
Selama di perjalanan, pikiran Sarah semakin kacau, rasa sakit tubuhnya sisa percintaan mereka masih ia rasakan. Bayangan keindahannya menari dalam kepalanya, tapi hatinya terasa begitu sakit. Ia telah jatuh pada suami palsunya, dia tahu jika akhirnya ia sendiri yang akan terluka, tapi ia telah kalah dengan hatinya.
Perlawanan pada perasaannya selama ini justru telah tumbang ketika Andre memberikan sentuhan itu tadi malam.
Tangis Sarah terdengar. Isaknya begitu menyakitkan. penyesalan itu semakin dalam. Sesal ketika semua sudah terlambat.
Tak apa Sarah! lagian kamu nanti juga janda! ia mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Kelak jika ada seseorang mencintai kamu dan menikahi kamu, maka sewajarnya kamu udah gak perawan lagi karena status kamu nanti!
Ia terus berdamai dengan benaknya sendiri
Helaan nafas terhembus ketika langkah pertama ia menuju kamar kost yang telah ia kontrak. Sarah memandang sekitar tempat kecil itu, ia kembali menjadi Sarah.
Setelah ini, apa yang akan terjadi? Pertanyaan itu muncul dalam kepalanya.
Sebuah pesan terlihat, pesan Andre menanyakan apakah ia telah sampai di tujuan. Tapi Sarah hanya membaca pesan itu. sepertinya Andre telah menganggap kejadian itu menjadi mimpinya. Hanya benak itu yang bisa menguatkan Sarah.
Andre melihat pesannya telah terbaca, ia terus menatap layar ponselnya menunggu Sarah mengetik sebuah pesan, tapi tulisan online itu tak pernah berganti, hingga akhirnya tulisan itu hilang pertanda ia telah menutup aplikasi chatingnya.
Helaan nafas itu kembali terdengar di tengah meeting, pikiran Andre saat ini kosong, ia tak berada disana. Pikirannya hanya pada Sarah dan Sarah
Apa dia akan membenciku?
Apa dia akan kembali ke Daren?
Aku kan tidak memerkosa dia?
Dia juga menikmatinya!
Kembali bayangan indah tubuh Sarah menari dalam kepala Andre. Bayangan yang sangat menyiksa baginya, karena bayangan itu yang akan selalu membuat hari harinya pedih.
Begitu juga dengan Sarah, ia tidak mampu melupakan malamnya bersama Andre. Tapi ia menyesali semua itu, karena Andre bukan miliknya.
Andre mendiamkan Sarah dalam beberapa hari ini. Ia kesal dengan penyangkalan Sarah tentang hubungan satu malam mereka.
Saat akhir pekan, Andre berharap Sarah akan kembali ke rumah, Tapi ia salah, Sarah tidak kembali. Beberapa kali Andre ingin menghubunginya tapi ia batalkan. Ia masih bingung menggunakan alasan apa untuk meminta Sarah pulang.
Siang itu sang bunda menghubungi Andre dan tidak diangkat. Ia pun menghubungi menantunya untuk menanyakan keberadaan Andre. Sarah menjawab panggilan telpon sang mertua. Ia mengatakan bahwa ia sedang tugas di luar kota. Sang mertua pun mencurigai ada sesuatu diantara mereka.
Lebih dari seminggu sudah Sarah bekerja, ia dan Andre kini benar benar putus komunikasi. Andre merasa kacau dan sering tidak fokus. ia terus memikirkan Sarah yang kini justru tidak mempedulikan dirinya lagi.
Minggu ke dua, kondisi Andre terlihat tidak sehat. Kondisi itu efek dari jarangnya ia mengkonsumsi makanan dengan baik. Andre berusaha menyibukkan diri agar mampu menghilangkan bayang bayang sarah di dalam kepalanya.
Dulu saat bersama Susan, aku gak pernah mengingat kembali percintaanku dengannya, tapi dengan kamu! kenapa aku begitu sulit melupakannya? Kamu telah membiusku sayang! Benak Andre menatap foto Sarah yang sekarang ada di tangannya.
