
Sarah berjalan sambil menangis. Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar hari ini. Ia merasakan sakit yang luar biasa di hatinya.
Aku telah di jual tante! Benaknya terus berkata.
Karena aku beban mereka, karena aku tak memiliki orang tua... kalian tega...
Semakin hatinya bicara, maka torehan pedih itu semakin sakit, perutnya terasa mengecil, dadanya tearsa sesak, tenggorokan terasa terikat. Sakit itu luar biasa.
“aku dijual!” gumamnya berjalan seakan tak melihat arah langkahnya. Pikiran sarah kosong, ia hanya melangkah tanpa berpikir, air matanya terus tumpah dalam diamnya. Sakit itu terlalu luar biasa.
Neek...! benak itu mengeluh ketika ia mengangkat kepala menatap langit yang begitu indah yang berhias awan awan.
Andre menghentikan mobilnya di depan Sarah dan turun berlari mendekati Sarah. Sarah melihat Andre dengan mata yang penuh dengan genangan air mata.
Dalam Seketika Andre menariknya dalam pelukannya, ia memeluk Sarah mencoba menenangkan sang
Istri yang terlihat seperti orang tak bernyawa, namun saat tubuh itu direngkuh, tangisnya pun pecah di pelukan Andre.
“Aaaa.... !! aaa....!!! aaaa!!!!!” suara tangisan itu pecah dan tersembunyi di dada Andre
Andre memeluknya erat, ia memejamkan matanya seakan ikut merasakan kepahitan yang Sarah alami.
Andre semakin erat memeluknya, mengusap puncak kepala yang kini membenam di dadanya, mencoba menenangkan Sarah. Namun Sarah terus menangis. Ia mengelus pundak dan puncak kepala Sarah dengan lembut, berharap mampu menghapus sakitnya saat ini.
“ssstttt.. sssttt” berkali kali Andre berusaha meredam tangis Sarah, tapi tangis itu terus pecah. Tangisan yang mengeluarkan semua rasa yang ia alami. Tangis yang tak bisa Sarah tahan, karena hanya dengan tangisan itu, ia mampu mengeluarkan semua sakit yang ia pendam.
Andre juga berkali kali mengecup puncak kepala Sarah yang bersandar padanya.
“jangan sedih, kamu memiliki ku” ucap Andre terus berusaha meredakan tangisan Sarah.
“Sssstttt.. sayang... ada aku .. kamu masih memiliki ku” ucap Andre lagi
Setelah beberapa menit, Usapan dan pelukan itu akhirnya mampu membuat Sarah mulai tenang, Andre merenggangkan pelukannya. Nafas Sarah terdengar teratur, isak tangisnya terdengar tipis dan menghilang. Hanya sesekali sisa isakan itu terdengar.
Ia mengajak Sarah masuk ke mobil dan pergi dari sana. Sepanjang jalan Sarah hanya diam. Ia tidak mengatakan sepatah kata pun, tapi air matanya terus saja menganak sungai.
Andre menggenggam erat tangan Sarah. tapi Sarah terus menatap keluar jendela. Matanya sudah membengkak karena menangis.
Saat sampai di rumah mereka, Sarah turun dengan dipapah oleh Andre. Dia seakan tidak memiliki tenaga lagi, terasa tak ingin hidup lagi.
Ia benar benar masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Wanita yang selama ini ia anggap paling menyayanginya dari semua orang, ternyata... !!
Sarah pun jatuh lunglai saat memasuki rumah, dia tak sadarkan diri. Andre menggendongnya ke kamar. Membaringkan dengan Perlahan, menyeka air mata Sarah yang basah di pipinya. Ia merasakan pedih di dadanya saat menatap wajah Sarah yang sembab.
‘pulang ke rumah ku sendiri’ Andre mengingat kata kata Sarah.
__ADS_1
“Pantas kamu pengen banget punya rumah sendiri!” bisiknya menggenggam tangan Sarah
Sarah pun terbangun karena genggaman tangan Andre. Andre mulai menyadari jika Hari mulai menjelang sore. Sarah bangun dari berbaring. Ia menyandarkan diri dengan bantal. Andre pun membantunya.
Ia menunduk seakan tidak mampu menatap wajah Andre. Perasaan memalukan yang dilakukan orang orang dekatnya seakan membuat dia kehilangan muka saat itu. Andre mengambil tangan Sarah.
“Lupakan semuanya! Lupakan semua itu. kamu disini sekarang.. hem?” Andre berusaha membujuknya, mencoba menenangkannya.
