Impian Jumirah

Impian Jumirah
Menikah.


__ADS_3

"Apa yang terjadi, Umi? Apakah mereka menyakitimu lagi?" tanya Aden mendekati kekasihnya itu. "Kamu nggak apa-apa 'kan, sayang? Maaf, tadi aku habis menemui teman lamaku."


"Umi? apakah nama kamu ganti sayang?" tanya Caroline menatap Jumirah dengan tatapan bingung. Bukan hanya Caroline saja yang merasa bingung, namun, semua orang. Nyonya Claudia, Rosita, Tuan Alex dan Tuan Surya. Lain halnya dengan Margaretha yang terlihat cuek.


"Em ... i - itu, maksudnya...,"


"Umi itu panggilan sayang Kak Aden kepada Kak Jumi." jelas Margaretha memberitahu kepada semua orang memotong ucapan Jumirah.


"Oalah," ucap Caroline setelah itu ia tersenyum melihat putrinya yang saat ini sedang tersipu malu. "Ternyata putriku sudah dewasa."


"Apakah kalian saling mencintai?" tanya Alex mendekati Aden dan Jumirah.


"Iya, kami saling mencintai." jawab Aden dengan tegas.


"Apakah ini anakmu Sur?" tanya Alex kepada Tuan Surya.


"Iya Lex, dia anak pertamaku. Sepertinya sebentar lagi kita bakal jadi besan Lex. Aku sama sekali nggak nyangka kalau ternyata dia putri kamu."


"Tuan." panggil Jumirah memberanikan diri memanggil Alex yang saat ini sedang berada di depannya.


"Daddy Nak, panggil aku Daddy. Maafkan Daddy Nak, Daddy terlalu egois dan sombong untuk mengakui kamu sebagai putri Daddy. Tolong maafkan Daddy." ucap Alex membuat Jumirah tidak kuat menahan tangisnya karena merasa bahagia. Do'a dan impiannya telah terkabul. Puji syukur ia panjatkan kepada Tuhan di dalam hati. Alex merentangkan tangannya sambil tersenyum menatap Jumirah.

__ADS_1


"Sayang," Caroline mengusap lembut punggung Jumirah, Caroline menganggukkan kepala memberi isyarat agar putrinya itu mau memeluk tubuh sang Daddy.


"Hua ... Daddy," tangis Jumirah langsung pecah di dalam dekapan Alex Fernandez, ayah kandungnya yang sangat di rindukan. Aden terlihat bengong masih belum paham dengan apa yang terjadi begitu juga dengan Nyonya Claudia dan Rosita juga Margaretha.


"Syukurlah, akhirnya kalian bisa berkumpul kembali. Jangan pernah sia-siakan dia lagi Lex, apapun keadaannya kamu harus tetap mensyukurinya, karena anak adalah harta yang paling berharga dalam hidup kita." ucap Tuan Surya sambil mengusap lembut punggung sahabatnya itu yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri, usia Tuan Surya empat tahun lebih tua dari Alex. Tetapi Alex dari dulu memanggil Tuan Surya dengan nama saja tanpa menggunakan Mas atau Abang. Tuan Surya yang merupakan kakak kelas Alex juga tidak pernah mempermasalahkan hal itu.


"Iya, aku terlalu egois dan terlalu serakah dengan harta benda sehingga melupakan apa yang sabenarnya sangat penting dalam hidup ini," ucap Alex sambil melepas pelukannya. "Aku begitu jahat Sur, sudah dengan tega membiarkan anak kandungku sendiri hidup menderita di luar sana hanya karena aku tidak mau di tertawa 'kan orang memiliki anak cacat. Aku malu dengan diriku sendiri. Maafkan Daddy Nak, kamu pasti sakit hati dan kecewa memiliki orang tua seperti Daddy. Daddy sangat menyesal, Daddy ...."


"Daddy, jangan bicara seperti itu." Jumirah memotong ucapan Alex. "Aku sudah lama memaafkan Daddy, kalau boleh jujur, Aku memang sakit hati dengan sikap Daddy, tapi Aku tidak pernah menyesal memiliki orang tua seperti Daddy. Aku sayang Daddy dan Mommy, juga kedua saudaraku.


"Sayang, terimakasih Nak." Alex mendekap tubuh Jumirah lagi.


"Puji Tuhan, Mommy merasa senang. Sepertinya kita harus mengadakan syukuran." ucap Caroline tersenyum bahagia melihat suaminya sudah mau menerima dan mengakui gadis cantik yang bernama Jumirah itu sebagai anak kandungnya.


