Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Perdebatan


__ADS_3

Sarah terbangun dengan mata membengkak karena menangis sepanjang malam, ia mendapati dirinya yang sendiri disana. Hatinya semakin perih karena tak mampu menemukan Andre yang berada di kamar hotel mewah tersebut.


Ia tak menyadari jika sepanjang malam ia terlelap dalam pelukan sang suami. sayangnya, Andre bergegas bangun pagi itu untuk menerima panggilan dari sang asisten yang ditunjuk sang kakek padanya.


Kesalahpahaman mereka semakin mengurat membuat Sarah semakin tersiksa.


Saat ia beranjak bangun, tanpa sengaja ia melihat sebuah paper bag disamping sandal. Ternyata Andre menyiapkan baju ganti untuknya lengkap dengan underware yang siap ia pakai.


Di rumah utama


“pah.. tadi malam mamah liat Susan dan perasaan mamah gak enak saat Sarah gak kembali ke pesta” ceritanya sambil menikmati sarapan bersama sang suami.


“maksud mamah?” tanya Sang suami


“mamah takut tadi malam Andre pas nemuin Susan, Sarah tau, terus dia salah paham” jelasnya


“kenapa pikiran mamah kaya gitu?”


“tadi pas mamah tanya kondisi Sarah sama Andre, Andre kirim fotonya masih tidur, matanya bengkak pah! kaya habis nangis gitu, firasat mamah mereka pasti bertengkar tadi malam” ucapnya lagi


Pagi itu mereka kembali ke rumah utama, namun Sarah kembali dengan wajah datar. Mertuanya yang memperhatikan menantunya turun dengan tergesa gesa mengintip mereka.


“tuh kan bener pah.. Sepertinya mereka masih ribut!” melirik di sela jendela


“Kita jangan ikutan mah!” jawab sang suami


“Pasti gara gara Susan! Soalnya mamah ngelihat jelas Andre menarik tangan Susan tadi malam!” ucap ibunya yang masih memperhatikan gerak gerik menantu dan anaknya


Sarah memasuki kamar mereka dan langsung menuju kamar ganti. Ia  membereskan kopernya.


“Kamu ngapain Sar?” Andre bingung memperhatikan tingkah Sarah


“Kita udah selesai!” jawab Sarah menatap dingin pada Andre


“Apa maksud kamu?” Andre berusaha bicara pelan mendekati Sarah yang masih memasukkan pakaiannya ke koper


Sarah berbalik pada Andre yang di belakangnya dan masih memegang kemeja yang ingin ia masukan ke koper


“Tadi malam adalah akhir semuanya. Semua perjanjian kita selesai tadi malam” ucapnya tegas


Keputusan Sarah telah bulat, ia akan terus menutupi kehamilan dari Andre, ia harus mempercepat perceraiannya dengan Andre. Karena hal itu harus ia lakukan sebelum perutnya membesar dan terlihat. Ia sangat yakin, jika Andre mengetahui tentang anak yang ia kandung, maka ia akan mengambil anak itu darinya. Dan Sarah tidak mampu membayangkan hal itu terjadi.


“Apanya yang berakhir?”


Sarah mendekati Andre


“Kontrak kita dilakukan agar kamu mendapat posisi yang diberikan kakek tadi malam, dan karena kamu kelak akan menikah dengan Susan karena Susan tak bisa kembali kesini, kamu jangan lupa itu!” bisiknya pada Andre


Andre pun menyadari hal itu.


“Tadi malam, semua sudah selesai! Kamu mendapatkan posisi kamu dan ternyata Susan sudah kembali kesini bersama  kamu lagi, maka tidak ada alasan kita melanjutkan semua ini!” bisiknya tegas


Sarah berjalan keluar ingin mengambil semua barangnya yang masih berada di kamar itu.


“Bagaimana kalau ada alasan agar kita melanjutkan semua ini?” Andre mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah


“Apapun alasan itu, aku gak akan melanjutkannya!” Sarah berpaling


Andre menahannya, tapi Sarah melepaskannya dengan kasar


“Aku masih ingin bertahan!” ucap Andre tegas


“dan aku tidak!!” jawab Sarah sangat tegas


“Why?” Andre mulai emosi, nada bicaranya menjelaskan jika dia begitu kesal.


“kenapa kamu gak bilang soal Susan?”


Deg!


Jantung Andre kembali terasa lepas seketika.

__ADS_1


Apa Sarah mengetahui hubungannya yang telah berakhir sebelum ia menjelaskannya?


Ibu Andre yang berada diluar kamar mereka mendengar suara Sarah. ternyata benar pertengkaran mereka disebabkan Susan.


