
Mengandung unsur dewasa, pembaca harap bijak!
Andre melepas ciumannya sedang kedua kening mereka masih menyatu, nafas Andre seperti memburu. Tatapan mata mereka saling bertemu.
Suara nafas Sarah membuat tubuh Andre kembali merasa melayang.
“I love you” ucapan itu tak sempat Sarah balas karena kedua bibir itu kembali menyatu.
Kini ciuman itu semakin panas dan menuntut, sesapan itu semakin kuat, lummatan itu semakin nikmat. Sarah dan Andre kini mulai terbakar ga*rah yang tak bisa lagi mereka tahan.
Perlahan tangan itu turun dan melepas ikatan bathrobe yang Sarah kenakan. Sarah tak menyadari jika kini bathrobe itu telah jatuh ke lantai. Tubuhnya yang hanya mengenakan kain itu kini telah polos.
Perlahan ciuman Andre terlepas, membuat Sarah mampu bernafas. Namun nafas itu semakin memburu ketika bibir Andre justru melahap leher jenjangnya, terus mengisap, menggigit, mengecup dan meninggalkan banyak tanda disana.
Sarah berusaha menahan suara saat hantaman gairah semakin deras dalam aliran darahnya. Desiran panas mengikuti setiap sentuhan tangan Andre. rasa itu seakan menggelitik seluruh kulitnya.
“ehhh!” mulut itu mengeluarkan suara saat tangan kekar Andre berada di bukit kenyalnya. Panas itu semakin menjadi, desiran aneh itu semakin menguasai tubuhnya. Rasa itu semakin menggelora.
Ya tuhan.. aku tak mampu melawannya! benak Sarah semakin menikmati sentuhan Andre. Tangan itu semakin nakal dan kuat memcengkeram dan memainkan puncak miliknya.
Bagian intinya berdenyut kencang saat bibir Andre terus turun dan turun mengecupi dadanya. Saat Andre menyesap puncak pink indah itu dan memainkan tangannya di puncak lain yang kini semakin mengeras karena reaksi alami tubuhnya yang menerima sentuhan.
“aaakhhhhh.. Andre jangan!” Dessahan itu akhirny keluar dari mulutnya. Sarah menyerah, ia tak sanggup menahan lagi. rasa itu membuatnya terasa tak berdiri diatas bumi lagi.
Tapi sesapan Andre justru semakin menggila seiring suara sarah yang terdengar dan membuat Sarah merasakan desiran itu semakin memuncak.
Permainan lidah itu seakan lincah memainkan daging kecil yang kini mengeras di puncak milik Sarah. Sarah menjambak kuat rambut Andre dan membenamkan kepala Andre di bukitnya ketika deru nikmat itu semakin menguasainya.
Andre begitu menikmati tubuh indah yang baru kali ini ia rasakan. Aroma wangi tubuh itu telah menguasai dirinya. ia melupakan semuanya, cinta yang selama ini ia tahan seakan keluar semua mengikuti setiap sentuhan dan kecupannya.
“I love you” ucapan itu terus keluar disela bibirnya yang menikmati tubuh Sarah.
Tangan Andre seperti gurita yang menyentuh setiap inci tubuh Sarah. kini tangan itu semakin menjadi, turun perlahan merayapi tubuh itu dan perlahan membelai paha Sarah.
Nafas keduanya semakin memburu, gemuruh dada mereka tak bisa mereka bendung lagi. Mereka telah larut dan larut, melupakan semua ketakutan, melupakan semua perjanjian.
Sarah memejamkan matanya merasakan semakin menggilanya sentuhan Andre.
Jari itu telah berada di inti tubuhnya yang kini telah basah, dan permainan jari itu semakin membuat Sarah merasakan hal ternikmat dalam hidupnya, Gumamannya semakin menggila. Errangan dan lenguuuhannya semakin nyaring, dan itu justru membuat Andre semakin lupa diri.
“AAAkhhhhhhhh!” tubuh Sarah melengkung, dadanya yang dinikmati Andre membusung. Hantaman puncak kenikmatan itu telah ia rasakan.
Seketika ia merasakan tubuhnya lelah seakan telah berlari ratusan meter, nafasnya memburu mengikuti rasa yang begitu nikmat yang tak pernah ia rasakan. Ia merasakan pelepasannya yang pertama. Sungguh membuatnya merasa melayang dan seakan tak mampu merasakan lagi tubuhnya berada dimana. Ia telah terbang.
Tangan Andre dengan sigap menahan tubuh Sarah yang kini melemah setelah mencapai puncaknya sendiri. Andre melummat kembali bibir itu dengan lembut.
__ADS_1
“I love you Sayang” gumaman itu terdengar namun Sarah seakan menuli. Ia menikmati dirinya sendiri yang terus dibuai oleh sentuhan sentuhan yang membuatnya kembali menutup mata.
Perlahan Andre membimbing tubuh itu menuju ranjang mereka. tanpa Sarah sadari. Tubuh mereka berdua kini telah polos. Ia tak mampu mengingat kapan Andre melepas semua pakaiannya.
Perlahan Sarah terbaring dengan bibir mereka tetap menyatu. Perlahan namun pasti belaian itu justru semakin nakal.
