Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Perang setelah perang


__ADS_3

“Apa aku melakukan kesalahan tadi malam?” ucap Andre seolah lupa


Seketika bibir kanan Sarah terangkat. Senyum itu seolah licik tapi hanya sesaat, ia kembali pada mode kesalnya.


Senyum apa itu sayang? Benak Andre menatap senyum jahat Sarah.


Sarah bersyukur Andre tidak mengingat kejadian tadi malam karena terlalu mabuk.


“Kamu mabuk! Kamu masuk ke kamar dan memanggil manggil Susan dan mencoba memeluk dan mencium ku” jelasnya seakan ngeri dengan kejadian itu


Andre menyandarkan diri dan melipat kedua tangan di dada. Kini dia mengerti, Sarah ingin meyangkal kejadian tadi malam.


“Terus?” Andre bertanya dengan tatapan dingin.


“Terus kamu buka baju dan teriak teriak Susan! Memalukan tau?” ucap Sarah kesal penuh penekanan, ia bersikap seolah dia telah menjadi korban.


Tatapan Andre tajam dan membuat Sarah merasa terintimidasi


“Hanya itu?” Andre kembali menanyakan


“Iya, memang hanya seperti itu, tapi apa kamu pikir aku nyaman dengan kejadian itu?” Sarah menegaskan kalau dia kesal dengan kejadian itu


Saat itu di kepala Andre ia membayangkan kejadian sebenarnya malam itu. ia masih mengingat bagaimana Sarah tadi malam saat menerima cumbuannya. Dessahan dan errangan Sarah masih terngiang di kepalanya.


“gimana dengan dessahan kamu Sar? Kamu pikir aku bermimpi?”


Wajah Sarah merah seketika. Ia malu, emosi langsung menyelimutinya.


Andre mengingatnya? Pikiran Sarah menjadi panik, tatapan mata mereka masih saling bersirobok, saling mencoba mengintimidasi.


Andre marah karena Sarah menyangkal apa yang terjadi dengan mereka. Sarah marah karena ternyata Andre mengingatnya.


“kenapa? kenapa kamu gak jawab?” tanya Andre


“jadi itu yang kamu mimpikan? Kamu bermimpi bermalam panas dengan ku?” tanya Sarah lagi dengan sangat emosi.


“iya!” jawab Andre


“heh! Pantas kamu seperti itu? jadi kamu bermimpi seperti itu...” ucap Sarah seakan meremehkan dan menganggap semua hanya mimpi Andre

__ADS_1


“jadi kamu mengatakan kejadian tadi malam hanya mimpiku?” tanya Andre menatap tajam. Ia sangat kesal. Dada itu terlihat naik turun menahan nafas emosinya.


“lihat! Ini yang terjadi ketika kamu mabuk hingga lupa diri” nada bicara Sarah semakin tinggi


“kamu gak bisa bedakan mana mimpi mana kenyataan” ucapnya lagi


Andre semakin kesal, tatapannya melekat pada Sarah seolah akan menelan Sarah bulat bulat.


“Jadi hanya itu yang terjadi?” tatapannya tajam ke Sarah, Ia kesal,  Tatapan itu penuh kekecewaan


“kamu mencoba melecehkan ku ndre!” ucap Sarah semakin meninggi


“hanya itu?” Andre mencoba mencari kebenaran di mata Sarah, bagaimana mungkin setelah mereka menikmati bersama Sarah justru mengatakan ia bermimpi.


“Hanya itu? tapi tetap saja aku gak suka!” tegas Sarah lagi


Andre sangat kecewa dengan Sarah. Bagaimana mungkin Sarah malah mengatakan hal hal bohong itu, entah untuk tidak mengakui perasaannya sendiri atau ia tidak menginginkannya?


“kalau gitu maaf” ucapnya santai


Andre meletakkan sisa rotinya dan meninggalkan Sarah di meja makan


Sarah pun menyantap rotinya dengan emosi. Tiba tiba Andre kembali ke meja makan dan mendekati Sarah


“Memangnya apa lagi yang terjadi?” Sarah justru membalas dengan tatapan sangat kesal pada Andre


“Kita tidur bersama tadi malam, itu yang terjadi, kita bercinta Sar! kamu menikmatinya! dan sekarang kamu mati matian menyangkalnya” tegas namun pelan


Sarah pun merasa gugup, ternyata Andre mengingat kejadian tadi malam. Matanya ke kiri dan ke kanan karena panik. Ia menarik nafas.