“Kamu bohongi aku, Kamu bilang Susan di Paris, tapi ternyata dia sudah kembali, kamu membawaku ke pesta yang ternyata dia juga disana, apa bisa kamu bayangkan apa yang akan terjadi jika Susan menemukan aku sebagai orang yang telah merebut kekasihnya? Apa kamu bisa bayangkan perasaannya?” bisiknya lagi


“Iya aku salah, aku gak cerita soal Susan! tapi” belum sempat Andre melanjutkan ucapannya, tiba tiba Sarah menekan perutnya dan mual itu kembali datang.


“Sarah!” Andre pun mendekatinya dan menahan tubuhnya. Tapi Sarah menepis tangan Andre


“Lihat! Kamu masih sakit! Please... jangan mikir itu dulu!” pinta Andre yang tak tega melihat Sarah seperti itu


“aku dan Susan udah putus!” ucap Andre lagi


Sarah menoleh dengan tatapan tajam. Ia mengingat kata kata Susan yang mengatakan jika Andre akan kembali padanya


“Kenapa kamu gak bilang?” bisik Sarah di sela pusing dan mualnya


“Karena kamu bilang kita akan cerai kalau kamu tau soal itu!” ucapan Andre terdengar lirih dan menatap Sarah sedih


“alasan kamu sangat bagus!” Ucap Sarah tersenyum miris.


"aku mengatakan yang sebenarnya Sar!"


"ya! aku percaya!" ucapnya dingin


"jadi! Fix sudah, hubungan kita berakhir sekarang!" ucapnya


Katakan saja dengan mulut semua kebohongan itu, aku bahkan memiliki bukti jika kamu memohon pada Susan agar ia kembali padamu! benak Sarah menatap benci pada Andre


Sang ibu terus berusaha menguping pembicaraan mereka, namun suara Andre dan Sarah kembali pelan hingga ia tak mendengar jelas pertengkaran mereka.


Sarah melihat ke Andre yang masih berdiri di depannya. Mualnya semakin tak tertahan. Ia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua sarapannya. Andre pun mengejar dan membantunya.


Andre hanya bisa menyaksikan dan menahan rambut Sarah ketika muntah. Ia bahkan tidak merasa jijik dengan apa yang dialami Sarah.


Hoeekk Hoeekk Hoeekkk...


“sayang..!” lirih Andre tak tega, ia membantu mengusap tekuk Sarah.


“Aku gak ingin bersama kamu disini!” ucapnya kembali keluar menuju kamar ganti.


“Sarah... please..!!!” Andre memohon dan ingin menahan lengan Sarah, namun Sarah menepis tangan Andre.


“Katakan apalagi yang kamu tutupi dari ku?” Sarah melirik Andre disela rasa sakitnya


“Tante, Susan! Apalagi Ndre?” lanjutnya kesal.


“Aku menutupi tentang tante, karena aku gak ingin kamu sedih!” jelas Andre


“Susan? Iya aku menutupinya karena aku” belum selesai Andre bicara, Sarah jatuh terduduk di lantai. Tubuhnya melemah!


“Sarah!” Andre mencoba menahan tubuhnya


“Aku akan pulang sekarang!” ucap Sarah.


Ia ketakutan, tubuhnya semakin tak bisa ia kendalikan. Ia takut jika ia kembali pingsan dan adanya dokter yang memeriksanya.


“Kita gak akan pulang dulu, siang ini aku harus ke kantor pusat untuk menemui tim direksi!” jawab Andre


“Kamu yang punya urusan! Bukan aku!” jawabnya ketus kembali mencoba berdiri


“Kamu juga masih sakit, lebih baik istirahat dulu!” sahut Andre khawatir


Sarah semakin kesal, emosinya memang sering turun naik selama kehamilannya.


“Aku ingin pulang!” teriaknya pada Andre dan melangkah


Sarah tidak pernah meluapkan kekesalannya seperti itu. ia bingung dan kacau. Kondisi kehamilan membuat Sarah menjadi sangat sensitif dalam segala hal.


Teriakan itu terdengar jelas oleh kedua orang tua Andre.

__ADS_1


“Aku gak izinin kamu pergi!” Andre mencekal tangan Sarah dengan tegas dan kesal mendengar teriakan Sarah


“ Kamu gak akan kemana mana!” tegas Andre tak kalah tinggi.


“Aku bilang aku ingin pulang” Sarah kembali teriak kesal


“Aku gak akan biarin kamu pergi dari sini, kamu paham?” ucapan Andre kesal seakan mengimbangi


teriakan Sarah


“Kamu gak boleh pulang!!!” nada Andre terkesan memerintah dan kasar


“Kenapa?” ucapnya pelan melirik Andre dengan tajam dan penuh kebencian


“Karena kamu sakit!” suara Andre menurun melihat kemarahan di mata Sarah


"aku mohon, menurutlah kali ini saja!"


