Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Kecewaku padamu


__ADS_3

Andre yang sejak tiba berdiri di dinding samping pintu mendengar obrolan video mereka. Tadinya ia tersenyum ketika memasuki rumah dan berharap istrinya yang akan tidur di sofa menunggunya pulang. tapi saat mendengar suara lelaki dari kamar Sarah. ia mengintip. Ternyata sang istri yang terlihat senang sedang melakukan obrolan bersama lelakinya melalui video call


Andre cemburu dengan Daren yang mampu membuat Sarah tertawa seperti itu, sedang sekarang dia dan Sarah sudah tidak bisa bercanda dan tertawa lagi seperti itu.


Hatinya sakit, Pedih dan marah. Tapi Andre sekarang tidak bisa lagi menunjukan cemburunya pada Sarah. Ia takut Sarah akan pergi lagi darinya jika ia kembali menunjukkan perasaan cintanya.


"Astaga!" Ucap Sarah kaget Saat keluar dari kamarnya seakan melihat hantu.


“Kamu punya black card yang ku berikan, jangankan traktir teman makan, kamu traktir mereka liburan ke bali pun cukup! Tapi kenapa kamu justru meminta bantuan Daren?” ucapan itu terdengar lemah, tapi penuh dengan kekecewaan.


Andre bersandar menunduk dengan melipat kedua tangannya di dada. Sarah pun memejamkan matanya baru menyadari Andre mendengar obrolan mereka.


“Sebenarnya kamu pernah menganggap ku ada atau gak sih Sar?” ucapan itu semakin terdengar kecewa


“Kalau pun kamu tetap ingin meminjamnya, kenapa gak ke aku?” terdengar semakin dalam


“Sebenarnya apa arti aku bagi kamu?” nada itu terdengar sedih, matanya sayu menatap Sarah


Sarah diam menunduk hanya mampu memandangi mug yang ia pegang


“Kamu mau ambil uang satu milyar pun bisa dari kartu itu!” lanjut Andre meyakinkan


Sarah mengangkat wajahnya memberanikan menatap Andre.


“Jangan membeliku terlalu mahal, aku gak sepadan!” ucapnya datar dan pergi menuju dapur untuk mengambil minum


Andre mengikutinya dan setengah duduk pada belakang sandaran sofa dan menatap Sarah mengisi gelasnya


“Jadi pemikiran itu yang selalu ada dalam pikiran kamu!” ucap Andre semakin kecewa


Sarah hanya diam. Ia meneguk minumannya berat mendengar kekecewaan dalam suara Andre.


“tolong hapus pikiran itu sar! Jika yang kulakukan dulu salah! Maafin aku!” ucapnya beranjak dan terlihat begitu sedih dan kecewa.


“kamu udah makan?” tanya Sarah


“belum! Tapi aku gak selera makan malam kayanya” ucapnya menatap Sarah datar.


Bagaimana pun Andre berusaha tegar, mata itu tetap terlihat kecewa.


Sarah mematung, hatinya ikut sedih dan bersalah karena membuat Andre seperti itu. tatapan Andre jelas mengatakan seberapa lelaki itu kecewa padanya.


“maafin aku!” lirih suara Sarah terdengar tipis yang jelas tak mampu Andre dengar karena ia telah memasuki kamarnya.


Sarah menunduk menghela nafasnya berat. Rasa bersalah dan sedih membuat orang yang ia cintai sedih semakin membuatnya menunduk.


Ia mengambil makanan dan memanaskannya dengan cepat. Ditengah rasa mual mencium makanan yang ia pesan tadi untuk makan malam mereka, akhirnya Sarah mampu Menata porsi makan malam itu dalam satu nampan cantik.


Sarah berharap jika makan malam yang ia berikan pada Andre mampu mengembalikan keceriaan Andre yang kembali hadir beberapa hari ini.


Tok tok tok


Sarah mengetuk pintu kamar Andre dan menunggu. Hingga ketukan ke tiga, Andre baru membuka pintu untuknya.


“makanlah! Aku udah siapin dari sore buat kamu” ucapnya menatap Andre sedih.


Andre masih dalam mode menatap Sarah sedih. Kekecewaan yang ia rasakan masih ia tunjukkan pada Sarah

__ADS_1


“Aku tidak lapar” Jawabnya pelan.


Sarah menunduk sedih. Menatap sajian yang ada di tangannya.


Kamu marah! Benak Sarah


Sarah menggenggam erat nampan yang ia pegang. Berusaha menahan emosi yang tiba tiba melonjak dalam dadanya. Bukan amarah, tapi perasaan sakit yang ingin ia keluarkan dengan tangisan.


“baiklah! Aku akan simpan di dapur, jika kamu lapar kamu bisa panaskan di microwave” ucapnya dengan suara bergetar.


Jadi seperti ini rasanya kecewa? Apa perasaan ini yang kamu rasakan Ndre? Maafin aku! Namun suara itu hanya dalam benak Sarah, ia tak berani mengungkapnya kepada Andre


Andre menatap Sarah yang menunduk, ia melihat jelas mata indah itu mengembun.


