
“Sayang!” sapa Andre langsung merangkul pinggang Sarah dan menarik dalam rangkulan.
“sayang..” jawab Sarah menoleh pada Andre
Andre menatap mata Sarah dalam
“siapa dia sayang?” tanya Andre menoleh pada Gio
“dia dia temanku” jawab Sarah gugup
Andre mengulurkan tangannya.
“suami Sarah!”
“Gio” balas Gio dengan hormat, sedang Andre menggenggam tangan Gio dengan sangat kuat hingga wajah Gio terlihat menahan sakit.
Gio sangat tahu siapa lelaki itu, namun yang tak ia sangka dia Suami Sarah.
“maaf kami harus pergi sekarang!” ucap Andre melirik Sarah yang ia rangkul dengan tersenyum
“iya pak, silahkan” jawab Gio
“ayo sayang, nanti film kamu keburu mulai” ucapnya menoleh dan mengecup cepat puncak kepala Sarah di depan Gio
“aku duluan ya Gi” Sarah kembali tersenyum. Senyum itu tampak puas.
“ayo!” Andre kembali membawa tubuh Sarah menjauh dari sana.
Andre membuka pintu untuknya, Sarah pun masih tersenyum kecil mengingat perkataan Gio yang mengatakan ia cantik sekarang.
“segitu senengnya kamu!” protes Andre yang kini memasuki mobil. Kini kembali kata itu yang terucap dari mulut Andre.
“seneng dong, kan kita mau nonton” jawab Sarah lagi. Wajahnya terus menggambarkan kebahagiaan.
“bilang aja seneng ketemu mantan” ucapnya dingin. Kini Andre yang cemburu! dan sarah suka!
Sarah tertawa,
“jadi lelaki itu yang dulu kami cintai banget sampai kamu melepasnya untuk bahagia? Pantes kamu seneng banget gitu, sampai gak bisa berenti senyum” Sewot Andre yang kembali melirik sarah
Entah mengapa, hatinya senang melihat Andre yang terkesan marah padanya. namun yang membuatnya semakin senang. Gio, lelaki yang ia tinggalkan dulu justru menemukannya bersama lelaki yang lebih tampan dan lebih kaya, terlebih lagi lelaki itu suaminya.
Entah mengapa hati Sarah seakan bersorak. Ia seperti menemukan kepercayaan dirinya yang hilang akibat ucapan dulu yang merendahkan posisinya. Ia kembali merasa pantas untuk dicintai. Apalagi Gio mengatakan ia sangat cantik.
Andre masih diam, dia ingin menunjukkan marahnya, tapi ia mengingat kemurungan Sarah, dan ia takut Sarah kembali begitu. Namun Sarah asyik bermain dengan pikirannya dan terus tersenyum. Wajah Andre semakin ditekuk ketika kembali melirik Sarah yang masih tersenyum.
“gak bisa ya berenti tersenyum?” protes Andre semakin kesal memecah pikiran Sarah
__ADS_1
“Aku senang banget ketemu dia” ucap Sarah
Ucapan itu seketika membuat sesak menyerang dada Andre. Dengan sulit ia menelah ludahnya sendiri.
“aku senang karena aku bertemu dia bersama kamu” ucap Sarah lagi
Andre menoleh sejenak pada Sarah. Kini mereka berhenti di lampu merah.
“dia menyebut ku cantik dan aku senang karena aku cantik karena kamu” ucap Sarah merasa bersyukur
“kamu yang membuatku tersenyum di depan dia, kamu yang membuat aku tak menundukkan kepala ku tadi saat ketemu dia” ucapnya
“terima kasih dre.. menyebut ku sebagai Istri di depannya” kini Sarah menoleh pada Andre sedari tadi menatap Sarah.
Tatapan Andre semakin teduh, Sarah mampu mengartikan tatapan itu karena tatapan itu jelas menggambarkan perasaan Andre saat ini, tatapan yang menggambarkan cinta.
“karena kamu memang istriku” jawabnya ingin mengambil tangan Sarah, tapi suara klakson di belakangnya membuat Andre menarik kembali tangannya.
“ayo sayang kita lanjutkan kencan kita!” ucap Andre semangat lagi
Dan disambut senyum ceria Sarah.
*
*
Sarah pun melupakan status dia sebagai istri palsu. Ia telah melupakan kontrak yang ia jalani. Ia hanya menikmati hari hari bahagianya dengan aktifitas sebagai seorang istri.
“kamu gak perlu bikinin aku teh! Malam ini aku akan tidur nyenyak” senyumnya
Sarah menyeruput tehnya dan tersenyum menatap Andre.
