Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Jangan Mandi dulu


__ADS_3

Pagi itu Sarah terbangun dengan malas. Ia mencari cinta yang seharusnya berada di sampingnya, namun tak ia temukan. Ia membuka matanya dan tidak menemukan Andre di ranjang mereka. Sarah melihat sekitar dan sang suami memang tak berada disana.


Seperti biasa, setiap ia membuka mata, maka mual itu mulai terasa. Sarah berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semuanya.


Hoeeekkk Hoeeekk Hoeeekk..


Sarah berusaha mencari baju Andre yang belum cuci di kamar mereka, namun sayangnya tidak ada satu pun baju kotor Andre di dalam kamar itu. Sarah mencoba bangkit, mual itu terus mengocok perutnya. Ia kembali mengeluarkan isi perutnya.


Kondisi Sarah semakin lemah. Lututnya lemas setelah mengeluarkan semuanya, ditambah lagi karena lelah akibat aktifitas malam mereka membuatnya seakan tak bisa bergerak dari depan toilet.


Kepala Sarah terasa berputar, diiringi rasa putaran perutnya yang kembali meminta dikeluarkan.


Ia kembali memejamkan mata, rasanya tak mampu lagi, tapi mual itu terus menuntut, muntah dan muntah, tapi tak ada lagi yang bisa ia keluarkan, hanya cairan kuning dan membuatnya semakin tersiksa.


Pintu kamar terdengar terbuka, mendengar Sarah di kamar mandi yang muntah, Andre berlari.


“Sayang!” ia mendekati Sarah yang masih duduk lemas di depan toilet


“Huekkk huekkkk ..” Sarah masih mencoba mengeluarkannya


Andre memijat tengkuknya dan memegang rambut Sarah


“Sayang....!” ucap Andre merasa kasihan dan sedih melihat Sang Istri


Sarah duduk sebentar merasakan perutnya, tangannya mencoba membersihkan mulutnya dari sisa sisa muntahan. Aroma Andre yang barusan mendekat seakan membuat ia mampu membuka mata.


“mas!” tatapan Sarah yang sayu seakan begitu menderita.


“sayang!” Andre menariknya ke dalam pelukannya


Aroma khas Tubuh Andre dan keringatnya sangat membuat Sarah tenang. Rasa pusing dan mual itu seakan menghilang tiba tiba. Memang terkesan aneh, tapi setiap wanita hamil memang memiliki keunikan tersendiri saat mereka mengandung.


Andre menggendong tubuh Sarah yang lemas untuk kembali ke ranjang. Sarah melingkarkan tangannya di leher Andre. saat Andre meletakkan Sarah di tempat tidur, Sarah justru mempererat pelukannya. Ia mencium aroma tubuh Andre terus menerus.


“Sayang? aku berkeringat ini!” Andre masih membungkuk karena Sarah yang memeluknya


“Tunggu sebentar! Kalo nyium bau tubuh kamu, mual ku berkurang” ucapnya masih betah Memeluk Andre. Andre


pun diam membiarkan sang istri merasa nyaman, meski ia merasa tak nyaman karena keringatnya yang masih membasahi tubuhnya yang baru saja kembali dari aktifitas joging paginya.


Pagi itu Andre memilih berolah raga untuk menurunkan keinginannya pada tubuh sang istri yang sepanjang malam memeluk bak sebuah guling.


Andre pun melepaskan pelukan Sarah, ia duduk bersandar dan menyandarkan tubuh Sarah padanya.


“sini!” pintanya pada Sarah menyandarkan kepalanya di dada Andre yang kekar. Sarah memejamkan mata seakan


menikmati aroma masakan sedap yang membuatnya semangat.

__ADS_1


Sarah mengangkat kepalanya menatap Andre. mata mereka kini bertemu.


Cup! Kecupan singkat Andre daratkan di bibir Sarah.


“Kamu jangan mandi dulu!” pinta Sarah masih terlihat pucat


Andre membuka mulutnya saat mendengar Sarah mengatakan permintaannya. Ia yang dari tadi sudah begitu gerah setelah berolahraga, kini istrinya meminta ia untuk tidak mandi dulu. Andre hanya mengerjapkan matanya melihat cintanya yang kini seakan begitu nyaman di dekatnya.


“Apa kamu seperti ini setiap pagi?” tanya Andre merasa bersalah


“Hhmm...” ucapnya masih memejamkan mata menikmati momennya sendiri


Hati Andre sakit, jika seperti tadi, berdiri saja Sarah tak mampu karena lemas, bagaimana jika dia sendiri? tangan Andre terus membelai kepala Sarah, sedang tangannya merangkul pundak sang istri.


Usapan itu begitu nyaman, belaian itu begitu menenangkan, jika biasanya Sarah membutuhkan berjam jam untuk menghilangkan pusingnya, kali ini pusing itu telah pergi, mual itu pun sirna, yang ada hanya rasa nyaman


“Maafin aku!” kecup Andre di puncak kepala Sarah yang bersandar di dadanya


“Karena?” Sarah menanyakan maaf yang diucapkan Andre


“Karena aku gak berada disamping kamu saat kamu seperti tadi!” memeluk erat Sarah dan kembali menciumnya


“Aku yang salah, aku gak punya keberanian mengatakan semua itu, aku hanya berpikir aku ...” Ia membenamkan wajah pelukannya


Andre terus mengelus lembut pundak istrinya. Ia seakan menenangkan cintanya. Saat ini mereka menikmati momen mereka. tak ada gairah, tak ada hasrat, hanya cinta! Ya! hanya cinta yang kini mereka rasakan, hanya kebahagiaan dalam keheningan saat kedua tubuh itu saling memeluk.