Siang itu Andre meminta pulang lebih cepat dan diantar oleh pak budi. Ia tak membiarkan sang atasan mengendarai mobilnya sendiri.
“terima kasih pak!” ucap Andre berjalan memasuki rumahnya.
Pak budi menatap sedih pada Andre. ia tak melihat sang nyonya sudah lebih dari seminggu, Dan melihat sang atasan terlihat selalu tak semangat.
“apa mereka bertengkar?” ucap Pak Budi ikut sedih melihat kondisi suami istri tersebut
Dengan inisiatif sendiri, Pak budi memberanikan diri berangkat menuju tempat Sarah.
__ADS_1
“maaf pak, saya udah bilang ke Mas Andre kalau saya belum bisa pulang” ucap Sarah saat mendatangi Pak budi.
“bapak sakit bu!” ucapnya dengan tatapan sedih
“apa?” Sontak wajah Sarah cemas
Sarah mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Andre, tapi ternyata ponsel itu sedang dalam posisi mati.
“tadi bapak pulang siang, udah seminggu ini bapak makannya gak teratur bu, karena setiap saya antar pulang, bapak selalu kelaparan karena gak makan siang” jelas Pak budi.
“ya sudah! Bentar pak, saya ijin pulang dulu” ucap Sarah beranjak.
Sarah memasuki rumahnya yang terlihat gelap, hanya remang cahaya dalam kamarnya yang terlihat. Perlahan ia membuka kamar tersebut. terlihat Andre yang meringkuk di dalam selimutnya.
Bayangan percintaan mereka kembali menari di kamar itu. Sarah menggelengkan kepalanya mencoba menghapus. Ia mendekati Andre yang terbaring. Sarah menyentuh kepala Andre. dan Dia memang demam.
Ia mengompres Andre dengan Handuk basah. Setelahnya ia meninggalkan Andre untuk membuat bubur. Sarah kembali ke kamar dengan membawa bubur hangat dan obat penurun panas.
“Ndre.. bangun!” Sarah mengoyang bahu Andre
“Andre .. bangun dulu” pintanya lagi
“ehhmmm..” gumaman itu terdengar malas.
Perlahan ia membuka matanya. Perlahan bayangan Sarah tertangkap matanya. Andre tersenyum. Wajah yang ia rindukan ada di depannya kini.
“bangun dulu! Minum obat!” ucap Sarah
Andre menatap mata cantik itu, tak ada tatapan kebencian dalam matanya. Andre pun berpikir ia sedang bermimpi.
Mimpi ku selalu kamu! benaknya terus menatap wajah itu
Sejenak senyum Andre menghilang. Ia ternyata tidak bermimpi, kemudian senyum itu semakin lebar.
“kapan kamu pulang?” tanyanya menyandarkan diri di sandaran ranjang.
Sebuah handuk basah jatuh. Andre menatapnya. Ia kembali menatap Sarah. Haitnya menghangat, ternyata Sarah sedang merawatnya. sesaat tubuh itu begitu segar, terasa sehat dalam seketika, jika demam begitu meniksa bagi orang lain, tapi lain dengan Andre, demam itu terasa indah baginya.
“tadi sore!” jawab Sarah singkat. Wajah itu masih datar, enggan menatap mata Andre. Dia seakan hanya sibuk menjadi seorang perawat seseorang yang sakit.
Sarah beranjak mengambil bubur untuk Andre.
“makan dulu! Habis itu minum obatnya” ucap Sarah menyerahkan nampan berisi bubur, air putih hangat dan obat
Andre menatap nampan itu tersenyum. Sakitnya terasa menghilang setelah merasakan perhatian Sarah.
“Terima kasih” ucapnya menerima
Sarah beranjak
“mau kemana?” tanya Andre melihat Sarah yang berdiri. Wajah Andre seketika cemas.
“Kamu makan dulu.. aku akan istirahat di kamar kamu” jawabnya menatap Andre hanya sejenak.