"Ealah si Kakak bagaimana sih? Mereka orang tua kandung Kakak Jumi, memangnya Kakak dari tadi tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Om Alex dan Tante Caroline?" Margaretha menepuk keningnya sendiri.


"Benarkah itu Umi?"


***


Satu bulan telah berlalu, semenjak kejadian saat itu, sikap Nyonya Claudia terhadap Jumirah berubah, beliau tidak lagi membenci atau menghina Jumirah lagi, malah sering datang berkunjung ke Jumirah yang super mewah dan besar. Nyonya Claudia sempat bengong pertama kali melihat rumah Jumirah, beliau sampai bersujud meminta maaf sudah menghinanya, Nyonya Claudia tidak pernah menyangka ternyata Jumirah anak dari keluarga Fernandez yang merupakan orang terkaya nomor dua di negeri mereka, dan ternyata perempuan yang selalu ia panggil dengan perempuan kampung itu tinggal di rumah yang super mewah dan besar. Padahal selama ini Nyonya Claudia mengira kalau Jumirah tinggal di kontrakan kecil seperti yang pernah ia lihat, Jumirah dan Kakaknya tinggal di kontrakan.

__ADS_1


Kedua orang tua Aden datang ke rumah Jumirah untuk melamar gadis itu menjadi istri anak pertama mereka. Akhirnya Jumirah dan Aden menikah, mereka mengadakan pesta pernikahan secara besar-besaran di sebuah gedung pernikahan yang sudah mereka sewa.


Dengan menikahnya Aden dan Jumirah berarti tiga perusahaan besar telah bersatu. Perusahaan milik keluarga Fernandez dan keluarga Mahendra juga perusahaan milik Aden sendiri. Othor do'akan semoga kalian semua bahagia selalu ya Bang Aden dan Mbak Jumi atau Mbak Cristina.


Pesta pernikahan berjalan dengan lancar, terdengar suara canda tawa dari para tamu undangan. Kebahagiaan terlihat dengan jelas di wajah mereka, terutama dengan dua pasangan pengantin baru. Jumirah terlihat sangat cantik dan anggun memakai gaun pengantin, begitu juga dengan Aden yang terlihat begitu gagah.


Mereka bagaikan Raja dan Ratu.


Jumirah juga mengundang Bu Lasmi dan Pak Sutejo juga Dewi, Farel juga kedua sahabat Jumirah juga datang bersama anak-anak untuk memberikan selamat.


"Kakak! Aku benci sama kalian berdua." Tiba-tiba seorang anak laki-laki menghampiri kedua pasangan pengantin baru yang sedang duduk di singgasana mereka. Anak laki-laki menatap tajam kedua pasangan pengantin baru itu bergantian, ia terlihat sangat marah sambil berkacak pinggang. "Uh, terutama sama kamu," ucapnya lagi sambil memukul perut mempelai pria dengan sekuat tenaga.


Bug ... bug ...


"Hua ... kenapa kalian harus menikah," anak laki-laki itu pun akhirnya menangis setelah puas memukul perut mempelai pria. Jumirah berjongkok, di peluknya tubuh anak laki-laki itu. "Jangan sakiti Kakak Jumi. Kalau sampai Kakak berani menyakitinya, maka bersiap-siaplah,aku akan mengambil Kakak Jumi dari Kak Aden." Ancam anak laki-laki itu setelah Jumirah melepas pelukannya. Dia adalah Joni, anak laki-laki yang terobsesi dengan sosok Jumirah.


"Joni," kedua mata Jumirah berkaca-kaca karena terharu,ia mengusap lembut rambut Joni.


"Oke Jon, siap." kata Aden dengan tegas dan bersemangat.


"Siip." Joni mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan jempolnya ke arah Aden.

__ADS_1


Dari jauh terlihat Farel dan Baldatun terlihat begitu romantis, usut punya usut mereka baru jadian dua hari yang lalu. Asyik, selamat ya buat Mas Farel dan neng Baldatun, semoga kalian cepet nyusul Mbak Jumi dan Mas Aden. 🤭 Sedangkan Choirul, ia tampak sedang sibuk merayu dan menggoda para wanita cantik. Ketika melihat Dewi, Choirul langsung meninggalkan wanita-wanita cantik itu dan dengan cepat ia berlari menghampiri Dewi yang terlihat begitu cantik memakai dress batik modern. Sambil tersenyum simpul ia mendekatinya dan mengajak gadis remaja itu berbicara.


__ADS_2