“itulah yang ku katakan! kamu bermimpi tentang kita tidur bersama!”  Sarah terus melawan dengan ekspresi seakan


tidak percaya dan meyakinkan bahwa itu hanya mimpi


Andre semakin kesal dengan jawaban Sarah.


“Lihat! Kamu mabuk sampai menbayangkan yang gak gak, kamu terlalu merindukan Susan ndre! Mending kamu ke paris sekarang, itu lebih baik!”  Sarah menegaskan dengan wajah kesal dan mata membulat sempurna pada Andre


Andre membuka mulutnya sedikit dengan ekspresi ketidak percayaan akan kata kata Sarah barusan.

__ADS_1


“Hal yang aku takutkan adalah bersama orang mabuk dimana dia melupakan orang yang ia cintai bahkan dirinya sendiri! berfantasi dan melakukan hal hal yang tak senonoh” ucapnya lagi


“Hah! Jadi aku mabuk tadi malam dan aku membayangkan sesuatu yang gak pernah terjadi?” ucap Andre dengan geraham yang gemeretak karena kesal.


“Itu lah yang terjadi saat kamu mabuk! Saat kamu fly..!!!”


“aku fly? Iya aku fly, karena...” ucapan Andre terhenti ketika menatap mata Sarah yang tersirat penuh amarah


“kamu terus menyangkal yang terjadi dan mengatakan aku bermimpi! Bercerminlah... maka terlihat sisa bukti yang kita lakukan tadi malam! Lihat leher mu, dan lihat tubuh kamu juga, aku yakin bercak merah itu bisa membuktikan ke kamu” ucap Andre


“ini ..ini bercak karena aku alergi” ucap Sarah terbata menutup kerah kemejanya karena ia telah tertangkap tangan.


“heh! Alergi?” Andre tersenyum miring


Sarah pun meninggalkan Andre yang berdiri terpaku bersandar pada meja makan mereka.


Sarah menangis, ia merutuki dirinya. ia berjalan cepat menuju kamar mandi, ia kembali melihat dirinya di cermin, dan benar yang Andre katakan, bercak itu memenuhi setiap inchi tubuhnya.


“aaakhhhhhh!” Sarah kesal pada dirinya sendiri.


Ia merasa dirinya memalukan, terlarut dalam rayuan Andre. tak mampu melawan dan bodohnya terus menikmatinya. ia memikirkan jika saat ini Andre telah menganggapnya wanita gampangan hanya dengan sekali sentuhan ia telah mampu ditaklukkan.


“bodoh! Dasar bodoh! Bodoh kamu sar!” ucapnya sendiri menatap dirinya di cermin


Lelaki itu hanya sementara, hanya beberapa bulan lagi kontrak itu berakhir, tapi kamu justru menyerahkan diri kamu padanya, kamu bodoh, kamu lupa dia orang lain, dia milik orang lain, tapi kenapa dengan bodohnya kamu takluk dengan sentuhannya, padahal lelaki itu mungkin memikirkan kekasihnya! Benak itu menyesali kembali dirinya.


Penyesalan itu semakin dalam, hatinya semakin pedih, dadanya pun terasa begitu sesak, nafas itu begitu sulit melalui tenggorokannya.


Sarah membersihkan wajahnya yang sembab, ia berusaha berdiri tegak.  ia bersyukur, hari ini ia akan meninggalkan rumah itu. Sarah mengambil tasnya dan beranjak pergi keluar kamarnya.


Andre menatap Sarah yang menutup pintu kamar dengan tas besar yang ia tenteng. Langkah Sarah terhenti ketika Andre menahan lengannya.


“Kamu mau kemana?” tanya Andre terlihat ketakutan di matanya.


“Ternyata kamu mabuk dari sore! sampai lupa pesan yang ku kirim kemarin!” ucapnya membalas tatapan Andre dengan tatapan tajam.


Sarah melepaskan pegangan tangan Andre dengan kasar. Ia keluar rumah dengan cepat. Sarah pun menghilang dari hadapan Andre. Kini hanya Andre yang tidak mampu memahami semua kejadian pagi ini.


“ku pikir tadi malam adalah awal kita, tapi sepertinya aku salah!” gumam Andre menatap pintu dimana Sarah menghilang.

__ADS_1


Kenapa kamu terus mencoba menyangkal apa yang terjadi? Apa kamu tidak pernah memiliki perasaan sedikit pun padaku Sar? Apa tatapan kebencian itu yang kini kamu miliki untukku? Benak Andre meratap.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2