Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 21.Tawa mommy yang sempat hilang.


__ADS_3

"Mom...!" Panggil Angela mendekati mommy nya yang saat ini sudah terlihat lebih baik setelah dua minggu lamanya beliau harus berbaring diatas kasur karena sakit.


Caroline akhirnya sembuh dari sakitnya setelah bertemu dengan Jumirah, ternyata sakit yang diderita olehnya karena ia merindukan Jumirah yang ia yakini sebagai Cristina putrinya yang hilang.


"Ada apa sayang?" Tanya Caroline menoleh Angela yang saat ini sudah berada disampingnya.


"Apa hari ini perempuan itu akan datang kesini lagi?" Tanyanya.


"Siapa?" Tanya Caroline tidak tahu siapa perempuan yang dimaksud oleh putrinya itu.


"Pelukis itu?" Jawab Angela terdengar ketus.


"Sayang... kenapa kamu berbicara seperti itu?Dia kakakmu nak, dia juga anak mommy. Panggil dia kakak!" Perintah Caroline menatap tajam kearah Angela.


"Tidak mommy, sampai kapanpun aku tidak mau memanggilnya kakak, aku tidak suka sama dia." Tolak Angela tidak mau mengakui Jumirah sebagai saudaranya.


"Angela... kenapa? Kenapa kamu tidak menyukainya? suka atau tidak suka dia adalah kakakmu nak!" Ucap Caroline dengan suara keras.


"Aku tidak suka perempuan itu karena dia telah mengambil mommy dariku, semenjak dia datang, mommy tidak pernah mau memperdulikan aku lagi, yang ada dihati mommy cuma ada nama Cristina saja, bahkan sekarang pun mommy membentak aku gara-gara dia, hiks... aku benci dia." Angela langsung berlari sambil terisak meninggalkan mommy nya.

__ADS_1


"Angela...!" Teriak Caroline tapi tidak dihiraukan oleh Angela yang terlihat sangat kecewa dengan sikap mommy nya itu.


"Bibi... tolong selesaikan kuenya ya bi, aku mau lihat Angela dulu." Ucap Caroline kepada asisten rumah tangganya, beliau mencuci tangannya lalu dengan langkah cepat berjalan menuju kamar Angela.


Tok tok....


"Angela... buka sayang, Angela...!" Panggil Caroline beberapa kali sambil mengetuk pintu kamar putrinya itu yang masih belum mau bersuara atau membukakan pintu kamar yang telah dikunci dari dalam oleh Angela.


"Sayang Maafin mommy sayang, bukan maksud mommy ingin membentak kamu nak,tapi mommy tidak suka kamu berbicara seperti itu tentang kakakmu nak, mommy sayang kalian semua, tidak ada yang mommy beda-bedakan, wajar kalau mommy saat ini selalu memikirkan kakakmu karena mommy merasa bersalah membiarkan kakakmu Cristina hidup menderita diluar sana bertahun-tahun tanpa mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, taukah kamu nak, kalau selama ini kakakmu harus berjuang melawan kejamnya kehidupan diluar sana, selalu dihina karena keadaan fisiknya, mendapat perlakuan tidak adil oleh kedua orang tua yang merawatnya." Ucap Caroline sambil meneteskan air mata berbicara didepan pintu kamar Angela karena Angela tidak mau membukakan pintu kamarnya.


"Orang tua mana yang tidak sedih hatinya saat mendengar kalau anaknya ternyata hidup menderita diluar sana, hiks..." Caroline terisak, ia membalikkan badannya hendak pergi. Tapi tiba-tiba terdengar pintu dibuka


"Mommy... maafkan Angel mom, hiks... Angel terlalu serakah, tidak mau kasih sayang mommy dibagi dengan yang lain, Angel ingin mommy hanya menyayangi dan memikirkan Angel saja, hiks... Angel sayang mommy!"Seru Angela sambil terisak memeluk tubuh mommy nya dari belakang. Caroline membalikkan badannya, dipeluknya erat-erat tubuh Angela.


"Mommy sayang kalian semua, kalian adalah harta yang paling berharga dalam hidup mommy, tolong jangan membuat mommy sedih, mengertilah keadaan mommy sayang!" Ucap Caroline masih memeluk tubuh Angela.


