
"Jum, malam minggu kita ke pasar malam yuk!" Ajak Baldatun.
"Memangnya ada pasar malam? Dimana?" Tanya Jumirah.
"Di gang belakang." Jelas Baldatun.
"Asyik ada pasar malam, aku ikut ya kak," ucap seorang bocah perempuan yang tidak sengaja mendengar percakapan Baldatun dan Jumirah.
"Aku juga mau ikut, kita nanti naik bianglala ya kak, aku sudah lama banget pingin naik itu, habisnya kakak dulu mau ngajak ke dufan tidak jadi padahal aku pingin sudah membayangkan naik bianglala bareng teman-teman, seru paling ya, hehehe... kira-kira seperti apa rasanya kak" Tanya Joni yang belum pernah naik wahana permainan apapun karena dia belum pernah datang ketempat seperti itu.
"Oh iya, maafin kakak ya anak-anak dulu gak jadi ngajakin kalian jalan-jalan." Jawab Jumirah jadi merasa bersalah sudah membuat anak-anak kecewa.
__ADS_1
"Itu bukan salah kakak, tapi gara-gara emak ompong." Balas Joni.
"Iya betul, ngomong-ngomong bagaimana kabarnya mak ompong ya? Apa emak akhirnya dipenjara atau dibuang ke laut seperti kata Tiger." Kata Sisil bocah perempuan yang paling kecil diantara mereka.
"Hus... masak dibuang kelaut sih,paling dipenjara." Kata Jumirah menebak karena dia sendiri juga tidak tau bagaimana kabar emak ompong karena waktu kejadian tiba-tiba ia pingsan akibat penyakit anemia-nya, ditambah karena mengalami syok saat orang-orang itu hendak membawa Aden dan membuangnya ke-jurang untung saat itu datang ibundanya yaitu Caroline sehingga semua selamat walaupun banyak yang terluka akibat pukulan juga tamparan dari teman-teman emak ompong.
"Ya sudah besok malam minggu kita ke pasar malam bareng-bareng, bagaimana? Apa kalian mau ikut ke pasar malam bareng kita?" Tanya Jumirah, dan....
Sementara ditempat lain.
"Lho Ros, kenapa kamu malah kesini, bukannya kamu hari ini mau pergi nonton bareng Aden," Kata ibunda Aden yang terkejut saat melihat Rosita tau-tau ada dirumah utama padahal ia sudah susah payah mengatur rencana agar Aden dan Rosita bisa jalan berdua.
__ADS_1
"Gak jadi tante, dia katanya mendadak mau bertemu dengan klien penting jadi membatalkan janji." Jelas Rosita.
"Oalah... sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan semuanya untuk kalian, aku sudah menyewa tempat untuk makan malam kalian nanti biar romantis," kata Nyonya Claudia nampak kecewa.
"Oh iya apa tante sudah mentransfer uang lagi untuk bocah matre yang bernama Dewi itu tan?" Tanya Rosita.
"Belum, memangnya kenapa Ros? Apa dia telah melakukan kesalahan?"
"Enggak ada, dia tidak melakukan kesalahan sama sekali, rencananya berhasil, Aden sekarang sudah tidak pernah menghubungi atau menemui perempuan pincang itu lagi, aku tahu dari sekertaris Aden tadi saat aku datang kekantor Aden tan." Kata Rosita memberitahu.
"Benarkah?" Kita harus merayakan keberhasilan kita, nanti malam kita pergi ketempat yang sudah aku pesan, daripada sayang sudah aku bayar tempat itu untuk kalian berdua malah batal, ya sudah kita berdua saja yang makan disana."
__ADS_1
"Em... ternyata mereka berniat untuk memisahkan kak Jumi dan kak Aden, aku harus kasih tau kakak agar ia lebih berhati-hati lagi karena ada udang dibalik rempeyek." Kata seorang gadis remaja sambil bersembunyi mendengar percakapan kedua perempuan yang saat ini sedang duduk di sofa ruang tengah sambil menonton drama Korea. Ia bergegas keruang tengah untuk bergabung dengan mereka.