Sarah memutar tubuh untuk membawa kembali nampannya dengan perlahan, tapi tangan Andre kembali menahan tangan yang menggenggam erat di nampan itu.


“sini! Sepertinya aku lapar!” ucap Andre pelan tak tega melihat sang istri yang sedih.


Sarah mengangkat kepalanya menatap Andre.


“temenin ya?” pinta Andre meminta Sarah menemaninya makan malam.


“hem!” senyum Sarah senang.


Andre pun tersenyum melihat senyum istrinya.


Andre makan Malam dalam diam, sedang Sarah hanya duduk disampingnya menunggu Andre menghabiskan makan malamnya.


“gak enak?” tanya Sarah melihat Andre yang makan dengan malas dan terpaksa.


Sebenarnya bukan masalah rasa, tapi rasa sesak di dalam dada Andre yang membuatnya sulit menelan makanan yang kini ada di hadapannya.


“syukurlah.. aku takut gak cocok sama lidah kamu” ucapnya menunduk lagi


“apa pernah ada masakan kamu yang gak cocok di lidahku?” tanya Andre lagi


“karena itu bukan masakan ku” jawab Sarah melihat isi piring Andre yang masih terlihat penuh.


“terus siapa yang masak?” tanya Andre melihat kembali isi piringnya


“aku pesan!” ucapnya menunduk


Andre tersenyum melihat Sarah yang akhir akhir ini sering terlihat murung.


“tadi sore maag ku kumat, aku malas masak!” ucapnya


“mulai besok kita akan ambil pembantu” ucap Andre


Sarah mengangkat kepalanya menatap Andre terkejut.


“jangan kaget gitu! Aku hanya gak ingin kamu kecapean! Kamu pulang kerja biar bisa langsung istirahat” ucapnya


“tapi ..” Sarah ingin protes


“pembantunya Cuma siang aja pas kita kerja, senin sampai jumat, terus pas kita kerja kamar kita kunci” jelas Andre meyakinkan Sarah.


“aku meminta kamu pulang agar kamu merasa nyaman saat kamu kaya gini, jadi kita ambil pembantu aja ya?” tanya Andre lagi agar sarah setuju

__ADS_1


Hati sarah menghangat, ucapan itu begitu indah baginya. Andre begitu perhatian.


Membuatku nyaman! Benaknya menatap senyuman Andre yang begitu hangat baginya.


“hem!” jawab Sarah dalam senyumnya


“istirhatlah.. udah malam, besok kamu kerja kan?” pinta Andre pada Sarah dengan mata yang terlihat memerah.


Andre beranggapan Sarah mengantuk, tapi sebenarnya mata itu memerah karena haru.


“aku tunggu sampai kamu selesai” ucap Sarah melirik piring Andre yang belum habis.


“aku gak bisa abisin! Gak enak!” ucapnya


“tadi aja bilang enak!” protes Sarah


“karena tadi ku pikir ini masakan kamu” ucapnya tersenyum canggung


“berarti yang biasanya bilang enak, itu bohong ya?” selidik sarah


Andre tertawa mendengar selidikan sarah.


“kalau itu beneran enak!” ucapnya mengangguk tersenyum


“bohong!” ucap Sarah sewot karena mode sensitifnya


“sumpah enak!” ucap Andre lagi meyakinkan


Senyum itu kembali terbit.


“kalau gitu jangan dimakan lagi!” ucap Sarah menjauhkan piring Andre


“memang!” jawab Andre


Sarah mengambil piring itu.


“biar aku yang cuci!” sergah Andre


Sarah pun meninggalkan dapur mereka.


“jangan begadang!” pintanya pada Andre sebelum memasuki kamarnya


“habis ini aku langsung tidur! Jangan khawatir ya?” balas Andre


Sarah tersenyum kembali. Senyum itu membuat jantung Andre ingin melompat keluar, rasa marah dan kesalnya seolah menghilang. Namun, pikiran jelek itu muncul kembali


Senyum kamu untukku, tapi tawa kamu untuknya! benak itu pedih kembali


Karena tidak ingin Sarah terlalu lelah. Kini Andre memutuskan untuk mengambil asisten rumah tangga yang


datang hanya ketika siang dan hari kerja saja. Sedang untuk makan malam mereka memilih membeli diluar karena ia tak ingin Sarah terlambat makan malam dan terlalu lelah. Meski itu membuat Andre tak terlalu menyukai makan malamnya yang kini selalu terasa berbeda di lidahnya.


Pagi itu saat perjalanan menuju tempat kerjanya, Sarah mengingat kata kata Daren yang menanyakan siklus bulanannya.


Iya ya? kayanya aku udah lama gak dapet! Benaknya menyadari sesuatu yang seketika membuat ritme jantungnya menjadi cepat.


Seketika wajahnya pias!

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2