
“Ada yang beda dari terakhir aku datang..” ucapnya dengan nada ragu
Andre melihat sekitar kantornya yang masih memiliki interior lama
“Maksudku apartemen!” tatapan Sarah terlihat tegas, tatapannya mengandung makna bertanya
“Ada apa dengan apartemen?” tanya Andre seakan tak mengerti
“Hemm.. bersih!” Jawabnya masih ragu menanyakan tentang foto foto Susan yang mendadak menghilang
Andre tersenyum
“Kan selalu dibersihkan!” jawabnya santai tanpa curiga
“Bukan itu maksudku!” Kini Sarah menatap Andre dengan tatapan bertanya seolah kemana semua foto foto Susan
Andre mengerti arah pembicaraan Sarah.
“Foto Susan?” raut wajah Andre berubah dan mengalihkan tatapannya dari Sarah
“Hmmm..” Sarah mengiyakan
“Aku menikah dengan kamu sar!” jawabnya pelan tapi tegas
Sarah mengernyitkan keningnya seolah tidak memahami maksud Andre. Tiba tiba telpon kantor Andre berdering. Ia pun meninggalkan Sarah yang masih ingin menanyakan.
“Oke!” Andre menjawab telpon dan menutup kembali
“Sorry, aku meeting dulu!” raut wajahnya seperti tidak nyaman
Sarah pun mengikuti Andre keluar ruangan. Tidak seperti ketika masuk tadi Andre yang merangkul pinggang Sarah. ia hanya berjalan bersama menuju lift.
Andre mengirim pesan ke pak Budi untuk menunggu Sarah di bawah. Saat didalam lift Sarah hanya diam, ia tidak berani membahas kembali pembicaraan mereka barusan, Karena melihat Andre yang berubah seperti kesal saat ia menanyakannya
“Sorry aku lancang bertanya!” ia merasa tidak nyaman dengan diamnya Andre
Andre baru menyadari sikap diamnya membuat sarah tidak nyaman, Sarah merasa bersalah karena mempertanyakan sesuatu yang seharusnya tak ia tanyakan. Ia pun mendekati Sarah lagi.
“Nanti kita ngobrol lagi, sebenarnya aku ingin makan siang bersama siang ini, cuma kayanya meeting bakalan lama!” Andre justru menjawab hal lain
“Hem..” Sarah hanya mengiyakan dengan menunduk
Andre meraih tangan Sarah. Sarah menatapnya. Andre meminta Sarah tersenyum
“Seharusnya kamu senang!” ucapnya pada Sarah.
Mulut Sarah tergerak akan berucap tapi pintu lift telah terbuka. Sarah baru menyadari, Andre tidak melepas tangan Sarah saat mereka berjalan melalui lobi menuju keluar. Andre mengantar Sarah hingga ke mobil dan membuat semua mata seakan mengarah kesana.
__ADS_1
“Aku akan usahakan pulang cepat sayang!” ucapnya saat Pak Budi membukakan pintu untuk Sarah
Dan tak lupa sebelum Sarah masuk ke mobil ia mencium kening Sarah. Andre pun melambaikan tangan dengan manis ke Sarah yang mulai menutup kaca mobil.
Sarah menghela nafas berkali kali. Pak budi pun meliriknya dari kaca spion. Pak budi hanya menduga mereka mungkin bertengkar atau Sarah meminta Andre untuk lebih meluangkan banyak waktu dengannya.
“Mau langsung pulang atau ke tempat lain dulu bu?” Pak Budi bertanya memecah kesunyian perjalanan mereka
“Pulang aja pak!” jawabannya sangat lelah dan mencoba menyandarkan tubuhnya
Sarah terlihat lelah, tapi bukan karena perjalanannya, tapi karena pikirannya yang terus berjalan dan tak mengerti.
Saat makan malam, Andre melihat perubahan sikap Sarah yang seakan menghindarinya. mungkin Sarah mulai menyadari perasaannya. Hanya itu yang ada di pikiran Andre.
“Kamu ingin menanyakan kenapa foto Susan gak ada lagi?” Andre menoleh ke Sarah yang menyiapkan meja makan
Sarah pun menoleh ke Andre.
“Aku menyimpan semuanya, takut kalau kalau suatu saat mamah datang mendadak” jelasnya pelan
Sarah pun tersenyum lega mendengar itu.
“Aku hanya takut, hubungan kamu dan Susan berantakan, atau kita diketahui sama dia...” jawab Sarah
Andre hanya tersenyum dipaksa mendengar kata kata Sarah.
“Aku sering ngehubungin dia kalau di kantor, kadang juga tengah malam, soalnya waktu kita kan selisih jauh” ucapnya mengisi gelas air
Sarah benar benar lega. Tadinya ia khawatir Andre menjauh dari Susan karena kehadirannya. Akhirnya sikap Sarah pun kembali seperti biasa. Andre pun berusaha menahan diri agar tidak terlihat menunjukkan perasaannya saat bersama Sarah.
