
Andre duduk di depan Sarah. ia menunggu Sarah menyuap makanannya.
“Kamu bisa pergi!” pinta Sarah lembut
Andre menggeleng!
“Aku suapin ya?” Andre ingin mengambil sendok makan
Tapi Sarah langsung merebutnya. Dia pun terpaksa memasukkan makanan itu ke mulutnya. Andre menatap Sarah dengan tatapan teduh. Sesekali Sarah melirik pada Andre yang menatapnya. Ada perasaan nyaman saat ia melihat Andre yang duduk di hadapannya.
Tak bisa Andre pungkiri, wajah itu sekarang terlihat sangat kusut, matanya sangat sedih, dan itu membuat seluruh dadanya terasa disayat. Guratan keinginan membuat senyum di bibir itu terus tergambar dalam kepalanya.
Apa yang harus ku lakukan agar kamu bisa tertawa lagi? Benak Andre menatap wajah itu.
“Kamu nungguin sampai makan ku abis?” tanyanya saat pandangan Andre tidak beralih padanya
Andre tersenyum mendengar pertanyaan Sarah. ia baru menyadari begitu lama ia menatap istrinya itu.
“Karena kalau aku tinggal, pasti gak kamu makan!” jawabnya
Sarah hanya meliriknya dengan tatapan datar dan dibalas Andre dengan senyum.
“kalau gak ingin ke dokter kamu harus makan, dan minum obat kamu” ucapnya lagi
“hem!” jawab Sarah kembali melirik manik mata yang masih menatapnya dengan senyuman yang terus membuat jantungnya berdansa.
*
*
Beberapa hari sejak kejadian itu, Andre lebih banyak meluangkan waktu untuk Sarah. Ia juga mengajak Sarah keluar, tapi dia menolak.
Andre juga memilih pulang lebih cepat dan selalu menghubungi Sarah ketika Ia berada di kantor. Bahkan ia selalu melakukan video call saat Sarah dirumah.
“ngapain sayang?” tanya Andre dalam panggilan videonya.
“lagi nonton” jawab Sarah.
Senyum Sarah sekarang terlihat pedih. Ia terpaksa tersenyum menjawab Andre yang kadang bercerita hal lucu.
“temenin aku kerja ya?” pinta Andre manja yang memang terlihat sibuk.
“hem!” jawabnya tersenyum tipis.
Andre meletakkan ponselnya dan ia sibuk mengecek berkas di tangannya.
“tadi makan siang apa?” tanya Andre
“kan kamu yang ngirim” jawabnya
“o iya.. suka?” tanyanya lagi
“hem!”
__ADS_1
Obrolan mereka selalu dijawab singkat oleh Sarah. Namun Andre selalu berusaha mengobrol dengannya. Menceritakan suasana kantor, gosip, dan kejadian kejadian lucu.
Sejak kejadian itu Sarah sering termenung sendiri. ia terus melamun dan menatap kosong.
Seperti malam ini, ia sendiri di ruang tengah. Sarah menonton acara komedi kesukaannya yang selalu ia ikuti. Biasanya ia bahkan terbahak karena kelucuannya, tapi hari ini pandangan matanya memang ke arah TV tapi jiwanya seakan tidak berada disana.
Pikirannya selalu memikirkan kemana ia akan pergi setelah ini. Namun yang membuatnya sangat kecewa, ia merasa telah dijual oleh kedua bibinya. Tak memiliki tempat untuk pergi, tak memiliki apapun lagi. Kekacauan pikiran itu semakin menggerogoti hatinya.
Andre yang melihat Sarah termenung di depan TV dimana acaranya sangat lucu membuatnya beranjak mendekat. Bahkan Sarah tidak menyadari ketika Andre duduk di sampingnya.
Sarah masih sibuk dengan pikirannya sendiri. mata itu hanya menatap satu titik, tapi terlihat begitu kosong. ia seperti manusia tanpa jiwa.
Sejak kecil terlunta, berusaha kuat menjalani hidupku, menjadi budak dan terus berusaha, aku berpikir kalian menyayangiku, tapi ternyata aku hanya seseorang budak yang akhirnya kalian jual. Tak bisakah kalian menyayangiku?
Tak bisakah ada rasa kasihan dihati kalian padaku yang tak berayah beribu?
Kenapa kalian sekejam itu padaku? Kalian tahu hanya kalian yang kumiliki..
Sekarang kemana aku harus pergi, aku tak punya apa apa lagi? Kemana lagi aku harus menjadi budak untuk bertahan hidup?
Tiba tiba air mata Sarah jatuh mengikuti ratapan hatinya.
Ya Allah, adakah seseorang yang mampu menerimaku?
Aku akan rela menjadi budak lagi, tapi dengan perlakuan layaknya budak, bukan kepalsuan kebaikan dibaliknya.
Air mata itu menganak sungai, meski tak ada suara isak di dalamnya. Tetasan itu semakin jatuh.
"Berhentilah menangis... please.. hati ikut sakit" ucap Andre
Ia baru menyadari Andre telah berada disana. Bergegas Sarah menyeka air matanya. Ia pun merasa canggung seakan seperti seseorang yang tertangkap basah.
Ia menatap Andre sejenak, berusaha tersenyum dan membersihkan sisa sisa air matanya.
“Lupakan sar!” pinta Andre lembut dengan tatapan begitu sedih dan kasihan.
Sarah hanya menolehnya tersenyum kecut.
“Ceritanya sedih..” jawabnya seolah menonton drama yang sedih. Ia tidak menyadari acara komedi yang ia tonton.
Andre menatapnya semakin sedih. Sarah pun baru menyadari acara TV yang sedang on adalah acara komedi.