Senyum Andre menghilang.
__ADS_1
“maaf.. aku merasa nyaman disini” ucapnya
“tak apa.. kan kamar ini kosong!” ucap Sarah
“makan lah... jangan lupa obatnya, nanti aku kesini lagi” ucapnya beranjak berjalan menuju kamar ganti dan mengambil handuk serta peralatan mandinya.
Andre mengerti mengapa Sarah tak mandi di kamarnya sendiri, mungkin ia sedikit trauma dengan kejadian terakhir.
Andre menyantap malas bubur tersebut. meski terasa sangat lezat di lidahnya karena merindukan masakan Sarah, namun bubur itu seakan sulit ia telan karena sikap Sarah yang masih dingin padanya.
Andre masih menunggu Sarah kembali ke kamarnya, tapi Sarah tak kunjung datang. Hingga akhirnya ia tertidur karena efek dari obat yang ia minum.
Saat ia terbangun pada pagi hari. ia melihat sebuah catatan kecil yang tertempel pada ponselnya.
‘Air mandi udah aku siapin, sarapan di meja, jangan lupa minum lagi obatnya! Jangan kerja dulu! Istirahat yang cukup! Aku pergi!’
Tubuh Andre kembali lemas membaca pesan itu. Ternyata Sarah hadir bagai sebuah mimpi, datang sesaat memberi kehangatan dan menghilang kembali bagai sebuah bongkahan es dihatinya.
*
*
Hingga minggu ketiga sejak malam pertama mereka, Andre pun menyerah. Ia tidak bisa lagi menahan dirinya membiarkan Sarah yang kembali tak peduli padanya. Ia meminta Sarah untuk pulang. Tapi Sarah mengatakan bahwa ia terlalu sibuk dan tidak mungkin untuk pulang.
Andre pun mengutus pak budi untuk mengetahui keberadaan Sarah. Pak Budi datang menemui Sarah dan mengatakan bahwa ia diminta menjemput Sarah sore itu. Sarah menolak untuk kembali dan mengirim pesan pada Andre jika ia masih banyak pekerjaan.
Pak Budi pun kembali sendiri. Setiap Andre menelpon Sarah, ia tidak pernah mengangkat telpon dari Andre. ia hanya membalas pesan pesan Andre dengan mengatakan sibuk, sibuk dan sibuk.
Andre menopang dahi dengan kedua tangannya yang bertaut. Ia menatap ponsel yang menatap tulisan pesan Sarah
‘aku masih sibuk, nanti ya’ balas Sarah karena mereject panggilan Andre.
“sampai kapan kamu gini?” ucap Andre lelah
Ia tak menyangka, kepergian Sarah hari itu justru membuatnya menjauh.
Helaan nafas Andre menggambarkan betapa berat perasaannya saat ini. ia merasa tak mampu lagi menghadapi Sarah yang terus menghindarinya.
Siang itu Sarah mengikuti atasannya untuk mengadakan pertemuan dengan pihak pengontrak dimana mereka akan ikut tender masalah pengadaan material untuk project pembangunan salah satu gedung yang akan di dirikan di kota itu.
Saat memasuki gedung pertemuan yang diadakan di salah satu aula besar hotel di kota tersebut. Sarah bertemu dengan pak Teo
“Bu Sarah?” Pak Teo menyapa saat melihat Sarah yang berjalan dibelakang rombongan salah satu pengaju tender
“Pak Teo?” Sarah sedikit terkejut dan melihat lihat kembali ke rombongannya seperti tidak ingin diketahui oleh mereka.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Maaf jika banyak konflik dalam novel ini.. karena novel ini memang tentang konflik perasaan mereka di tengah pernikahan kontrak Andre dan Sarah. Konflik ini akan masih berlanjut hingga membuat celah orang orang yang ingin mereka berakhir muncul.
Kehadiran Daren dan Susan akan menjadi bumbu pedas pada saat mereka berdua begitu sulit meyakinkan diri mereka masing masing.
__ADS_1
semoga selalu suka ya kak..
Love You all