"Maaf bu, non Jumirah sudah datang bu, sekarang non Jumirah ada diruang tamu." Kata seorang pelayan dirumah utama keluarga Fernandez.


"Sayang... mommy tinggal dulu untuk menemui kakakmu ya nak!" Ucap Caroline melepas pelukannya. Angela mengangguk sambil mengusap air matanya sendiri. Caroline merapikan rambut dan bajunya sendiri juga mengusap air matanya dengan menggunakan jari-jarinya, lalu beliau berjalan dengan anggun menuju ruang tamu untuk menemui Jumirah yang sudah menunggunya dari tadi.

__ADS_1


"Sayang... akhirnya kamu datang juga nak," Caroline langsung memeluk tubuh Jumirah.


"Bagaimana keadaan mommy? Apa sudah lebih baik?" Tanya Jumirah dengan suara lembut.


"Seperti yang kamu lihat, mommy sudah jauh lebih baik sekarang. Ayok ikut mommy sayang, mommy sedang bikin kue." Caroline menggandeng tangan Jumirah untuk diajak kedapur menyelesaikan kuenya yang tadi terpaksa ditinggal.


Mereka terlihat begitu asyik membuat kue didapur, terdengar suara canda tawa membuat suasana rumah menjadi ramai, Caroline tampak begitu bahagia, wajahnya terlihat ceria, dalam sekejap kesedihannya telah hilang, tanpa mereka ketahui, diam-diam Angela memperhatikan mereka, dari kejauhan Angela dapat melihat kebahagiaan mommy nya.


"Mommy... akhirnya aku bisa melihat mommy tertawa, selama ini aku tidak pernah melihat atau mendengar mommy tertawa seperti itu, sebegitu bahagia-kah mommy, apakah dia begitu penting dan berharga bagi mommy sehingga mommy bisa tertawa lepas saat bersamanya, seberapa pentingkah perempuan itu buat mommy sampai mampu mengembalikan tawa mommy yang sempat hilang,bahkan Arya dan Angela pun tidak bisa membuat mommy tertawa lepas seperti itu." Ucap Angela lirih sambil memperhatikan dari jauh kedua perempuan yang terlihat bahagia membuat kue didapur. Saat sedang asyik membuat kue, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah Caroline.


"Oalah.... Mom... pantas saja tumben-tumbenan mom gak menyambut Daddy didepan pintu, ternyata orangnya sedang ada disini toh!" Seru Alex Fernandez yang baru pulang dari kantornya seorang diri karena Arya sudah kembali keluar negeri tiga hari yang lalu untuk melanjutkan kuliah yang sempat ia tinggalkan untuk membantu orang tuanya mengurus perusahaan.


"Sorry Dad, nanggung nih Dad," ucap Caroline memperlihatkan adonan kue yang berada ditangannya." Daddy kekamar sendiri gak apa-apa kan? Baju gantinya sudah tak siapin kok!" Ucap Caroline kepada suaminya.


Ditempat lain.


"Ada apa kak? Kenapa kakak terlihat murung?Apa telah terjadi sesuatu dengan kakak?" Tanya Margaretha kepada Aden yang terlihat lesu duduk di sofa ruang santai sambil menonton acara televisi. Pagi-pagi sekali Margaretha yang kebetulan libur sekolahnya berkunjung kerumah Aden karena sudah beberapa hari kakaknya itu tidak pulang kerumah orang tua mereka.


"Ada masalah apa sih kak? Cerita dong, siapa tau Retha bisa bantu, ayok cerita saja biar kakak merasa lega, ada masalah jangan disimpan sendiri nanti bisa bahaya lho...." Ucap Margaretha manja.

__ADS_1


"Gak ada apa-apa kok dek, kakak cuma sedang merasa bersalah aja sama Jumirah kekasih kakak yang sempat kakak hina karena salah paham, ternyata dia tidak bersalah sama sekali, ibu kita dan keluarganya ternyata telah menjebak dia, dan bodohnya kakak malah lebih mempercayai mereka daripada Jumirah, kekasih kakak sendiri, sekarang kakak jadi bingung bagaimana caranya untuk mendekati dia lagi, Kemarin kakak mencoba menemuinya tapi kakak Jumirah yang bernama Farel bilang Jumi sedang pergi keluar kota." Jelas Aden dengan wajah sendu.


__ADS_2