Sarah menunduk malu. Ia menutup matanya yang masih panas dan merah karena menangis.
Andre menarik Sarah ke dalam pelukannya. Ia ingin sekali mengambil kesedihan Sarah saat itu. Sarah pun terisak seakan merasa menemukan sandaran untuk kegalauannya saat itu.
“Lupakan semua itu! Kamu masih memiliki ku!” bisiknya
Sarah pun larut, ia memeluk Andre balik.
“Sekarang aku gak tau harus gimana lagi!” keluhnya
__ADS_1
“Ssstttt..” Andre menenangkan Sarah
“Lupakan itu sayang! Lupakan mereka, sekarang ada aku disisi kamu, semua akan baik baik saja”
Pelukan itu begitu nyaman, sandaran itu yang diharapkan Sarah. ia terlarut dalam kelembutan yang Andre berikan, perhatian dan sikap Andre yang seakan mampu ikut bersamanya merasakan kepedihan yang ia alami.
Kau begitu nyaman untuk ku!Benak Sarah sesaat merasakan kehangatan kasih sayang.
Sarah melepaskan pelukan Andre dengan wajah basah. Ia ingin pergi tapi Andre menahannya.
“mau kemana?” Andre menahan tangan Sarah yang beranjak berdiri, tatapan mata mereka bersirobok. Jantung mereka kembali berpacu.
“Aku mau cuci muka!” jawabnya menatap Andre dengan wajah masih sangat sedih
Sarah masuk dan mencuci wajahnya. Andre menunggu diluar kamar mandi dengan handuk kecil. Saat Sarah keluar, Andre membantu mengeringkan wajahnya. Ia menatap sedih mata itu
“Biar aku sendiri!” Sarah mengambil handuk dari Andre
Andre masih berdiri disana saat Sarah duduk di meja rias kamarnya. Sesaat ia menatap belakang Sarah yang masih sibuk mengeringkan wajahnya. Ia pun mendekat. Ia memutar tubuh Sarah ke samping. Andre berlutut di depan Sarah. Ia pun mengambil tangan Sarah. Andre melihat dalam ke mata Sarah yang sayu menatapnya.
“Berhentilah memikirkan masalah itu, kamu punya aku sekarang, aku gak akan biarkan kamu dalam kesedihan lagi... anggap itu sebuah masa lalu pahit dan kamu harus lihat ke depan.. kamu akan baik baik saja sekarang, karena ada aku! Aku pasti akan bahagiain kamu! bersyukurlah atas kejadian ini, kamu mampu mengetahui seperti
apa orang orang yang selama ini disekitar kamu! anggap tuhan telah menolong kamu, bukan menghukum kamu! hemm?” bujuk Andre dengan senyum dan tatapan penuh sejuta makna
“Menangislah..! Gak usah malu.. kamu bisa bersandar padaku, kapan pun aku akan ada buat kamu.. ! selamanya aku akan ada buat kamu! jadi buang jauh kesedihan kamu” tatapan Andre penuh cinta dan meyakinkan
Kamu begitu baik! Benaknya
Jantung Sarah pun berdetak kencang dengan tatapan dan kata kata Andre. ia pun mempercayai kata kata itu.
Sarah tersenyum kecil mendengar begitu indah kata kata Andre untuknya. Setetes air mata Sarah jatuh. Bukan karena sedih, tapi ada sebersit kebahagiaan dan kepercayaan akan masa depan bahagia bersamanya. Sesaat Sarah lupa akan status mereka.
Andre menyeka air mata Sarah lembut dan memegang wajah mungilnya. Andre sangat ingin mengatakan ‘aku mencintai kamu’ saat itu, tapi ia tetap menahan. Ia takut Sarah justru pergi jika ia mengatakan itu.
“Jangan sedih lagi!” pintanya sangat lembut
“hal itu gak pantas kamu tangisi! Hem?” bujuknya lagi
Andre bangkit dan kembali memeluk Sarah. memeluknya begitu erat. Kebahagiaan itu mengalir dalam diri Sarah. merasakan kehangatan kasih sayang tulus yang ia rasakan dari Andre.
Sarah lupa akan semua kontrak dan perjanjian yang ia buat dengan Andre. ia merasa saat itu Andre adalah kenyataan bukan kepura puraan, keindahan itu asli, bukan imitasi. Ia lupa Andre hanyalah sebuah bayangan yang akan menghilang ketika ia kembali ke dalam kenyataan gelap hidupnya.
“Tidurlah! Saat besok bangun, kamu adalah Sarah yang baru, yang telah melupakan masa lalu. Kamu adalah orang yang memiliki aku untuk menjalani hidup kamu, aku gak akan biarin kamu sendiri dan ingat! Kita akan menjalani masa depan bersama” ia meminta Sarah untuk istirahat dan berpikir positif.
Sarah hanya menurut, Andre mengantarnya ke tempat tidur dan membenahi selimut saat ia berbaring. Ia bahkan duduk disamping Sarah menunggu ia terlelap. Andre mengambil tangan Sarah.
“Aku akan temani kamu sampai kamu tertidur!” ucapnya saat melihat Sarah membuka matanya saat tangannya digenggam Andre
Sarah pun tertidur lelap dalam senyuman, kini wajahnya terlihat tak semurung tadi. Andre pun terseyum.
Izinkan aku memasuki hatimu, izinkan aku membuatmu mencintaiku! benak itu berucap
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1
Yang tanya apakan kemesraan mereka ini akan berlanjut dan jalan mereka menuju rumah tangga yang sesungguhnya mulus? Kita akan lihat di dua episode selanjutnya ya.. hehehehe