Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Menjauhlah pengganggu


__ADS_3

“mas.. ada tamu” ucap Sarah mengalihkan obrolan mereka


“iya aku tahu! Jawab dulu!” pinta Andre


Suara bel semakin berdentang


“isshhhh!! Siapa sih” ucap Andre berdiri kesal.


Seorang lelaki tegap berdiri melepas kaca matanya dengan rahang tegas dengan tatapan dingin.


“selamat siang tuan muda!” bungkuknya menyapa Andre


Seketika tatapan Andre menjadi tajam. Ia tak menyukai kehadiran lelaki tersebut saat ini.


“saya hanya menyampaikan pesan tuan besar, tuan muda diminta kembali malam ini” ucapnya sedingin tatapannya.


“aku sudah telpon kakek tadi! Tidak perlu kamu disini!” Jawab Andre kesal


Mendengar suara sang suami meninggi, Sarah melirik sejenak ke arah ruang depan.


“saya hanya memastikan tuan muda, jika saya harus membawa tuan muda kembali malam ini juga sesuai perintah tuan besar”


“issshhhh! Dasar tua bangka pemaksa!” gerutunya


“kamu kembali saja malam ini, aku akan pulang besok pagi!” jawab Andre


“maaf tuan muda! Saya tidak berani” jawabnya lagi


“kok gak disuruh masuk mas!” Sarah mendekati pintu


“gak usah sayang! Dia gak usah masuk, nanti kalau masuk malah gak mau pulang lagi!” ucapnya


“hah!” Sarah bingung dengan jawaban Andre


“Selamat siang Nyonya muda” ucapnya menyapa


“jangan liat liat istriku!!” ucap Andre pada lelaki yang merupakan asistennya yang dipilih oleh sang kakek


“tolong bilang ke kakek, cicitnya masih belum ingin pisah sama papahnya.. bilang gitu ya?” ucap Sarah melingkarkan tangan di lengan Andre yang disambut senyum lebar oleh sang suami dan kecupan cepat di puncak kepalanya.


“tapi nona..” belum lagi selesai lelaki itu berkata


“pokoknya aku gak mau suami aku pulang malam ini!!” tatapnya kesal pada lelaki itu


Andre tersenyum puas.


“bilang ke kakek! Kalau mau cicitnya nanti ileran ya terserah!” ucap Andre memanfaatkan kehamilan Sarah untuk dirinya.


“baiklah! Akan saya sampaikan” ucapnya menunduk pada Sarah


“terima kasih!” jawab Sarah


“kalau gitu saya permisi tuan muda, nyonya muda”


Andre melangkah dengan rangkulan lengan sang istri di lengannya memasuki ruang tengah


“mengganggu saja!” ucapnya mengusap tangan sang istri dan kembali mengecup puncak kepala Sarah yang masih senang bermanja di lengannya.


“ke kamar yuk yang?” ajak Andre


“aku mual mas! Makanya aku mendekat ke kamu” ucap Sarah mengangkat kepalanya


“makanya.. kita di kamar aja yuk?”


Sarah menatap curiga pada sang suami


“pikiran kamu kayanya tentang berbau enak enak tuh!” tebak Andre

__ADS_1


“kamu tu yang mau mesum!”


“ya gak lah.. aku kan ingin kamu nyaman sayang!” Andre terkekeh


Sarah melirik tersenyum di kulum, baginya nyaman menjurus ke hal hal yang mesum dan Andre hanya tersenyum melihat pemikiran Sarah padanya.


“gimana sayang!” Andre menaik turunkan alisnya dengan senyuman lebar


Sarah merona karena rasa gugup dan malunya yang memahami sikap Andre.


Andre menarik tekuk sang istri dan mendaratkan bibirnya, mulai menyesap dan menarik tubuh Sarah semakin merapat padanya, tak ada jarak antara mereka berdua, Sarah pun mulai memeluk sang suami erat, matanya tertutup rapat menikmati setiap sesapan dan rabaan tangan yang kini terus mengusap seluruh tubuhnya.


“Ehhmm!” gumaman itu terdengar tipis saat tangan itu mulai menarik punggung sang istri agar lebih erat.


Lidah mereka mulai saling membelit, dan Sarah semakin terhanyut dengan cumbuan sang suami. perlahan ciuman itu turun ke leher Sarah. beberapa kecupan mulai Andre lakukan, dessahan tipis sarah mulai terdengar.


Ting tong! Ting tong!


Suara bel berdentang. Suara yang sontak membuat Sarah membuka matanya. Namun Andre tetap tak menghiraukan suara gangguan tersebut.


“mas!” Sarah menahan kepala Andre yang terus menciumi lehernya


“mas kayanya ada tamu” ucapnya lagi


“huh! Dasar asisten tidak berguna!” gumamnya kesal melepas pelukannya dan kembali mengecup kening sang istri


Suara dentang bel semakin sering.


“aagggh!!” kesal Andre lagi


"Aku pecat dia setelah ini.. sumpah bikin kesal aja tu satu makhluk!" omel Andre berjalan menuju pintu depan.


Sarah tersenyum melihat sang suami dan membenahi pakaiannya akibat kenakalan sang suami.


