ia pegang
“gak papa .. aku tidur disini aja!” tunjuk Sarah pada sofa besar itu.
Andre menoleh kembali dan menatap Sarah
“Aku tau diri!” ucap Sarah tersenyum
“kan kamu yang bayar kamar ini, jadi kamu tidur disana” lanjutnya menunjuk tempat tidur yang ditata dengan kelopak bunga mawar.
“Kita tidur disana” jawab Andre dengan penuh ketegasan dan tatapan lekat pada Sarah yang berdiri di depannya
“Kita?” Sarah memundurkan badan
“Hhmm..” Angguk Andre
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~