Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Menyukai Cemburumu


__ADS_3

Perasaan Sarah kembali tersentuh, Andre yang tadinya seakan tak ingin menikmati jajanan pinggiran, kini justru menghabiskannya hanya karena tak ingin Sarah memakannya karena takut maag Sarah akan kumat.


Tampan ku! Benak Sarah tersenyum melihat Andre meminum jus miliknya karena ia merasakan panas karena sedikit rasa panas.


Sesaat Sarah menoleh sekitar, Sontak senyumnya menghilang!


Begitu banyak wanita yang menatap ke arah Andre yang memang terlihat sangat tampan sore itu.  Sarah merasa kesal pada mata mata wanita yang tertuju pada suami tampannya.


“ayo Sayang! Kita udah selesai!” ucapnya berdiri


Andre yang masih menikmati jus itu pun menatap wajah Sarah yang kini sudah berdiri.


“kenapa yang? Kok mendadak kesal?” tanya Andre mampu membaca raut wajah Sarah


“aku udah kenyang, kelamaan disini juga gak baik buat kamu” jelasnya masih dengan wajah masam


Andre melihat sekitar, dia menyadari jika netra para hawa tertuju padanya. Andre kembali menatap Sarah yang kehilangan senyumnya sore itu.


“ya udah.. ayo!” Andre mengulurkan tangannya dengan senyuman. Ia menggandeng mesra Sarah yang membuat semua wanita disana merasa iri.


Sarah kembali menatap Andre dengan senyuman, mereka meninggalkan tempat itu seperti pasangan yang dimabuk cinta.


“aku menyukai sore ini! apalagi tempat barusan” ucap Andre tersenyum membahas tempat yang baru mereka tinggalkan beberapa ratus meter.


“iya! Kamu senang menjadi objek tatapan wanita kan?” ucap Sarah masih berwajah kesal membuang wajahnya menatap keluar jendela mobil.


Andre kembali tersenyum.


Kalau kamu cemburu gitu! Apa boleh sekarang aku mengatakan aku udah putus dari susan? Ah tidak!! Jangan ndre! Nanti dulu! Pelan pelan! Benaknya bicara sendiri sambil tersenyum


Tanpa Andre sadari Sarah menatapnya sedari tadi.


“segitu senangnya kamu?” tanya Sarah


Andre menoleh sesaat pada Sarah yang memang terlihat kesal. Ia kembali berpaling karena mereka telah memasuki persimpangan jalan


“kamu gak suka aku ditatap wanita lain? Apa itu artinya kamu cemburu?” tanya Andre masih memfokuskan pandangannya pada peralihan jalan.


Sarah seperti ditampar, pertanyaan Andre membuatnya tak bisa menjawab, kedua pertanyaan tersebut jelas menggambarkan satu situasi yang sama.


“kesel aja, kok kamu yang jadi perhatian, bukan aku!” kilahnya membuang muka merahnya kembali.


Andre terkekeh, ada rasa senang menggelitik di dada, ia berharap Sarah sering cemburu dengannya seperti sore ini.


“aku suka!” ucapnya pelan. Tapi sarah tak menoleh pada Andre


Seneng banget jadi objek pemandangan wanita, sampai bilang suka lagi! Gumamnya kesal dalam hati. Ya! tanpa Sarah sadari dia memang cemburu!


Andre mengambil tangan sesaat, kembali mengecup punggung tangan itu.


“jangan marah ya! nanti kalau aku jadi objek pemandangan mereka lagi, kamu bertindak dong! Larang mereka, bilang jangan liat liat laki gue!” ucap Andre semakin senang.


Sarah terkekeh mendengar ucapan Andre. Senyum itu pun kembali terlihat.


Tangan mereka bertaut saat memasuki mall. Sarah tersenyum menatap tangannya yang di genggam Andre. kebahagiaan kembali terlukis dalam benaknya.


Senyum terus terkembang diantara mereka berdua, belanja dan bercanda. Sesekali Andre mengangkat tubuh Sarah ketika ia tak bisa mengambil barang yang berada di etalase yang lebih tinggi, tawa renyah mereka menggambarkan betapa bahagia mereka berdua.

__ADS_1


“sepertinya pengantin baru!” ucap seseorang menatap mereka.


Tak ada lagi problem, tak ada lagi ambisi, tak ada lagi bayang bayang Susan, tak ada kontrak maupun tante Dilla, yang ada hanya mereka berdua.


Andre mengajak Sarah ke salah satu counter pakaian, memilih banyak jenis pakaian untuk Sarah. meski Sarah menolak, ia bersikeras.


Sarah mengganti pakaian miliknya untuk makan malam bersama.



“bagus?” tanya Sarah pada Andre saat selesai berganti.


“cantik!” tatapan Andre sangat jelas mengagumi Sarah


“syukurlah, kalau tidak, suamiku akan malu” ucapnya tersenyum dan dibalas senyuman Andre yang sangat manis


Kenapa senyum kamu sekarang terlihat beda Ndre? Benak Sarah menyadari tatapan Andre.