“lama amat buka pintunya! Kamu lagi gempur Sarah ya?” suara frontal itu jelas sudah dari suara Nensi sang mertua yang tak pernah bisa mengerem mulutnya.


Dari dalam Sarah kembali tersenyum mendengarnya.


“ini pertama kali mamah ke rumah kamu! kamu malam gitu!” protesnya sambil memasuki rumah sederhana mereka.


“mah!” Sarah mendekati sang mertua dan memeluk


“gimana kondisi kamu sayang? Mendingan? Udah enak enakan tadi malam?” tanyanya yang jelas menuju hal absurb.


“mah! jangan bikin Sarah stress deh! Dia baru sembuh mah!” tegur Andre


“ye.. mamah tanya keadaan menantu mamah, kenapa kamu yang sewot” balasnya


“tapi ya jangan tanya gitu dong! Sarah kan belum cukup umur” balas Andre menggoda


Sarah hanya tersenyum, kembali menyaksikan perdebatan anak dan ibu yang tak pernah damai.


“mendingan sayang?” Nensi kembali merangkul bahu sarah


“mendingan mah! bahkan sekarang sudah baikan!” senyumnya senang


“syukurlah!” ucap Nensi


Ia kembali melihat rumah sang anak.


“tapi kamu kelihatan capek banget! Ingetin Andre ya.. jangan terlalu ganas! Nanti pinggang kamu kaya dulu” Nensi mengingat ‘malam pertama’ Andre di rumah sang ibu.


Sarah berusaha menahan tawanya. Jika mengingat itu semua, ia merasa malu sendiri.


“apa an sih mah” protes Andre berjalan mendekat pada sang istri dan merebutnya dari sang ibu.


“iisshh.. kaya pengantin baru aja gak bisa pisah!” goda sang ibu.

__ADS_1


Mereka berdua hanya terkekeh.


“mamah baru tahu kalian tinggal di rumah sesederhana ini” ucapnya sedih melihat kembali rumah mereka.


Andre baru mau membuka mulutnya menjawab sang ibu. Tapi sarah sudah menahan tangannya.


“maaf mah! kemarin Sarah yang minta tinggal di rumah ini!” jawab Sarah


“kenapa? Andre mampu belum rumah mewah sayang” ucap sang mertua


“karena kami dulu sibuk bekerja! Jadi Sarah ingin rumah sederhana aja, biar kami selalu dekat! Iya ‘kan sayang?” senyum Sarah pada Andre


“kamu paling bisa!” cubit Andre pada hidung istrinya.


“issshh.. dilarang mesra dulu! Papah belum menyusul kesini!” protes ibunya


“iiihh.. dasar pencemburu!” jawab Andre


Nensi terus melihat lihat rumah mereka. berjalan menuju dapur Sarah yang bersih.


“mamah mau minum apa? Biar Sarah bikinin” ucapnya mendekat.


“mamah baru makan siang sayang, nanti kalau mamah mau mamah bikin sendiri aja” senyumnya


Nensi membuka lemari es mereka, tiba tiba Sarah mual.


“sayang!” Andre mendekat dan memeluknya


“lebay kamu Ndre!” Nensi melihatnya


“Sarah akan berhenti mual kalau mencium bau badan Andre” ucapnya


“hah!” Nensi kaget dan seketika tergelak.


“jadi kamu ngidam ketek suamimu” ucapnya lagi disela tawanya


Sarah menutup mata dan memukul dada Andre


“kan kamu bilang badan aku mengeluarkan bau sayang” senyum Andre yang masih menyandarkan kepala Sarah di dadanya


“bukan gitu mas!” ucapnya manja sedang sang mertua masih tertawa.


“emang ketek Andre bau kaya gimana sar?” tanyanya sambil menyeka air mata yang keluar di sudut matanya karena terlalu banyak tertawa


“bukan bau ketek mah! Cuma ada bau khusus gitu, Sarah gak bisa definisikan” jelasnya


“oo.. jadi aroma Andre yang kamu suka”


“iya! Kalau nyium masakan atau bau makanan yang gak ingin Sarah makan pasti mual” jelasnya lagi


“terus kamu makan gimana selama ini sayang?” tanya Andre


“Ya makan yang aku ingin aja” ucapnya


“terus kalau pusing mual gini?” mata Andre terlihat sedih membayangkan Sarah sendiri menghadapi apa yang tadi pagi ia lihat.


“Aku bawa kaos kamu yang belum di cuci kemana mana, apalagi kaos kamu bekas olah raga, aku senang nyiumnya” ucapnya tersenyum


Nensi kembali tertawa


“astaga.. semoga cucuku tidak jorok nanti!” ucap Nensi lagi


“mamah..!” ucap Sarah manja dalam dekapan Andre.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Semoga kebahagiaan selalu bersama mereka ya.. !

__ADS_1


Sebenarnya akan ada satu sesi lagi dari novel ini, cuman... karena tidak mendapat banyak pembaca akhirnya harus saya akhiri saja dengan kebahagiaan mereka berdua.. 


Semoga kakak kakak semua yang telah membaca tidak kecewa ya... 


__ADS_2