
Sarah memasuki kamar hotel yang dipesan oleh Andre. meski sang mamah bersikeras agar Andre membawa Sarah ke rumah mereka, tapi Andre dan Sarah menolak.
Seorang perwakilan WO yang ia pilih menemui mereka di kamar Sarah. Andre mengambil laporan konsep pernikahan mereka. Andre menunjukkan konsep pernikahan mereka yang akan dilangsungkan dalam dua hari.
Lelaki gemulai itu menyerahkan dengan lembut pada Andre karena sejak ia datang, tatapan matanya seakan menggerayangi tubuh Andre.
Sarah melirik sejenak pada lelaki gemulai tersebut. kemudian mendehemkan suaranya seolah tak terima Andre ditatap seperti itu.
“silahkan dilihat lagi, jika ada yang kurang bisa diinfokan lagi, karena persiapan sudah mencapai delapan puluh persen” lapornya
“terima kasih!” jawab Sarah dingin
Andre menahan dirinya agar tak tertawa melihat Sarah yang sedikit tidak menyukai lelaki gemulai tersebut.
Tiba tiba suara telpon lelaki tersebut terdengar pertanda suara panggilan.
“permisi sebentar!” pintanya berdiri untuk menerima teleponnya
“silahkan!” balas Andre lembut sambil tersenyum dikulum
Saat lelaki itu berada di balkon
“iih genitnya!” ucap Sarah dengan menggidikkan bahunya pada Andre
Andre pun tertawa karena sejak tadi ia tak kuat lagi menahannya.
“kamu tu kaya cemburu aja ma dia” ucapnya
“bukan! Tapi aku dari kecil emang gak suka sama lelaki kaya gitu” ucapnya seolah menyeramkan
“ayo kita lihat, biar dia gak lama liatin aku” bisik Andre
Sarah pun terkekeh kecil. Ia mulai membuka laporan tersebut dan melihat konsep penataan dan jenis dekorasi yang mereka gunakan.
“bukannya seharusnya kita menikah secara sederhana saja?” tanya Sarah pada Andre yang melihat kembali konsep pernikahan mereka.
“ini sudah sederhana.. Mamah malah maunya mewah dan megah, Cuma ku bilang kamu gak mau!” jawab Andre
“bisa aja kamu pake namaku” jawab Sarah
“kan mantu baru, mamah pasti nurut aja” jawab Andre
“kalau pernikahan kita sebesar ini, apa kamu gak takut teman teman Susan akan mengetahuinya?” jelas Sarah yang mengkhawatirkan hubungan Andre
“Susan hampir tak punya teman disini, mungkin hanya teman TK atau SD, karena ia selalu sekolah di luar negeri, jadi teman temannya semua disana” jelas Andre dan susan.
“ooo.. gitu” Sarah hanya mengangguk pertanda mengerti dan ber oh ria
“kenapa kamu sangat tidak menginginkan pernikahan kita diketahui orang orang disekitar kamu?” tanya Andre
__ADS_1
“buat apa? Biar nanti mereka gampang bergosip saat kita cerai?” tanya Sarah serius
“oo.. jadi karena itu!” jawabnya
“aku hanya tidak suka menjadi pusat perhatian, aku lebih menyukai menjalani hidup tertutup tanpa orang yang suka bergosip dan berprasangka buruk..” jelas Sarah
“sepertinya lingkungan kamu seperti itu” duga Andre
“aku telah hidup ditengah orang orang yang menyukai hal hal yang tidak penting seperti itu, mereka suka membicarakan orang lain dan menduga buruk semuanya, tapi saat mereka mengetahui faktanya mereka tidak meminta maaf atau mengatakan apapun”
“bukannya manusia memang seperti itu?” jawab Andre
“kamu mungkin iya.. aku gak!” jawab Sarah menjulurkan lidahnya mengejek Andre karena pembicaraan mereka semakin serius
“tuh.. diajak ngomong serius malah gitu dia” jawab Andre menanggapi kelakuan Sarah
“soalnya obrolan kamu berat, gak kuat aku” ucapnya
“berarti salah satu hal yang harus ku pahami.. kamu gak ngobrol hal berat, kaya baja, batu, terus.. semen.. teruss..” goda Andre
Sarah tertawa mendengar kata kata Andre. Andre memang lelaki yang lucu baginya.
Lelaki gemulai itu pun memasuki kembali ruang tengah hotel mewah tersebut.
“hal yang selalu membuat kami para WO semangat melakukan pekerjaan ini karena kami selalu melihat wajah wajah berseri dan bahagia pasangan yang akan melangsungkan pernikahan mereka” ucapnya tersenyum melihat Sarah dan Andre.
