Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 56.Sebaiknya berbicara jujur.


__ADS_3

"Hah... Apa ini? Siapa yang sudah mengirim ini ke nomor WA aku."Gumam Jumirah sambil melihat beberapa gambar yang dikirimkan oleh nomor WA seseorang tidak ia kenal.


"Ada apa Jum?"Tanya Baldatun yang juga ada disana."Hah... cowok lo sama siapa?"Tanya Baldatun terkejut melihat foto-foto kekasih sahabatnya itu yang terlihat begitu mesra sedang berpelukan dengan seorang wanita cantik.


"bajunya sama seperti yang dipakai Mas Aden kemarin, berarti foto ini baru diambil kemarin, pantas saja dia kemarin terlambat datang menjemput-ku, berarti dia habis ketemuan dengan perempuan ini,mas Aden sudah membohongi aku Da, dia bilang habis menemui klien ternyata habis menemui mantan pacarnya, jangan-jangan mereka selama ini masih memiliki hubungan."Ucap Jumirah terlihat sangat marah langsung mengembalikan layar handphone ke tampilan utama.


"Lo harus selidiki dulu kebenarannya Jum, jangan langsung mengambil kesimpulan sendiri ingatlah dengan kejadian dulu dimana lo pernah difitnah seperti itu,kalian harus berpisah karena cowok lo gak mau dengar penjelasan lo,tapi akhirnya dia menyesal setelah mengetahui kebenarannya, takutnya itu juga kerjaan orang yang mengingatkan kalian berpisah,lo bilang orang tua cowok lo tidak merestui hubungan kalian,bisa juga kan kalau itu juga kerjaan orang tua cowok lo atau bisa juga itu kerjaan orang sama yang pernah menfitnah lo dulu."Jelas Baldatun mengingatkan.


"Iya Da,kamu benar.Terimakasih Da, kamu sudah mengingatkan aku,aku harus menanyakan kebenaran foto ini ke Mas Aden, karena aku percaya sama dia,mas Aden tidak mungkin berbuat seperti ini,"ucap Jumirah.


"Hayo... kalian sedang ngapain disini?"Tanya Farel mengagetkan kedua perempuan cantik yang sedang ngobrol di-taman yang ada halaman rumah Jumirah yang super luas itu.


"Eh kodok lompat,"Ucap Baldatun yang suka latah kalau di-kageti. "Haih...Mas Farel mengagetkan diriku saja lah!"Seru Baldatun sambil memegang dadanya sendiri karena kaget.


"Hehehe... sorry Da, sengaja,kamu lucu banget sih!"Ucap Farel sambil tertawa kecil melihat reaksi teman adiknya itu.


"Ih...Mas Farel sungguh menyebalkan!"Seru Baldatun.


"Aku boleh gabung gak?"Tanya Farel duduk disamping Baldatun.


"Boleh dong,masak gak boleh!"Jawab Jumirah.


"Ekhem...aku tinggal dulu ya,aku mau menelpon my heart."Ucap Jumirah sengaja membiarkan dua pemuda yang sepertinya mulai ada rasa.


"Lha sih... kenapa kamu malah mau pergi?"Tanya Farel jadi bingung.


"Heh...mau kemana Jum? Kenapa malah pergi sih!"Teriak Alda karena Jumirah sahabatnya malah pergi meninggalkan mereka berdua di-taman.


"Aku mau kasih waktu buat kalian untuk ngobrol berdua!"Jawab Jumirah sambil berjalan.


"Ah lo mah parah banget."Ucap Baldatun kesal.


"Eh...em...!"Baldatun jadi canggung setelah kepergian Jumirah,ia hanya ingin bicara tapi bingung mau bicara apa.


"Kenapa kamu jadi kayak cacing kepanasan gitu."Goda Farel karena Alda nampak gelisah, Farel tau jika sahabat adik adiknya itu sedang salah tingkah.

__ADS_1


"Hehehe...aku jadi grogi mau bicara apa,"jawab Alda bicara apa adanya.


"Kenapa grogi?"Tanya Farel pura-pura tidak tahu.


"Ih,nih cowok gak ngerti banget sih gue grogi karena ada dia,gak peka banget sih jadi cowok,gak tau apa kalau gue lagi malu-malu empus ." Gumam Baldatun dalam hati.


"Halo...kok malah diam?"Tanya Farel melambaikan tangannya di-wajah Baldatun yang terlihat sedang melamun.


"Eh empus!"Latah Baldatun keluar lagi saat ia kaget.


"Hah... empus?"Ucap Farel bingung. "Mana empusnya Da?"Tanya Farel lagi.


"Eh, hehehe sudah lari."Jawab Baldatun asal sambil nyengir.