“ayo! Masih sempat ke salon” Andre mengulurkan tangan


“salon? Gak ah..” tolak Sarah


“kamu pasti perlu perawatan kan?” tanya Andre


“gak perlu, aku bukan tipe cewek yang senang nyalon, aku ke salon Cuma buat creambath aja atau potong rambut”


“itu kan dulu, sekarang beda! Kamu istriku .. jadi biasakan nyalon” jelas Andre


Sarah menatap aneh dan mengangkat satu keningnya.


“tadi kamu makan apa? Kok rada aneh sore ini?” tanya Sarah


Andre tertawa menanggapi kata kata Sarah


“kayanya jus kamu tadi terkontaminasi..” jawab Andre


Sarah pun ikut tertawa.


Ia pun menuruti keinginan Andre. Andre dengan sabar menunggu Sarah disana hingga selesai. Namun adegan menjadi pusat perhatian kembali terjadi, dan hal itu kembali membuat wajah Sarah kembali di tekuk.


Berbeda dengan Andre, senyumnya semakin lebar karena ia menyukai kecemburuan Sarah padanya.


Mereka makan malam di cafe XXXX tempat mereka pertama bertemu. Obrolan ringan pun terjadi, tawa dan senyum menjadi penghias di antara setiap suapan makan mereka.


Sepasang mata terus mengawasi pasangan yang terkesan penuh cinta. Mata itu terus memperhatikan senyuman Sarah. sesekali Andre melirik pada lelaki yang terus menatap Sarah. perasaan curiga mulai terpercik di dalam hatinya.


Andre memberikan potongan steak pada Sarah, sedang Sarah menatapnya ragu.


“ada yang ngawasin kita” bisik Andre sambil tersenyum


Sarah membuka mulutnya dan menerima suapan Andre. Sarah pun membalas dengan menyuapkan salad untuknya dan disambut dengan senyum penuh cinta.


Sarah ikut memotong steak di mejanya sambil berbisik pada Andre


“siapa?” tanyanya


“mungkin suruhan kakek” Jawab Andre yang seakan sibuk memotong steaknya.

__ADS_1


“cewek apa cowok?” bisiknya


“kalau cewek kamu cemburu lagi kan?” goda Andre


“kalau cowok aku suka” jawab Sarah tak mau kalah


“kakek hanya mempekerjakan cewek untuk pengawalan mamah” jawab Andre


“wah, berarti cowok! Ternyata keluarga kamu penguntit!” ucap Sarah


“moga kamu gak” lanjutnya lagi


Andre terkekeh dan tersedak mendengar ucapan terakhir Sarah


“aku bukan tipe orang seperti itu” jelasnya tersenyum mengambil minum.


Mereka pun makan malam penuh dengan kemesraan.


Saat Sarah menunggu Andre yang ke toilet, seorang lelaki mendekatinya.


“Sarah!” suara serak seorang lelaki menyapa Sarah yang datang dari belakang.


Saat Sarah menunggu Andre yang ke toilet, seorang lelaki mendekatinya.


“Sarah!” suara serak seorang lelaki menyapa Sarah yang datang dari belakang.


Sarah menoleh pada sumber suara. Seseorang yang dulu sempat mengisi hatinya kini berdiri di hadapannya.


“Gio?” jawab Sarah tak percaya akan pertemuan yang tak ia duga.


“ternyata benar kamu!” ucap lelaki itu mendekat.


Sarah merasa canggung


“kamu cantik banget sekarang” lelaki itu semakin mendekat dengan senyuman


Sarah masih mematung karena bingung ingin mengatakan apa. Jantungnya masih berdetak kencang seperti dulu, lelaki dari masa lalu yang dulu telah mengisi hatinya kini berdiri di depannya menatap dengan senyuman dan terlihat begitu sempurna.


“apa kabar?” ulur tangan sang lelaki


“baik” Sarah menyambut dengan senyuman


“kamu cantik sekali sekarang Sar” puji Gio lagi masih menggenggam tangan Sarah


Sarah kembali tersenyum.


“mungkin kalau aku cantik, dulu kamu gak akan malu jalan dengan ku ya?” senyum Sarah dengan mimik membalas saat menarik tangannya.


Gio terdiam. Ia tak mampu mengingat masa lalu yang menyebabkan dia dan Sarah putus, seingat dia Sarah lah yang memintanya untuk putus tanpa alasan.


Sepasang mata cemburu menatap interaksi dua insan yang kembali bertemu setelah sekian lama. Hatinya memanas, darahnya mendidih, nafasnya tercekat dan sesak. Senyum Sarah pada lelaki itu seakan membutakan matanya.


Andre berjalan cepat mendekati Sarah.


“Sayang” sapa Andre langsung merangkul pinggang Sarah dan menarik dalam rangkulannya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2