“terima kasih, kami sangat menghargai kinerja kalian” ucap Andre tersenyum
“ya kan sayang?” tanya Andre
“hemm.. tentu sayang” ucap Sarah kembali mencoba menahan tawanya
“kalian salah satu pasangan yang tidak tegang menjelang pernikahan mereka, lebih terlihat santai dan tak sabaran ingin segera ke pelaminan” komentar sang lelaki.
“benarkah? Apa kita terlihat seperti itu sayang?” tanya Sarah pada Andre menatap dalam mata Andre seolah ia memiliki seribu cinta untuk lelaki tampan tersebut
“sepertinya kamu terlihat seperti itu” Andre membalas tatapan Sarah dan membelai pipinya dengan lembut.
Lelaki itu pun hanya merasa menjadi seorang tanpa kasat mata disana
*
*
Pernikahan di laksanakan di sebuah hotel berbintang, semua tamu undangan hanya dari rekan bisnis Andre. pernikahan terkesan tertutup hanya mengundang rekan bisnis dan beberapa rekan kerja yang jumlahnya hanya sekitar lima ratusan orang.
Andre tidak ingin mengundang teman teman yang mengenal susan karena ia khawatir berita pernikahannya akan sampai ke telinga Susan.
__ADS_1
Sarah tiba ditempat pernikahan. Ia memasuki tempat tunggu untuk mempelai. Ada Andre yang sudah lebih dulu tiba disana. Ia memasuki ruangan itu dengan anggun. Andre seakan tidak percaya wanita yang ia kenal dengan wajah sederhana ternyata sangat cantik saat ini. Ia terlihat sangat berbeda ketika menggunakan make up. Tatapannya pun melekat, hingga Sarah menghampirinya.
“Kamu cantik” ucapan itu seperti keluar dari mulutnya tanpa terasa. Mata dan otaknya mengendalikan lidah itu hingga mengatakan hal yang membuat Sarah merasa bersemu.
Ia tak pernah mendapat pujian itu karena sejak kecil ia tak mengenal dunia make up.
“terima kasih” Sarah berusaha menjawab dengan santai dan senyum kecil
“Gugup?” tanya Andre yang merasa gugup saat mereka menunggu memasuki aula pernikahan
“Gak, aku santai! Mungkin karena ini semua soalah sesuatu yang tidak penting kali ya?” senyumnya berbisik
Karena bagi Sarah, tidak ada hal yang membuatnya gugup di pernikahan. Pernikahan itu hanya sebuah akting yang harus ia jalani, itu pun akting di depan orang yang tak mengenalnya sama sekali selain Yuni dan sang tante. Jadi baginya, semua seakan hanya pertunjukkan dimana ia tak perlu menampilkan akting yang sempurna.
“Aku sangat gugup!” jawabnya dengan ekspresi terlihat begitu jelas di wajahnya
“Hei.. relax! ini hanya..” Sarah menoleh ke kanan kiri dan belakang
“sandiwara!” bisiknya
Andre tersenyum mendengar itu
“Bukan karena pernikahan” bisik Andre
“tapi karena takut Susan tau!” lanjutnya
Sarah tersenyum. Benar yang Andre katakan, jika saat ini Susan datang, maka pernikahan hari ini sudah jelas pasti akan Andre batalkan. Hanya itu yang ada di pikiran Sarah.
“tenang aja! Kan kamu bilang kamu gak ngundang orang orang yang mengenal Susan?”
“iya! Tapi takutnya ada yang bikin caption di pernikahan ini dan menyebut namaku” jelas Andre
“jangan berpikir jauh dulu.. pikir dekat aja, mikir ntar kamu jangan salah nama” jelas Sarah
“lucu kali ya kalau nanti nama Susan yang ku sebut?” bisik Andre
Sarah tertawa
“terus aku pura pura ngamuk gitu!” ucapnya disela tawanya
Mereka berdua pun tertawa kecil karena menahan tawa mereka.
Kedua orang tua Andre yang melihat dari jauh tersenyum, mereka melihat mereka berdua memang sedang berbahagia. Meski yang mereka tertawakan bukanlah kebahagiaan mereka, tapi paling tidak di mata orang lain mereka tampak senang dengan pernikahan yang mereka hadapi.
Saat akad dilaksanakan, Sarah sedikit gugup karena ketakutan jika Andre salah menyebut namanya. Namun hal itu tak pernah terjadi. Dengan sekali tarikan nafas Andre melafalkannya dengan lancar. Dan kata sah sekaan menjadi kata pertanda mereka telah menjadi suami istri.
Saat ini mereka telah menunggu waktu ke acara resepsi yang sebentar lagi mereka laksanakan. Tiba tiba ada panggilan masuk pada ponsel Andre. ia pun mengambilnya dari dalam saku jas putih yang ia kenakan. Andre pun berkeringat.
__ADS_1
My love! Tertulis nama tersebut disana.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~