"kenapa aku harus menurut?" ucapnya lirih


"karena kamu sakit, karena aku khawatir dengan kondisi kamu" jawab Andre


“Bukan! Karena aku budak kamu!” jawab Sarah dengan tatapan membenci pada Andre


“aku budak yang harus menurut dan ikut pada tuannya kan?” ucapnya lirih kini matanya berkaca kaca


Andre terdiam mendengar kata kata Sarah


“Kok bisa kamu ngomong gitu sar!” kekecewaan tampak jelas di wajah Andre mendengar kata kata Sarah yang begitu menyakitkan baginya


“Di lempar ke tangan siapa pun! Aku tetaplah budak kalian, gak mampu berkata tidak atau pun menolak, tak mampu  melakukan yang ku inginkan!” ucapnya pelan diiringi tetesan Air mata


Sarah seperti menyadari hidupnya yang di lempar dari satu tangan ke tangan yang lain.


“Sarah...!” Andre menyesali kata katanya yang bernada kasar dan membentaknya


“Ternyata hidupku hanya berpindah dari satu tuan ke tuan yang lain” bisiknya menangis


“Sarah ... !” Andre ingin memeluknya


Tapi Sarah menghindari Andre. Sarah tidak mampu lagi menahan mual dan kekesalannya. Ia pun berlari ke kamar mandi dan mengunci pintunya. Ia kembali muntah, mungkin ingin mengeluarkan semua kesalnya. Perutnya kini terasa sangat sakit. Stress yang menghimpitnya kini mungkin mempengaruhi janinnya.


“Sarah! buka pintunya!” Andre mengetuk pintu kamar mandi


“Sarah! Sar buka pintunya!” Andre terus mengetuk pintu


Ibunya yang mendengar itu pun akhirnya memasuki kamar mereka.


“Ada apa Ndre?” ucapnya khawatir memasuki kamar mereka


“Sarah didalam mah! ia muntah muntah, saya takut dia pingsan di dalam!” Andre sangat panik.


Suara hening pun terdengar dari dalam kamar mandi. Tidak ada suara air atau suara Sarah lagi. Tak ada lagi suara kemericik air. Semua sangat hening. Kedua anak dan ibu itu pun saling pandang


“Sarah! Sarah! Sarah!” Hanya panggilan dan gedoran pintu yang menggema setelahnya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Menjawab Pertanyaan :


1. Kenapa sih Andre tidak bilang aja perasaannya? Karena setelah mereka bercinta dan Andre mengungkap perasaannya\, Sarah justru pergi dan menghindarinya. Dia takut hal itu terjadi kembali apalagi ada Daren yang siap menyambut Sarah jika Sarah membencinya


2. Kenapa Sarah seperti anak anak yang tak masuk akal? Karena dia sedang hamil. Hal ini terjadi saat ibu hamil kerap memproduksi hormon stres yang disebut juga kortisol. Sehingga membuatnya begitu sensitif\, mudah marah dan tersinggung. 


3. Kenapa Sarah tidak mampu membaca perasaan Andre? Karena sejak awal kehidupan palsu mereka\, Andre selalu bersikap begitu mesra padanya\, padahal itu semua hanya sandiwara yang sering mereka tertawakan bersama. akhirnya ketika melihat Andre yang bersikap manis\, maka Sarah hanya mengartikan Sikap Andre hanya menunjukkan kepalsuan hubungan mesra mereka. ditambah ia mengetahui jika Andre adalah seorang kekasih yang sang mencintai Susan sebelumnya\, maka baginya semua sikap Andre hanya kepalsuan semata. 


4. Kenapa sekarang meski Andre mengatakan hubungannya dengan Susan berakhir\, Sarah tidak percaya? Karena Susan telah mengirim berbagai macam rekaman suara Andre yang begitu mesra padanya\, ketika Andre menyatakan betapa ia mencintai Susan dan berbagai bukti kemesraan mereka. 


5. Kenapa konflik mereka masih berlanjut di novel ini? Karena sejak awal\, pada sinopsis sudah diceritakan jika novel ini tentang konflik perasaan mereka berdua selama menjalani pernikahan kontrak mereka. 


Semoga ini bisa menjawab pertanyaan pertanyaan kakak semua tentang novel ini. 

__ADS_1


Maaf jika Novel ini menghadirkan kekecewaan dan ketidak nyamanan. 


terima kasih pada kakak semua yang masih setia membaca dan memberi masukan pada novel receh saya. 


__ADS_2