Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 35.Kedatangan Pak Sutejo.


__ADS_3

"Bapak!" Panggil Farel merasa terkejut saat melihat Pak Sutejo yang tiba-tiba ada d kontrakannya, Jumirah yang sedang berada didapur selesai membuat makanan langsung keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Pak!" Panggil Jumirah tak kalah terkejutnya saat melihat Pak Sutejo, Jumirah berjalan menghampiri Pak Sutejo dan Farel yang masih berdiri didepan pintu." Apa kabarnya pak? Bapak sama siapa? Bagaimana keadaan ibu pak? Apa kalian...."


"Ngapain bapak kesini?" Tanya Farel ketus memotong ucapan Jumirah.


"Mas, jangan bicara seperti itu!" Ucap Jumirah menoleh kearah Farel.


"Mereka sudah jahat sama kamu Jum," balas Farel.


" Apa kalian sudah tidak memiliki uang lagi? Sehingga mencari kami?" Tanya Farel, kata-katanya sungguh menusuk hati Sutejo. Farel sudah sangat mengenal sifat kedua orang tuanya, mereka akan datang mencari anak-anaknya jika mereka butuh.


"Mas...!" Bentak Jumirah. "Pak mari masuk, jangan dengarkan mas Farel!" Lanjut Jumirah mempersilahkan bapaknya masuk kedalam rumah.


"Gak usah Jum, biarkan saja dia diluar!" Ucap Farel. "Berapa yang bapak butuhkan?" Sambung Farel bertanya kepada bapaknya.


"Kamu anak durhaka, begitu kah perlakuan kamu ke orang tuamu sendiri?" Ucap Pak Sutejo.


Plak....


Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi Farel.


"Orang tua seperti apa dulu yang mesti di hormati, jika orang tuanya seperti kalian aku tidak...."


"Mas sudah mas, cukup! Biar bagaimanapun dia tetap orang tua kita,ayok pak masuklah, kebetulan aku baru selesai masak, makanlah dulu bersama kita," ajak Jumirah.


"Dengarkan adik kamu Rel!" Seru Pak Sutejo menatap tajam kearah anak laki-lakinya.


Farel memutar bola matanya, iapun berjalan dengan malas mengikuti langkah kaki adik dan bapaknya masuk kedalam.

__ADS_1


"Terimakasih ndu', maafkan sikap bapak selama ini sama kamu ndu', bapak sungguh menyesal selalu bersikap jahat sama kamu, ternyata kamu anak yang baik." Ucap Pak Sutejo dengan wajah sendu.


"Sudahlah pak, yang sudah lalu biarlah berlalu, jangan di ingat lagi, hanya akan membuat hati kita jadi lebih sakit jika ingat masa lalu." Balas Jumirah sambil menyendokkan nasi diatas piring untuk bapak dan kakaknya.


"Hiks... makasih ndu'!" Pak Sutejo meneteskan air mata merasa terharu dengan sikap Jumirah, anak perempuan yang selalu ia hina karena keadaannya yang cacat. Sedangkan Farel terlihat cuek tidak terlalu memperdulikan bapaknya.


"Sabenarnya bapak kesini memang ada perlu sama kalian berdua, bapak butuh uang untuk biaya sekolah adik kalian, belum lagi untuk biaya pengobatan ibu kalian." Ucap Pak Sutejo dengan wajah sendu memberitahu maksud kedatangannya.


"Tuh kan benar kataku Jum, dia datang mencari kita karena ada butuhnya, kalau mereka masih punya banyak uang mana ingat dia sama kita." Kata Farel tersenyum sinis kearah bapaknya sendiri.


"Farel... apa kamu tidak kasihan melihat adik dan ibumu?" Teriak Pak Sutejo dengan suara keras merasa geram dengan ucapan anak laki-lakinya yang terdengar begitu menusuk hati.


"Apa jantung ibu kambuh lagi pak? Bagaimana keadaan ibu sekarang pak?" Tanya Jumirah tampak terkejut saat mendengar tentang ibunya. Walaupun ia sering diperlakukan tidak adil oleh Bu Lasmi tapi dirinya sangat menyayangi perempuan yang sudah merawat dan membesarkannya itu.


