
“Sebaiknya kamu jangan terlalu berharap dengan project baru, apalagi kamu belum tahu betul prospek keuntungannya!” saran Sarah kembali menyeruput teh
Deg!
Hati Andre menatap kosong.
Keuntungan? Project itu keberuntungan dalam hidupku, aku menemukan ketulusan itu, dan aku ingin memiliki itu selamanya! itulah yang terpikir di dalam kepala Andre
“Kedepannya sangat bagus. Aku udah melihat masa depan disana... tapi sekarang sedikit khawatir, karena perusahaan pesaingku kembali melobi!” Andre tidak mampu menghabiskan sarapannya
Sarah menyandarkan dirinya di kursi, mencoba memahami Andre yang terlihat galau.
“Kamu sama pemilik project dekat? Maksudku saling mengenal baik?” tanyanya penasaran dan meletakkan kedua tangannya kembali di meja
“Dekat!” ucapnya menatap dalam mata Sarah
“Seharusnya kamu bisa melobi ke dia, coba aja menyinggung nyinggung masalah project lama. Dan liat bagaimana tanggapannya” sarannya
Jemari Andre sambil memainkan mulut cangkir kopinya dan sejenak melirik Sarah.
“Sudah, dan dia menegaskan itu, jika dia ingin bekerja sama karena alasan project lama itu”
“Kok rumit ya?” Sarah ikut memikirkan kondisi Andre
“Kalo pesaing kamu? gimana?” tanyanya lagi
“Partner lama yang sangat dekat dengan mereka” kembali menatap Sarah
“Kalo gitu kamu jangan terlalu berharap pada project baru ini, takutnya kamu kecewa dan rugi besar! Hanya itu yg bisa ku bilang. Soalnya hubungan kerja sama kalian ada ketidak jujuran dari kamu, jadi resiko akan lebih ke kamu..” jelas Sarah yang tidak bisa memberi solusi
Andre menghela nafas berat. matanya terus menatap Sarah. Seakan ingin mengatakan sesuatu yang dia pendam. Sarah masih tidak mampu mencerna pembicaraan Andre yang sebenarnya mengarah pada dirinya.
Seandainya kamu mengerti project baru itu kamu! benak Andre
Tak lama terdengar suara mobil Pak Budi tiba. Sarah pun bersiap diri untuk pergi. Andre membawa tas Sarah hingga ke mobil. Ia memberikan ke Pak Budi tapi Sarah mengambilnya.
“Gak usah taruh bagasi. Taruh sini aja”
Andre membuka pintu untuk Sarah dengan malas. Pak budi yang melihat Andre berat melepas Sarah seperti mengerti kesedihan Andre yang ditinggal istrinya.
Andre memeluk Sarah erat. Sarah hanya diam membiarkan itu. Mungkin karena Andre ingin menunjukkan kepada pak Budi, betapa berat ia berpisah dengannya.
Sarah tersenyum, Andre memang total melakoni kehidupan imitasi mereka. Sarah mengusap pundak Andre yang memeluknya.
“Aku benar benar berat melepas kamu hari ini” hati Andre seberat kata katanya.
“jangan pergi!” ucap Andre ketika pelukan itu semakin erat
__ADS_1
“Aku cuma bentar kok sayang!” Sarah melepas pelukan Andre, namun lelaki itu masih memeluk pinggangnya
Andre bukan merasa senang mendengar Sarah memanggilnya sayang, namun ia memahami, bahwa Sarah kembali menganggapnya sedang bersandiwara bersama.
“Nanti telpon aku kalo dah nyampe ya yang?” Andre menyentil ujung hidung Sarah dengan manja
“Hemm...” anggukan manja Sarah mengisyaratkan kemesraan yang hangat
Andre pun seperti biasa mengecup kening Sarah sebelum berpisah. Dia melambaikan tangan dengan senyuman mesra. Sarah pun meluncur meninggalkan rumah itu.
Sesaat dia berbalik menatap Andre yang masih berdiri melihatnya. Sarah termenung saat di perjalanan. Dia memikirkan tekanan yang dihadapi Andre. Dia pasti sangat memerlukan Susan saat ini, tapi sepertinya hal itu tidak mungkin karena jadwal kerja Andre yang sangat padat.
Ia teringat dirinya disaat kuliah. Berbagi waktu dengan pekerjaan pekerjaan yang harus ia kerjakan demi membiayai kuliah.
Kini Sarah tak lagi khawatir dengan hidupnya. Dia memiliki pekerjaan tetap yang mampu menopang semua kebutuhannya. Namun Andre berjuang bukan sepertinya, dia berjuang demi ambisi besar yang ingin ia capai bersama kekasihnya kelak.
Sarah meminta Pak Budi berhenti pada salah satu kedai kue. Ia membeli beberapa cake. Saat membuka dompet, terlihat kartu kredit yang diberikan Andre padanya.
Kenapa kamu selalu menolak fasilitas yang ku berikan?
Sarah teringat kata kata Andre pagi ini. Ia pun batal membayar dan kembali ke etalase untuk memilih dua jenis cake lagi. Cheese cake dan choco cake! Ia pun membayar menggunakan kartu kredit yang diberikan Andre. Pak budi membantu membawa cake yang dibeli Sarah. Dia memasukkan dengan hati hati ke dalam bagasi mobil.
Sarah pun tiba di tempat kerjanya. Pak budi bergegas turun untuk membukakan pintu untuk sang nyonya. Tak sengaja ada beberapa temannya yang melihat itu. melihat Sarah yang turun dari mobil mahal dan dengan seorang supir yang tampak begitu hormat padanya.