Tanda tanda cinta itu semakin melukis tubuh Sarah. ia hanya mampu mendessah, melenguh dan mengerrang ketika Andre kembali menikmati area intinya yang kini justru dengan bibir dan lidahnya.
“aaahhhh.. Andre!” Sarah kembali menggeleng ia mengangkat pinggangnya ketika merasakan kenikmatan itu menyerangnya. ia kembali merasakan gelombang yang menyelimuti seluruh tubuhnya, Desiran itu kembali terasa seiring cairan hangat itu terasa keluar di bawah sana.
Andre kini telah sempurna berada di atasnya. Sesaat ia terhenti, menunggu Sarah membuka matanya kembali.
Sarah membuka matanya dengan nafas yang memburu dan keringat yang kini membanjir. Matanya sayu, gambaran yang dibaca Andre sebagai penyerahan diri. Namun saat mata Andre terlihat oleh Sarah. dadanya terasa sesak.
Mungkinkah mata yang bergairah dan penuh cinta itu justru membayangkan orang lain saat ini? sesaat ia merasa menjadi manusia yang menyedihkan. Matanya panas namun tubuhnya tetap merasakan panas terbakar gairahnya.
Perlahan Andre menurunkan bibirnya dan Sarah kembali menutup mata menyambutnya.
“akhhh! Sakit!” ucapan itu terdengar pasrah saat Andre mencoba memasuki Sarah.
Ya! Sarah perawan! Itu sebabnya Andre begitu sulit melakukan penyatuannya.
Sarah mencengkram pundak Andre semakin kuat seiring kuatnya Andre mencoba memasukinya.
“Andre! Sakit!” ucapnya lagi
Entah ini keluhan Sarah yang keberapa, tapi dia meneteskan Aira matanya.
Jleb!
“AAAAAAkkhhhhhhhhmmpppp!” teriak Sarah diikuti Andre yang mengullum bibirnya.
Kini Andre telah berada didalamnya, namun hanya diam, dia merasakan sesaknya milik Sarah dan merasakan pijatannya.
Sarah meneteskan Aira mata, ia menggeleng, ia tersadar! Ia telah menyerahkan dirinya pada seseorang yang tak memiliki hati untuknya.
Andre mengecup mata Sarah yang berair. Ia tersenyum.
“aku mencintaimu” ucapnya, tapi justru air mata itu semakin menetes.
Perlahan Andre bergerak
“akhhhh!” Sarah menahan sakit. Pedih pada area intinya pertanda ia telah menyerahkan mahkotanya pada sang suami secara sempurna
Kamu tidak berdosa Sarah, dia suami kamu! malaikat seakan berbisik di telinganya. Memejamkan mata menerima penyerahan dirinya pada Andre.
__ADS_1
Gerakan Andre semakin lama semakin cepat, meski dengan perih, tapi Sarah tak bisa memungkiri kenikmatan yang ia lalui, ia telah mencapai puncak surgawi itu berkali kali.
Dessaahan dan erangan Sarah membuat Andre semakin menggila, ia tak bisa mengatakan bagaimana ia lupa dengan dirinya, baginya saat ini ia telah berada di singgasana Surga.
“Sayang.. I love you” ucapan itu kembali terucap
“aku mencintaimu sayang” kata itu kembali terdengar ditengah peperangan yang semakin memanas. Peperangan yang kini dimenangkan Andre karena Sarah telah luluh lantak tak mampu bergerak lagi, ia hanya terombang ambing ditengah gelombang gelora hantaman tubuh Andre.
Hanya dessahan kecil yang mampu ia keluarkan, tenaganya telah terkuras, ototnya telah melemah, pelepasan beberapa kali membuatnya membubur. Ia pasrah!
Gerakan Andre semakin cepat. Sarah kembali merasakan hantaman nikmat itu mulai mengalir dan menuju bagian intinya
“aaahhh... sayang!” Andre mulai menuju puncaknya
“aakkhhhh Andreeee... aakkhhhh” Sarah menggila
“aakhhhh...!” teriak mereka bersama seiring Sarah merasakan lava hangat mengalir dalam dirinya.
Nafas itu memburu dan Andre terkulai lemas diatas tubuhnya.
Pertarungan hampir satu jam membuatnya memejamkan mata dan Sarah hanya pasrah diam merasakan tubuh mereka yang masih menyatu.
“Sarah! i love you!” ucapan itu terucap dari bibir Andre, namun Sarah telah memejamkan matanya, dia terlalu lelah.
Andre mengecup bibir yang terlihat membengkak, ia melepaskan dirinya
“ehhh!” lenguhan itu terdengar saat Andre melepasnya.
“terima kasih sayang!” kecup Andre di dahi Sarah.
Dia menarik tubuh lemah itu dalam pelukannya.
“tidurlah istriku! Aku mencintaimu” ucapnya lagi
Namun Sarah hanya terkulai lemas entah dia tertidur atau tak sadarkan diri. Yang pasti, ia tak mendengar kata kata itu lagi
*Buat yang tak suka baca detailnya di skip aja ya.. hehehe*
*Terima kasih buat kakak kakak yang sudah kasih kopi, bunga dan gitnya*
*jangan lupa juga.. karena hari ini hari Senin.. (cuma ngingetin hehehehe*)
__ADS_1
*Love you all*