
Akhirnya setelah beberapa hari menunggu surat pemberitahuan dari pemerintah tentang izinnya membuka sekolah gratis untuk anak-anak yang tidak mampu dan juga sekolah melukis,surat pemberitahuan itu datang juga, disurat pemberitahuan itu tertulis bahwa pemerintah telah menyetujui dan memberi izin untuk Jumirah membuka sekolah.
"Alhamdulillah Mas akhirnya aku bisa membuka sekolah untuk anak-anak,hiks...aku senang mas."Ucap Jumirah tanpa sadar memeluk tubuh Aden yang saat ini sedang bersamanya.
"Ekhem...!"Terdengar suara deheman anak kecil dari belakang membuat Jumirah langsung tersadar dan melepas pelukannya.
"Eh... maaf mas,aku...."Ucap Jumirah gugup.
Sedangkan dibelakang mereka tampak bocah laki-laki sedang menatap tajam kearah mereka sambil berkacak pinggang.
"Haduh Jum, bodyguard kamu menyeramkan."Bisik Aden lirih ketelinga Jumirah.
"Hihihi ya sudah sana hadapi dia."Ucap Jumirah sambil yang juga berbisik sambil cekikikan.
"Hay... Kak Aden,aku kan sudah bilang jangan dekat-dekat Kakak Jumi,kakak gak dengar ya! minggir kalian jangan terlalu dekat duduknya nanti ada setan lewat bahaya!"Seru Joni dengan suara keras bersikap seperti bapak-bapak yang terlalu posesif terhadap anaknya.
"Haduh Jon,tadi yang peluk duluan Kakak Jumi ya."Protes Aden.
"Halah,gak usah mengelak, pasti Kak Aden yang sudah peluk-peluk Kak Jumi."Ucap Joni ganti melipat kedua tangannya kedepan.
"Suwer Jon, bukan Kak Aden."Ucap Aden sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah sedang jari yang lain ditekuk membentuk huruf v. "Em...kita beli es krim yok Jon!"Rayu Aden untuk mengambil hati Joni agar tidak marah-marah lagi dengannya.
"Wow es krim, mau-mau...ayok!"Jawab Joni dalam sekejap wajahnya berubah cerita.
"Alamak...Joni...!"Jumirah menepuk keningnya sendiri.
"Hufh... paling gampang merayu anak-anak daripada kamu Jum!"Bisik Aden lirih sambil tersenyum menggoda Jumirah.
"Kak Aden... jadi gak beliin Joni es krim, awas ya kalau bohong!"Ancam Joni kembali berkacak pinggang sambil melotot kearah Aden.
__ADS_1
"Oke-oke Jon,ayok let's go!"Aden langsung bangkit, ditariknya tangan sang pujaan hati agar ikut bersama mereka.
"Eh...aku gak ikut deh, nitip saja!"Kata Jumi.
"Oh tidak bisa,kamu harus ikut."Ucap Aden tidak mau melepaskan tangannya.
"Haih...!"Jumirah memutar bola matanya malas,ia akhirnya terpaksa ikut karena sang kekasih tidak mau melepas genggamannya, Aden terus menarik tangan Jumirah hingga sampai ke mobil.
****
"Em..."
Saat mereka sedang menikmati segarnya es krim, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka dari seberang jalan,dia adalah Dewi dan teman-temannya yang kebetulan sedang makan disebuah cafe yang letaknya ada diseberang jalan tempat penjual es krim.
"Hem ... sungguh suatu kebetulan. Dewa keberuntungan sedang berpihak kepadaku, target datang sendiri tanpa harus dicari."Gumam Dewi sambil tersenyum licik.
"Ada apa Wik?"Tanya teman laki-laki Dewi.
"Hay... mau kemana lo!"Seru salah satu teman Dewi.
"Sorry gue mesti. pergi sekarang,ini uangnya untuk untuk membayar makanan kita, sisanya terserah mau kalian apakan."Ucap Dewi dengan angkuhnya meletakkan sepuluh lembar uang seratus ribuan diatas meja.
"Wow...lo memang teman kita yang is the best ya gak gaes!"Ucap teman Dewi sambil tersenyum kegirangan mengambil uang pemberian Dewi."Wah... ternyata kita gak salah jadikan dia teman kita gaes!"
