Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Pillow Talk


__ADS_3

Malam mulai menyapa, Gangguan dari sang asisten semakin menggila, datang dan terus membujuk agar Andre kembali ke ibukota, dengan berdebatan dan setengah pertengkaran, akhirnya sang kakek menyerah membujuk sang cucu, namun masih dengan sebuah syarat.


Andre harus kembali ke ibukota besok paginya!


Kini Andre dan Sarah berbaring miring saling menghadap, mereka meresapi kebersamaan mereka. kedua manik mata itu saling bertemu, memancarkan perasaan yang tak bisa dia gambarkan karena terus dibawa berdansa diatas lantai kebahagiaan yang tak mampu mereka ungkapkan.


“Ayolah sayang..” bujuk Andre lembut


“mas.. nanti.. aku pasti akan nyusul kamu kesana.. tapi nanti” jawab Sarah


“apalagi?”


“paling gak, aku harus mengundurkan diri dulu, mencari penggantiku dulu, aku gak mungkin mundur gitu


aja.. gak enak sama pak Hilman” jawab Sarah


“itu gak perlu! Aku akan telpon sendiri direktur kamu” Andre terus memaksa


“mas!” Sarah mulai kesal


“sayang aku gak mau pisah lagi sama kamu!” ucapnya memelas


“itu karena pikiran kamu selalu mesum!” wajah sarah mengerucut karena kesal


Andre tersenyum. Mood istrinya mulai berubah


“aku akui itu salah satunya, tapi aku juga gak bisa bayangin pagi kamu kalau gak ada aku” jelas Andre lagi.


“selama ini aku bisa mas!” ucap Sarah


“tapi kan kalau sama aku kamu baik baik aja” Andre terus memaksa


“kalau kamu mual gimana kalau jauh dari aku?” Alasan Andre membujuk


Kini berganti, Sarah yang tersenyum lebar melihat Suaminya yang kini berwajah masam


“aku mundur aja ya? aku kerja disini aja!” ucapan Andre mengandung ancaman


“bukannya dulu kamu rela menikah denganku demi jabatan yang kamu inginkan itu?”


“sekarang aku rela melepasnya untuk kamu” Andre mengecup bibir Sarah


“kamu berubah!” ucap Sarah membelai rahang sang suami dengan lembut.


“karena kamu sayang!” senyumnya membalas tak kalah lembut pada pipi Sarah


“jangan melepaskan ambisi kamu mas.. lagian aku Cuma sebentar.. biarkan aku menyelesaikan semua urusanku dulu ya..?” bujuk Sarah dengan mata lembut


Andre setengah memejamkan mata dan menghela nafas lelah.


“saat ini aku gak ingin pisah sedetik pun dari kamu, saat ini aku ingin selalu seperti ini”


Sarah tersenyum mendengar ucapan Andre yang ia anggap rayuan


“iya.. aku mengerti..” senyum Sarah kemudian mencium kening Andre lembut.


Perasaan itu begitu indah bagi Andre, desiran cinta Sarah mampu ia rasakan ditengah kecupan lembut tersebut. perasaan yang hanya ia rasakan ketika bersama sang istri tercinta.


“aku mencintai kamu sayang! Sangat! Sangat mencintai kamu! besok aku gak bisa pulang! Terserah kakek mau memecatku atau apa” jawab Andre berbaring telentang menatap langit langit kamar dengan jiwa yang semakin menggila mencintai istrinya.


“mas...” Sarah beringsut menopang tubuhnya di dada sang suami. ia menumpukan dagunya di dada bidang berotot itu.


“bukannya dulu kita sepakat kalau kita menikah kita menjalani karir kita masing masing?” Sarah mengungkap kembali perjajian mereka

__ADS_1


“itu kan beda, dulu kan kita menikah palsu” jawab Andre


“mas.. ayolah jangan seperti ini, aku jadi berat mikirnya” Sarah menurunkan pandangannya dengan ekspresi sedih


“ya sudah.. aku mengalah!” jawab Andre kembali membelai puncak kepala sang istri.


“beneran? Boleh ya besok aku masuk kerja?” tanyanya tersenyum


“boleh! Tapi setelah antar aku pulang!” ucapnya


“hhhmm..?” Sarah menatapnya dengan menyipitkan mata


Andre mengambil posel miliknya dan mengetik sebuah pesan dengan lengan yang bertupu di punggung Sarah.


“bilang ke kakek?” tanyanya saat Andre meletakkan ponselnya kembali


“bukan!” jawabnya tersenyum


Tapi mata Sarah terus menatap bertanya


“Pak Hilman, aku bilang istriku besok masuk siang” jawabnya


“hah!” Sarah membulatkan matanya dan mengangkat wajahnya dari dada Andre


“sudah! Jangan dibahas! Sekarang kamu harus membayarnya” ucap Andre menarik wajah Sarah membawa untuk


medekatnya dan melabuhkan ciuman di bibir yang kini menjadi candunya.