Pak budi pun membantu mengeluarkan cake yang tadi dibeli Sarah.
Pak budi tersenyum melihat istri pak Andre yang perhatian bahkan untuk karyawannya.
“baik bu” jawab pak Budi
“Tapi jangan bilang dari saya, bilang traktiran dari pak Andre aja!” Sarah kembali mengingatkan
“Ini buat pak budi sendiri, makasih udah nganterin saya!” ucapnya sangat tulus memberikan cake lain untuk Pak Budi.
“waduh! kok repot repot bu, saya senang bisa melayani keluarga bapak, Terima kasih bu, tapi Maaf sebelumnya bu! Kenapa saya tidak boleh bilang ini dari ibu?” Pak Budi penasaran
“Belum waktunya pak! Nanti saja orang orang tahunya!” jelas Sarah tersenyum
“Baik bu! Saya mengerti!” dia pun pamit untuk kembali
Sarah mengirim pesan ke Andre untuk menikmati kue dengan staffnya. Andre tersenyum melihat pesan dan foto kue yang Sarah kirim. Para staff pun merasa ada yang berbeda dengan atasan mereka hari ini. tak pernah mereka mendapat jamuan khusus seperti sekarang, apalagi pilihan cakenya begitu enak di lidah mereka.
‘makasih’ tulisnya dengan tanda hati
Sarah melihat ada yang lain di pesan itu. ia berpikir mungkin akan ditunjukan ke sang ibu.
‘lebih baik dari kue bikinan ku!’ balasnya
__ADS_1
‘enakan kue di rumah’ balas Andre lagi
‘enak apanya? Sering gagal gitu, maklum kurang peralatannya!’ balasnya dengan icon lelah dan senyum
Membaca pesan itu Andre berpikir sesuatu.
‘kira kira kamu berapa lama disana?’ tanya Andre
‘aku baru nyampe!’ balas Sarah dengan icon tertawa
Andre sibuk membalas chat Sarah. Dia hampir tidak fokus ke meeting pagi itu. wajahnya yang tadi pagi malas pun kini terlihat berbeda.
Ia pun menghubungi salah satu temannya di bidang interior. Meminta untuk merenovasi dapur mereka yang sederhana menjadi lengkap dengan semua peralatan dapur yang dibutuhkan Sarah.
Andre membayar lebih agar project dapur itu harus selesai dalam waktu satu minggu. Karena Ia ingin memberi Sarah kejutan ketika dia pulang.
Dalam waktu Seminggu dapur rumah mereka di renovasi. Andre pun memilih untuk tinggal di apartemen
untuk sementara waktu
Kembali beroperasinya perusahaan Sarah membuat dia sangat sibuk dan seakan tidak mempunyai waktu luang. Pembenahan di segala bidang. Belum lagi kasus mereka yang belum selesai membuat mereka harus bekerja ekstra. Sarah pun melupakan Andre yang justru menunggu setiap pesan pesan dan omelannya lagi. Jika dulu Sarah yang duluan mengirim pesan dan menghubungi Andre, kini justru sebaliknya. Andre lebih perhatian dan mengomel padanya jika Sarah begadang mengerjakan tugas tugasnya.
Perasaan Andre pun menjadi galau, Disaat dia ingin mendekat pada Sarah tapi Sarah justru sekarang terasa jauh.
Jumat sore Andre menghubungi Sarah apakah ia meminta untuk dijemput, Sarah mengatakan bahwa dia tidak pulang akhir pekan ini karena harus mengikuti peninjauan proyek baru mereka. Andre hanya mampu mengirim icon sedih membalas pesan Sarah.
Setelah selesai penandatanganan kontrak, Semua staff yang telah bekerja keras selama 10 hari ini pun di undang pada pesta perayaan atas suksesnya penandatanganan kerjasama tersebut yang diadakan di salah satu club besar di kota itu. Ada salah satu manager dari perusahaan partner yang mendekati Sarah. Memang akhir akhir ini mereka sering berkomunikasi untuk masalah penyempurnaan isi kontrak dan nego.
“Selamat ya Sar!” ucap Ido memberikan gelas minuman pada Sarah
“terimakasih! Selamat juga untuk anda! Tapi maaf, saya tidak minum!” Sarah menolak minuman yang memang mengandung alkohol tersebut.
“Ayolah! Cuma satu kali bersulang aja!” Ido tetap memaksa Sarah untuk mengambil minuman itu
“Maaf pak Ido, saya tidak bisa!” Tolak Sarah mengambil minuman cola dan mengajak manager itu bersulang
“Ya sudah!” Ido hanya menerima saja
Sarah memang tampil beda malam itu. dress cantik berwarna biru malam seakan membuat kulitnya lebih cemerlang. Dress tanpa lengan membuatnya semakin tampil seksi.
Mereka berpesta dan tertawa bersama malam itu. beberapa teman Sarah meminta dia untuk turun ke lantai dansa, Sarah pun tidak bisa menolak, meski terlihat kaku, ia hanya ikut tertawa melihat temannya yang melakukan self dance dan bersorak untuknya.
Tiba tiba tangan Sarah ditarik seseorang untuk keluar dari kerumunan itu dengan cengkeraman yang sangat kuat.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Kayanya udah bisa nebak siapa itu...
__ADS_1
Pertanyaannya, apa yang akan terjadi?