Sementara Baldatun dan Farel sedang bercanda diluar, Jumirah tampak murung didalam kamar.


"Apa mungkin ini kerjaan mereka lagi?Ah...gak mungkin aku gak boleh berburuk sangka kepada keluargaku sendiri,tapi ini kerjaan siapa?Apa maksudnya dia mengirimi aku foto seperti ini, atau jangan-jangan memang Mas Aden dan perempuan itu masih ada hubungan?Ah...aku jadi bingung apa yang harus aku lakukan."Gumam Jumirah lirih sambil menggenggam handphonenya.


"Haruskah aku menelpon dan menanyakan masalah ini ke Mas Aden?"Gumamnya lagi.


"Halo...ada apa sayang, tumben kamu meneleponku di jam segini?"Tanya Aden diseberang telpon. "Em...apa kamu sedang merindukan aku?"


"Ih...GR banget sih Mas Aden."Jawab Jumirah.


"Lha kalau gak sedang merindukan aku terus ada apa?Em... apa kamu ingin bertemu denganku?Ya sudah nanti sepulang dari kantor aku langsung kesana, sabar ya sayangku."


"Ealah bukan itu mas,ih...Mas Aden PD banget deh jadi orang."Ucap Jumirah.


"Ya iyalah,masa ya iya dong!"Balas Aden.


"Mas,ada yang ingin aku tanyakan tapi jawab yang jujur ya!"


"Mau bicara apa? Katakan saja."


"Mas Aden sabenarnya kemarin menemui siapa sampai terlambat menjemput-ku, mending sebaiknya berbicara jujur."

__ADS_1


"Kemarin?Em...oh,aku ketemu Rosita sayang."Jawab Aden jujur.


"Jadi benar Mas Aden ketemu dia, kenapa kemarin bohong,mas bilang habis ketemu klien."


"Kenapa?Apa kamu cemburu? Kemarin aku terpaksa berbohong soalnya malas ditanya-tanya nanti ujung-ujungnya jadi berantem terus gak jadi pergi deh."Jelas Aden.


Jumirah tersenyum mendengar penjelasan dari kekasihnya itu yang tentu saja tidak bisa dilihat oleh sang kekasih.


"Ih cemburu, enggak lah buat apa cemburu gak penting."Jawab Jumirah terdengar ketus, dalam hati ia merasa lega karena kekasihnya itu berarti tidak mengkhianatinya.


"Ah yang bener... jangan bohong,kata kamu kalau bohong dosa!"Goda Aden. "Bilang aja kalau kamu cemburu,aku senang kalau memang kamu cemburu berarti kamu sudah cinta mati sama aku, makasih ya sayang kamu sudah bucin sama aku."


"Eleh-eleh... PD kali kau, hihihihi!"Ucap Jumirah sambil tertawa kecil.


"Oh ya harus itu,jadi orang itu harus percaya diri.Tapi tunggu... kenapa tiba-tiba kamu bertanya soal itu,apa ada yang sudah bicara yang bukan-bukan tentang aku?"Tanya Aden curiga.


"Sabenarnya ada yang mengirim foto Mas Aden dengan Rosita sedang berpelukan. Aku kirim fotonya ya mas."Jumirah mengirim foto itu ke nomor WA kekasihnya.


Tling....


Sebuah pesan terkirim di WA Aden, cepat-cepat Aden membuka handphonenya yang lain karena Aden memiliki dua handphone,ia segera membuka pesan dari kekasihnya.


"Hah...siapa yang sudah melakukan ini,kurang ajar."Ucap Aden terlihat begitu marah.


🌹🌹🌹🌹


Hay-hay para pecinta novel, bagaimana kabar kalian hari ini.Selamat berpuasa bagi yang menjalankan semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. Amiiin.


Othor lagi galau tingkat tinggi ini kawan,mas bojonya Othor melarang Othor nulis lagi bagaimana ini kawan 😭 katanya gara-gara Othor bikin cerita sekarang Othor jadi kurus, mending kalau dapat bayaran,itu kata mas bojonya Othor, karena othornya sering begadang buat nyari inspirasi.Apa yang harus Othor lakukan?Hua... othornya mau nangis dulu ya!


Othor mungkin mau berhenti bikin cerita aja,tapi jangan khawatir, karena othornya termasuk orang yang tidak mau menggantung dan digantung (Nanti bisa mati, hihihihi)


Othor mau menyelesaikan cerita ini dulu setelah itu Othor mau berhenti nulis 😭


Semangat untuk para penulis yang lain, kalau ada penulis lain yang mampir di cerita Othor ini, semoga sukses untuk kalian semua.Sukses juga untuk para pecinta novel yang lain.

__ADS_1


__ADS_2