Alhasil, ciuman itu berujung pada aktivitas panas yang kembali mereka lakukan.


Andre tersenyum puas menatap sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi mereka. Sarah yang tadinya begitu lelah setelah kebuasan sang suami kini sedikit segar setelah membersihkan diri setelah percintaan mereka.


“Sini!” pinta Andre padanya untuk bersandar di dada sang suami yang lagi bersandar di sandaran ranjang mereka.


“oh ya.. aku belum tanya ke kamu!” ucap Sarah serius mengangkat kepalanya yang bersandar di dada sang suami.


“tanya apa sayang?” belai Andre pada puncak kepala Sarah hingga pundaknya, menatap manik mata indah itu dengan penuh cinta.


“sejak kapan kamu mencintaiku?” tanyanya dengan mata berbinar.


“entahlah! Yang pasti aku merasa nyaman sejak aku tidur siang di pangkuan kamu” jawab Andre


“belum.. waktu itu jelas kamu belum mencintaiku!” jawab Sarah menyipitkan matanya


“kamu ingat saat kita ngobrol di teras belakang saat cuaca waktu itu panas?” tanya Andre


Sarah menggeleng


“lihat.. hanya aku yang selalu mengingat setiap momen kita” ucapnya


“aku lupa” senyumnya manja kembali bersandar


“waktu kamu menceritakan semua hidup dan cinta kamu dulu” Andre mencoba mengingatkan lagi


“ah! Aku ingat!” Sarah kembali mengangkat kepalanya


“saat itu sepertinya aku mulai mencintai kamu! karena saat itu aku menanyakan tentang kita” ucap Andre


“tentang kita?” Sarah tak mampu mengingat obrolan saat itu


“iya! Aku menanyakan ke kamu kalau aku putus dari ..” Andre ragu menyebut nama Susan karena takut sang istri marah


“Susan!” sambung Sarah santai

__ADS_1


“iya... apa yang akan terjadi pada kita? Terus kamu jawab seperti itu” ucapnya


“karena omongan kamu itu aku sangat takut mengatakan aku mencintai kamu” ucap Andre gemas dan mencubit hidung Sarah


“iihh.. sakit..” Sarah terus manja melepas tangan sang suami


“kamu siksa aku karena ucapan itu dan terus Kamu lupa?”Andre meyakinkan


“iya .... aku lupa malah!” ucapnya tanpa berdosa


Andre tersenyum melihat sang istri yang terus terlihat manja dengannya


“kamu tahu.. waktu aku berangkat ke Paris, aku kan mampir di Singapura, saat itu aku kacau! Pikiran ku selalu ke  kamu, tapi aku menuju tempat Susan” ucapnya lagi


“jadi aku memang merebut kamu dari dia!” ucap Sarah menunduk sedih karena ia takut suatu saat Andre akan direbut kembali oleh orang lain.


“enggak kok! Aku yang datang padamu” ucap Andre


“tapi kamu putus dengannya karena aku”


“bukan sayang!” kecupnya di kening sang istri


“Kamu memilihku, meninggalkan dia, itu berarti akulah yang merebut kamu mas, aku takut suatu saat aku akan mendapat karma atas itu”


“aku putus dengannya karena dia bercinta dengan lelaki lain di depan mataku” jelas Andre


Sarah membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang ia dengar.


“dan yang aneh! Aku memang marah padanya, tapi seakan perbuatannya seperti itu membuatku senang. Aku merasa pembenaran atas pengkhinatan yang kulakukan” ucap Andre


“aku senang aku memiliki alasan meninggalkannya, aku semangat untuk pulang ke kamu” lanjut Andre kembali mengecup dahi itu.


“aku belikan kamu tas waktu itu, aku tak sabar pulang dan memeluk kamu” lanjut Andre


“jadi sejak itu!” ucap Sarah mengangkat kepalanya menatap kembali sang suami


“mungkin sebelum itu, tapi yang pasti aku sangat senang aku bisa bersama kamu” mengecup cepat bibir sang istri


Tatapan mata Sarah dalam pada manik mata Andre


“mas!” ucapnya tiba tiba serius mengelus perutnya


“kenapa? sakit?” tanya Andre panik


“lapar!” jawab Sarah lagi dengan santainya


“istrikuuuuuu!” Andre kemudian menangkup wajah Sarah dan mencium bibir itu dengan rakus hingga Sarah terbaring dibawah kungkungannya


“hhmmmm..” gumaman Sarah menikmati lummatan sang suami


Hingga ciuman panjang itu terlepas


“i love you!” ucap Andre menatap mata Sarah yang terbuka dengan sayu


“aku beneran lapar!” jawab Sarah yang sontak membuat Andre tertawa


“Ayo!” Andre membangunkan tubuh sang istri


“aku mau makan pecel” ucapnya menatap serius pada Andre


“hah!!” mata Andre terbuka sempurna mendengar permintaan sang istri saat sekarang sedang waktu sudah menunjukkan pukul 00:30 dini hari.


Wassalam! Benak Andre meronta

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2