“Anak kita lapar sayang!” ucapnya yang dilanjutkan dengan kecupan di dahi Sarah yang menatapnya.


Sarah hanya tersenyum dan Suara perut itu seakan berlanjut.


“Kamu ingin sarapan apa?”


“Hhmm.. bubur ayam!” jawabnya dengan mata berbinar


Sepertinya sedari tadi pikiran Sarah langsung mengarah pada makanan yang ia inginkan.


Andre menatapnya dengan bingung dan berpikir


“Kenapa?” Senyum Sarah menghilang menatap Andre yang terlihat berpikir


“Aku gak pernah masak” jawabnya menaikkan sedikit alisnya pertanda ia mengeluh sedih tak bisa memasak untuk sang istri


Sarah pun tertawa dan bangun dari pelukan Andre. ia duduk bersila menatap suaminya yang masih bersandar.


“Aku jarang masak karena gak terlalu tahan nyium bau masakan, aku biasanya beli di ujung persimpangan” jelasnya


Andre duduk bersila dan mengambil kedua tangan Sarah. ia mencium kedua tangan itu berkali kali dan terus tersenyum.

__ADS_1


“Ya sudah aku mandi dulu!” Ucapnya kembali mencium cepat bibir Sarah dan ingin beranjak turun dari ranjang


“Jangan! Belikan dulu!” tatapnya protes


Andre berbalik menatap istrinya dengan bingung, ia merasa aneh dengan sikap Sarah yang berbeda. Sarah menatap balik ke Andre dan menaikkan kening kirinya seakan bertanya kenapa menatapnya. Andre tidak bertanya ia hanya mengangguk menuruti permintaan Sarah. Sarah pun langsung tersenyum manja. Ia tidak pucat lagi.


Andre pergi membeli bubur yang Sarah inginkan, sedang Sarah membersihkan dirinya. Ia menunggu Andre di ruang tengah dengan cantik.


Andre membawa dua porsi bubur dan memberikan pada Sarah.


“Cantiknya istriku!” ucap Andre mendekat dan kembali mendaratkan ciuman di bibir yang kini terlihat lebih seksi akibat ulahnya.


Sarah mendorong tubuh Andre pelan melepaskan ciuman yang mungkin akan berujung pada aktifitas yang menuntut.


“Ini sayang! Kamu siapin mejanya, aku mandi dulu!” ucapnya meninggalkan Sarah dan ingin ke kamar mereka


“Tunggu!” tahan Sarah kembali


Andre membalikan badannya dan menatap Sarah.


“Jangan mandi dulu! Aku mau sarapan!” ucapnya masih berdiri memegang bungkusan bubur.


Andre membuka kembali mulutnya seakan tidak percaya apa yang barusan istrinya katakan, ia ingin sarapan apa hubungannya dengan dia yang mandi atau tidak.


“Kok gitu liatnya?” Sarah protes melihat Andre yang menatapnya seakan aneh, sensor sensitifnya mulai terlihat menyala.


“Sayang! Aku mandi dulu, lalu kita sarapan! Lagian buburnya masih panas kan?” Andre mendekati Sarah dan berdiri dibelakang Sarah kemudian memeluk erat wanita hamil itu. Mengecupi ceruk lehernya dan kembali mengecup pipi sang istri.


“Tapi kalo kamu mandi aku gak bisa sarapan!” protesnya menoleh dengan mata memelas


Andre Kembali mengecup pipi Sarah dan tersenyum mendengar keanehan istrinya


“Ya sudah! Kita sarapan!” Andre mengambil kembali bubur yang masih di pegang Sarah


Sarah dengan semangat berdiri dibelakang Andre yang menyiapkan bubur. Sebenarnya ia ingin sekali memeluk Andre dari belakang, tapi ia malu. Andre merasa Sarah yang berdiri di belakangnya, Andre meletakkan mangkok dan berbalik tiba tiba,  hal itu membuat Sarah terkejut dan sontak  mundur. Andre menariknya dan memegang pinggang Sarah.


“Sini!” Ucapnya menarik Sarah dalam pelukannya


Sarah hanya diam ia memejamkan mata menikmati aroma yang keluar dari badan Andre


“Aku sangat bersyukur dengan semua ini. Aku sangat berterima kasih kepada tuhan yang telah mempertemukan aku dengan seseorang yang sekarang memenuhi hatiku. Memberikan ku kebahagiaan dan memberikan ku anugerah untuk menjadi seorang ayah. Aku sangat mencintai kamu sayang!” memeluk erat Sarah


Sarah hanya tersenyum dengan mata berkaca kaca, ia terisak mendengar ucapan Andre. ia tidak menyangka suaminya itu memendam perasaan begitu dalam.


Andre mendengar isakan Sarah melepaskan pelukannya dan menatap mata Sarah yang basah. Ia meletakan tangannya di pipi Sarah dan menyeka air matanya.


“Apa yang membuat mata ini basah?” tanyanya masih memegang pipi Sarah

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2