“aku mandi dulu! Gerah” senyum Andre meninggalkan Sarah menuju kamarnya
Andre berharap perlahan ia dan Sarah mampu mengikis jarak kepalsuan mereka. Ia membayangkan kembali bibir Sarah yang pernah ia kecapi, entah mengapa mampu membuatnya terasa bergairah, dan ia kembali berfantasi dengan bayangan senyum Sarah.
Saat Andre keluar dari kamar mandi, Sarah sudah terlelap nyenyak dibawah selimutnya, bibir itu tersenyum dalam tidurnya.
“selamat malam sayang!” ucap Andre mengecup kening Sarah.
Andre kembali menatap Sarah yang berada di atas tempat tidur sebelum ia menutup sempurna pintu kamar. Senyuman itu kembali terbit karena hatinya terasa digelitik.
Ting!
‘Maaf mengganggu pak, Nona minta bapak untuk menghubunginya’ pesan itu tertulis dari sang asisten
__ADS_1
‘iya’ jawab Andre singkat dan membuat ia membuka blokir nomor Susan.
‘Andre tolong jangan blokir nomorku! Kamu bilang akan tetap membantuku hingga aku lulus kuliah’
Pesan itu Susan kirim melalui pesan singkat.
‘aku janji tidak akan mengganggu lagi, tapi aku tidak tahu harus menghubungi siapa jika ingin berkomunikasi denganmu, soalnya asisten kamu gak pernah mau angkat panggilanku dan tak menjawab pesanku’ sambungnya
Andre pun mengalah. Kata kata Susan seakan benar, ia telah berjanji menjaga pendidikannya hingga selesai. Jadi ia harus bertanggung jawab untuk janji tersebut.
*
*
Siang itu Andre meminta agar Sarah untuk makan siang bersama di kantor. Ia punya jadwal yang sangat padat, karena beberapa hari lalu ia banyak membatalkan meeting karena ingin menemani Sarah.
Sarah terus tersenyum saat di perjalanan menuju kantor Andre. Pak budi yang melihat perubahan wajah Sarah pun tersenyum. Ia terlihat sangat jatuh cinta. Ekspresinya seakan tidak mampu menutupi bagaimana detak jantungnya saat itu.
Makan siang bersama suami di kantornya! Benak Sarah seakan ingin membuat story di ponselnya. namun ia mengurungkan niat tersebut. ia malu jika Andre mampu membaca dan mengetahui perasaannya yang berbungan bunga saat ini.
Sarah datang lebih cepat. Andre pun masih belum berada disana karena masih berada di ruang meeting. Sarah melihat lihat meja kerja Andre. ada foto mereka disana. Saat dulu Andre mengatakan foto itu dikirim untuk ibunya. Sarah pun tersenyum. Ia kembali beralih pada fotonya yang sendiri.
Kapan kamu mencetak foto ini? benak sarah mengambil fotonya yang tersenyum,
Laptop Andre pun menunjukan screen saver dengan foto foto mereka dan dirinya.
Senyum Sarah semakin lebar. Detak kebahagiaan mengalir dalam setiap keping darahnya.
Andre menyimpan kenangan itu?
Ia masih menyaksikan setiap foto yang muncul di monitor tersebut.
Tiba tiba ada sebuah pesan masuk di pojok layar monitor pertanda pemberitahuan email masuk. Suara pesan masuk itu berbarengan dengan pesan yang masuk dari ponsel Sarah.
Sarah mengernyitkan keningnya. Belum lagi selesai ia berpikir, suara pesan itu kembali terdengar di ponselnya dan kembali terlihat pemberitahuan email masuk yang ke dua.
Sarah pun memberanikan diri membuka laptop milik Andre. dan...
Ia melihat email yang masuk memang email miliknya. Ia kaget karena Andre tidak pernah sign out ketika dulu ia meminjam laptop miliknya. Sarah pun berpikir, kenapa?
Belum lagi ia selesai berpikir. Sebuah pemberitahuan pesan baru masuk dari wa web milik Andre yang online di sana. Pesan itu menunjukkan sebuah foto..
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terimakasih pada kakak yang masih setia baca dan selalu memberikan dukungan pada novel ini.
Saya merasa tersanjung ketika karya receh saya mampu hadir di rak buku kakak semua.
__ADS_1
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam berbagai penulisan dan jalan cerita yang mungkin terkesan lambat.
Sekali lagi terima kasih untuk kakak semua, semoga kakak semua diberi waktu luang, kebahagiaan dan kesehatan agar kita selalu bisa bersilaturahmi melalui novel ini.. amin