"Ibu sakit Jantung? Sejak kapan?" Tanya Farel terkejut karena dirinya tidak tau kalau ibunya memiliki penyakit jantung.


"Ibu terkena penyakit jantung beberapa bulan yang lalu mas saat aku masih tinggal disana bersama mereka dan akhirnya aku harus pergi dari rumah karena mereka telah mengambil alih rumahku." Jelas Jumirah sambil menundukkan kepalanya, wajahnya tiba-tiba terlihat sendu saat mengingat tentang rumahnya yang telah diambil alih oleh adik dan kedua orangtuanya.


"Maafkan kami ndu', sekarang kamu boleh mengambil kembali rumah kamu itu ndu', kami sungguh menyesal, kamu jadi menderita karena ulah kami, ayok ikutlah bersama bapak,kita kembali kerumah!" Ajak Pak Sutejo bersandiwara, padahal dalam hati ia sama sekali tidak perduli dengan keadaan Jumirah, yang ia pikirkan hanya nasib istri, Dewi dan dirinya saja.


Ditempat lain.


"Halo... Arya, apa Daddy menelpon kamu nak?" Tanya Caroline menelpon anak laki-lakinya yang saat ini sedang berada diluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda karena harus membantu orang tuanya mengurus perusahaan.


"Daddy gak menelpon Arya mom, memangnya apa yang terjadi dengan Daddy mom?" Tanya Arya diseberang telpon.


"Daddy dari kemarin tidak pulang, mommy sungguh khawatir takut terjadi sesuatu dengan Daddy kamu nak!" Jelas Caroline.


"Memangnya Daddy pergi kemana mom?" Tanya Arya lagi.

__ADS_1


"Mommy juga tidak tau, Daddy tidak mengatakan apa-apa." Jawab Caroline.


"Ya sudah nak, kamu baik-baik disana ya nak, nanti mommy coba menghubungi anak buah Daddy siapa tau ada yang tau kemana Daddy pergi." Caroline mematikan panggilan telponnya. Beliau berganti menelpon seseorang.


"Halo Suf, kamu dimana Suf? Kamu tau gak atau bapak kemarin bilang sama kamu tidak katanya mau kemana kok sampai sekarang tidak ada kabar." Tanya Caroline setelah panggilan telponnya diangkat oleh seseorang yang ia hubungi.


"(....)"


"Oh... gitu, kenapa bapak tidak meneleponku?" Ya sudah terimakasih ya Suf!"Caroline mengakhiri panggilan telponnya setelah mendengar penjelasan dari salah satu orang kepercayaan suaminya.


"Hai mom, bagaimana mom? Apa sudah ada kabar dimana Daddy sekarang berada?" Tanya Angela menghampiri mommy-nya.


"Daddy ternyata sedang berada di pulau pantas saja nomor handphone Daddy tidak bisa di hubungi karena disana susah sinyal." Jelas Caroline yang sudah tampak rileks tidak tegang atau khawatir lagi setelah mengetahui kabar dimana suaminya saat ini berada.


"Pergi ke pulau? Untuk apa mom?" Tanya Angela penasaran.


"Untuk urusan bisnis lah sayang, Daddy kan juga punya usaha disana, Daddy sedang melihat keadaan disana." Jelas Caroline.


"Oh...!" Angela manggut-manggut mengerti.


"Ya sudah mommy mau pergi dulu ya nak, mommy juga ada urusan, kamu dirumah saja mommy cuma sebentar." Perintah Caroline, diambilnya tas dan handphone miliknya yang ada diatas meja.


"Mommy mau kemana mom? Sudah sore lho mom, Angel ikut ya mom!" Rengek Angela tidak mau ditinggal.


"Mommy cuma sebentar kok sayang, kamu dirumah saja nanti mommy belikan makanan kesukaan kamu oke," rayu Caroline sambil berjalan menuju mobilnya.


"Beneran ya mom, jangan lama-lama!" Seru Angel mengekor di belakang Caroline.


"Iya sayang, ya sudah sana masuk, mommy pergi dulu ya nak." Ucap Caroline mengecup pipi Angela lalu beliau bergegas masuk kedalam mobilnya dengan seorang supir pribadinya yang sudah siap didalam mobil untuk mengantarkan Caroline.

__ADS_1


__ADS_2