Dewi hanya tersenyum mendengar ucapan teman-temannya,ia pun bergegas pergi meninggalkan teman-temannya yang belum selesai menghabiskan makanan mereka.Dewi menaiki motornya dan dengan hati-hati ia menyeberang jalan,ia memarkirkan motornya tidak jauh dari tempat Jumirah dan Aden serta Joni berada.Dengan langsung penuh percaya diri ia menghampiri mereka yang sepertinya belum menyadari dengan kehadirannya.
"Eh... sorry!"Ucap Dewi sengaja menyenggol Jumirah yang sedang memegang es krim sehingga eskrim yang sedang dipegang Jumirah jatuh mengenai hijab yang dipakai Jumirah dan jatuh ketanah.
"Dewi!"Panggil Aden merasa terkejut saat melihat wajah gadis remaja yang memakai baju seksi,rok pendek diatas lutut dan kaos pendek ketat memperlihatkan paha mulusnya dan dua gundukan di-dadanya yang terlihat menggoda kaum laki-laki.Jumirah yang sedang menunduk sambil membersihkan hijabnya yang terkena eskrim langsung mengangkat wajahnya melihat gadis remaja yang saat ini sedang berdiri disamping dia.
__ADS_1
"Dewi!"Ucap Jumirah yang tidak kalah terkejutnya.
"Oalah sorry ternyata ini tadi Mbak Jumi toh!"Kata Dewi pura-pura kaget.
"Kamu sedang apa disini Wik?Kamu sama siapa?"Tanya Jumirah sambil memperhatikan penampilan adiknya yang begitu seksi mengumbar auratnya.
"Tadi aku datang kesini bersama teman-teman, Mbak Jumi apa kabar?Lama tidak bertemu."Ucap Dewi persikap manis, Dewi melirik ke arah bocah laki-laki yang sedang berdiri disamping Jumirah.Ia bergidik ngeri saat melihat sorot mata bocah laki-laki itu yang terlihat begitu tajam menatap dirinya.
"Em...siapa bocah itu Mbak?"Tanya Dewi.
"Oh...iya kenalkan namanya Joni,dia teman Mbak Wik."Jawab Jumirah memperkenalkan Joni.Sedangkan Joni hanya diam saja dengan wajah di dinginnya menatap Dewi, sorot mata Joni terlihat menyeramkan membuat Dewi jadi merinding.
"Jon, kenalkan ini adik Kakak Jumi dan Kak Farel."Kata Jumirah memberitahu Joni tapi tidak terlalu di-perdulikan oleh Joni yang tampak tidak suka dengan Dewi.
"Buju buneng,nih bocah menyeramkan sekali, tatapan matanya seperti orang dewasa,siapa sabenarnya bocah laki-laki sombong ini." Gumam Dewi dalam hati sambil memperhatikan Joni dari atas sampai bawah.
"Wik...kok kamu malah bengong, bagaimana keadaan ibu dan bapak?"Tanya Jumirah menyadarkan lamunan Dewi.
"Eh... iya Mbak sorry, Mbak Jumi tadi ngomong apa?"Tanya Dewi yang tidak terlalu mendengarkan ucapan Jumirah karena terlalu fokus memperhatikan bocah laki-laki yang ada disamping Jumirah.Joni langsung menarik tangan Jumirah untuk menjauhi Dewi.
"Kakak harus hati-hati dengannya,dia jahat."Bisik Joni saat mereka sudah berada ditempat yang jauh dari Dewi dan Aden saat ini sedang berdiri.
"Hus...kamu jangan ngomong seperti itu,dia adik Kakak Jumi dan Kak Farel,dia bukan orang jahat sayang."Kata Jumirah mengacak rambut Joni gemas.
"Tidak Kak, kakak harus percaya sama Joni, karena Joni tau kalau dia ingin berniat jahat dengan Kakak Jumi,dia pasti ingin merencanakan sesuatu, Joni bisa melihat dari wajahnya yang dipenuhi dengan rencana jahat,"ucap Joni sambil menatap tajam kearah Dewi.
"Udahlah ayok kita balik kesana,kamu tidak boleh terlalu curiga sama orang gak baik,dosa lho!"Nasehat Jumirah.
"Tapi kak...!"
__ADS_1
"Hus...ayok kita kesana."Jumirah menggandeng tangan Joni untuk kembali bergabung dengan Aden dan Dewi.