Sarah menatapnya dengan mata yang berkaca kaca
“Kenapa kamu gak bilang?” ucapnya lirih
“Karena aku gak ingin kamu kecewa, aku tahu itu akan melukai hati kamu...!” ucapnya dengan tatapan penuh kasih sayang dan membelai puncak kepala Sarah
“Aku gak sanggup liat kamu, aku malu!” Sarah kembali menunduk menangis
“Ssttttt...” Andre menarik Sarah ke dalam pelukannya
Membelai bagian kepala Sarah dengan lembut.
“Aku rasanya ingin mati aja..” keluhnya lagi
“Demi tuhan jangan lakukan itu sayang! Aku gak sanggup hidup kalau kamu ninggalin aku!” Andre memeluk erat Sarah, Sarah pun memeluk erat Andre.
*
*
Malam mulai menyelimuti bumi, tapi Sarah masih diam dan tak menginginkan apapun. Andre membawa makan malam untuk Sarah di kamar. Tapi ia tetap menolak. Makanan itu tak tersentuh.
“Sar..! please.. makan dulu, aku takut maag kamu kumat!” Andre meminta Sarah yang berbaring memunggunginya dan memeluk erat gulingnya
“Aku gak lapar!” ucapnya pelan
Andre membujuk Sarah untuk bangun
“Paling tidak minumlah... please!” Pinta Andre lembut
Sarah bangun dan meminum air putih yang diberikan Andre.
“Aku ingin sendiri!” meminta Andre pergi
“Makan dulu! Baru aku pergi dari sini!” paksa Andre
“Nanti ku makan!”
__ADS_1
“Sarah..!” Andre meminta lembut
“Please.. aku bener bener pengen sendiri!” bisiknya
Mata dan wajahnya begitu bengkak, ia menangis sepanjang sore. Andre tidak tega melihat itu. ia pun mengalah pergi keluar meski dengan perasaan khawatir.
Andre tidak bisa tenang. ia seperti orang yang mondar mandir tidak karuan. Bahkan saat tengah malam. Andre masuk dan melihat keadaan Sarah. ia sudah tertidur pulas. Mungkin karena terlalu lelah menangis.
Andre mengambil nampan makan malam yang tadi ia letakkan, sama sekali tidak disentuh oleh Sarah. ia pun meninggalkan kamar itu dengan langkah perlahan.
Pagi mulai menyelimuti bumi, rintik hujan gerimis seolah membuat semua orang malas untuk beranjak dari tempat tidur. Andre yang terbangun melupakan hawa dingin pagi itu. ia langsung beranjak dari tempat tidurnya memasuki kamar Sarah untuk melihat keadaannya.
Terlihat Sarah meringkuk dalam selimut tebal, bahkan separuh wajahnya tersembunyi dibali kain tebal itu.
Andre tersenyum, mungkin karena terlalu dingin, Sarah malas untuk beranjak bangun! Pemikiran Andre
Andre pun membiarkan sang istri meneruskan tidurnya. Dia memilih pergi untuk bersiap pergi ke kantor pagi ini.
Andre memesan sarapan bubur untuk Sarah dari salah satu aplikasi online di ponselnya. Setelah ia selesai mandi, pesanan bubur itu sudah ia terima. Andre kembali meletakkan bubur di atas meja makan mereka. berharap jika Sarah bangun, ia tak perlu membuat sarapan.
Andre suap siap berangkat kerja, ia bahkan sudah memegang kunci mobil dan bersiap untuk keluar. Tapi ia teringat kembali dengan Sarah yang masih tertidur.
Ia ingin pamit pergi kerja pada istrinya itu dan membawa bubur Sarah ke kamar. Saat Andre memasuki kamar Sarah, posisi Sarah masih belum berubah. Ia masih meringkuk seperti saat sebelumnya. Andre mendekatinya.
“Sar... ! Sarah!” memanggil dengan lembut, namun sepertinya tidur itu terlalu nyenyak.
Andre mengulurkan tangan menggerak gerakan bahu Sarah, tapi tubuh itu tak bergerak sama sekali, tidak merespon suara maupun sentuhan lembut itu.
“Sayang bangun dulu!” ucapnya lagi
Namun Sarah masih tak bergeming. Mata Andre membulat, serangan kegugupan mulai melanda tubuhnya, menyadari tak ada gerak sama sekali pada tubuh yang ada di depannya.
“Sarah! sar..?” Andre mulai panik karena tidak ada respon dari Sarah sama sekali
Andre membalikan tubuh Sarah yang meringkuk membelakanginya. dan....
"Saraah!!!!" Suara Andre syok!
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih untuk kakak2 yang sudah ngasih vote mingguannya yang hanya sekali seminggu buat karya recehku..
terima kasih untuk yang sudah kasih semua bentuk dukungan, baik vote, Komentar, Like & Gift ..
Semoga kakak semua selalu diberi keberkahan dan kesehatan oleh Allah SWT.. amin🤲
__ADS_1