----------------
Suara berisik dari mixer dan blender Sarah terdengar riuh di dapur. Ia sekarang seperti seorang baker. Sering mencoba bermacam resep resep baru yang di temukan. Hari itu ia mencoba membuat cake lemon. Sesekali Andre melihat Sarah yang sibuk sendiri dan memotretnya. Ia tersenyum sendiri saat menulis caption pada story potretnya, ‘ngawasin cheef baru’ lengkap dengan icon hati.
Saat Sarah mencoba memeras jeruk lemon, ia ingin melihat ukuran pada gelas takar kecilnya, tapi tiba tiba cipratan air jeruk mengenai matanya.
“Aaaghhh!” teriaknya
Sarah pun menjatuhkan pemeras jeruk dan terdengar jelas suaranya.
“Sayang.. kenapa?” Reflek Andre berlari mendatangi Sarah yang kini menutup matanya dan berusaha menahan sakit
“Aakhhh!” keluh Sarah hanya bisa mengibaskan tangannya.
Andre pun langsung berlari menghampiri Sarah. Ia sangat panik.
Sarah masih memejamkan matanya karena terasa sangat perih.
__ADS_1
“Katakan apa yang sakit? Mata kamu kenapa?” Kini Andre memegang bahu Sarah dan melihat ke mata Sarah yang tertutup rapat
“Mataku kena air jeruk” ia tidak bisa mengusap mata karena tangannya yang masih kotor bekas lemon
Andre membimbing sarah menuju washtafel, dia membantu membersihkan mata Sarah.
“gimana?” tanya Andre
“masih perih!” keluhnya mengedipkan matanya.
“Akhhhh!” Sarah kembali teriak kaget karena merasa tubuhnya melayang digendong ala bridle style.
Andre pun membawa Sarah ke sofa tengah.
“Bentar aku ambil tetes mata!” ia membaringkan Sarah dan bergegas pergi
Sarah hanya bisa mengipas ngipaskan tangan berusaha menahan perih di matanya. Andre pun datang membawa tetes mata.
“Sini biar ku bantu” Andre menyentuh pipi itu.
Ia membantu meneteskan pada mata Sarah yang membuat posisi mereka begitu dekat. Sarah kembali menutup matanya.
“Masih perih?” bisiknya.
Sarah merasakan Suara Andre terdengar begitu dekat dengan wajahnya membuat detak jantungnya kembali memacu. Nafas itu terasa hangat di hidungnya.
“Hemm..” ia mengangguk pelan
Andre meniup mata Sarah. Sarah merasakan detak jantungnya semakin berpacu. Karena posisi Andre yang sangat dekat dengannya, ia bahkan bisa merasakan nafas Andre di wajahnya.
Perlahan Sarah membuka mata. Matanya berair karena tetes mata dan air mata. Andre yang melihat matanya pun langsung bertemu tatap, saat itu Andre menatap Sarah dengan pandangan seolah mengatakan sesuatu. Binar mata itu terlalu jelas menyatakan perasaannya hingga mampu terbaca oleh Sarah.
Jantung Sarah semakin berdetak kencang, tatapan mata Andre, wajah dan nafasnya yang sangat dekat membuat dia seakan lupa siapa dia dan Andre. tapi Sarah masih merasakan matanya yang panas, ia pun menutup kembali matanya. Sedang Andre mengartikan lain dari tertutupnya mata Sarah yang tadi sempat menatap manik matanya begitu dalam.
Perlahan Wajah Andre semakin mendekat, hingga benda kenyal itu mampu Sarah rasakan di bibirnya. Ia tersentak, tapi Andre mengecup bibir Sarah dengan lembut. Sarah terperanjat dengan ciuman Andre. sejenak Andre berhenti, tapi kemudian Dia mencium Sarah lagi dan Sarah pun seakan membalas ciuman itu. perlahan lummatan itu berbalas dan membuat Sarah ikut larut dalam kemesraan Andre.
Namun sedetik kemudian, Sarah menyadari kesalahannya. Ia membuka mata dan langsung mendorong tubuh Andre. Andre pun menatapnya bingung. Sarah pun mencoba bangun
“Mataku udah gak perih. Aku cuci tangan dulu!” ucapnya canggung, bahkan ia tidak berani menatap Andre yang masih duduk terpaku disana
“Sar?” panggilnya bingung saat Sarah berjalan menuju kamarnya.
Tapi Sarah terus masuk ke kamarnya. Andre pun termenung sendiri.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Nah sekarang udah gak nyuri lagi si Andre
__ADS_1
Kira kira habis ini gimana ya? hehehe