
"Itu...aku seperti pernah melihat cewek itu tapi dimana ya?" Kata Choirul saat melihat Dewi yang baru keluar dari rumah Jumirah.
"Itu kan Dewi, adiknya Jumirah sama Mas Farel, bocah manja dan licik, tuh anak sudah mengambil rumah kakaknya sendiri, lo sudah lupa Rul? Dulu kan kita pernah main kerumahnya saat kita masih sekolah SMA sebelum akhirnya Jumi pergi ke Jakarta." Jelas Baldatun.
"Oh iya Dewi, em...jadi benar dia adiknya Jumirah ya Da, gue menolongnya saat motornya mogok." Lanjut Choirul setelah mengingat kejadian beberapa hari yang lalu dimana ia bertemu dengan gadis remaja yang sedang kebingungan gara-gara motornya mogok, akhirnya ia menolong gadis remaja itu membawa motornya yang mogok ke bengkel.
"Mana gue ingat, waktu itu dia masih terlihat polos,tidak seperti sekarang yang, dia jadi secantik ini, dan body nya Da.... swit-swit." Ucap Choirul bersiul melihat paha Dewi yang mulus dan buah dadanya yang terlihat jelas karena Dewi memakai kaos ketat dan rok pendek diatas lutut sehingga saat ia naik motor kelihatan pahanya yang mulus. Dewi pergi meninggalkan halaman rumah Jumirah dengan sepeda motornya, ia tidak tau kalau ada dua orang yang memperhatikan dia dari dalam gedung sekolah.
__ADS_1
"Dasar lo otak mesum," kata Baldatun mengusap wajah Choirul dengan kasar dengan telapak tangannya." Hai otak mesum jaga mata lo!"
"Ih... syirik aja lo Da, namanya juga laki-laki normal lihat yang bening-bening seperti itu ya langsung melek lah nih mata." Protes Choirul.
"Tapi... mau apa dia kesini? Setelah apa yang sudah ia dan kedua orangtuanya lakukan terhadap Jumirah dia berani datang menemui Jumirah,muka dia terbuat dari apa sih,gak ada malu sama sekali.Jangan sampai dia bermaksud jahat lagi sama Jumirah,"gerutu Baldatun terlihat sangat emosi melihat Dewi yang sudah menjauh keluar gerbang.
"Yaelah Da, sabar...kok jadi lo yang sewot, ya dia ingin menemui kakaknya lah, biar bagaimanapun mereka kakaknya jadi wajarlah kalau dia datang kesini." Jelas Choirul sambil mengusap punggung Baldatun berusaha menenangkan sahabatnya yang sepertinya terbawa emosi gara-gara melihat Dewi, adik Jumirah dan Farel.
__ADS_1
"Emosi Da... emosi," Choirul membenarkan ucapan Baldatun sambil menarik kedua pipi Baldatun karena gemas." Hehehe...." Choirul jadi terkekeh merasa lucu saat melihat wajah Baldatun ketika ia tarik kedua pipinya. Farel yang hendak masuk lagi kedalam kelas untuk mengambil bukunya yang ketinggalan dikelas, lagi-lagi ia harus berusaha menguatkan hatinya saat melihat kedua pemuda yang sedang asyik bercanda.
"Ekhem...." Farel berdehem membuat kedua pemuda itu terkejut langsung menghentikan canda mereka dan menoleh kearah sumber suara.
"Eh Mas Farel," ucap Choirul terlihat santai lain dengan Baldatun yang terlihat gugup tidak berani menatap Farel
"Lo kenapa Da, kok jadi kayak cacing kepanasan gitu!" Ledek Choirul saat melihat temannya nampak gelisah.
__ADS_1
"Ih apaan sih Rul, dah lah gue mau menemui Jumirah saja, sekalian mau minta makan, lapar!" Seru Baldatun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan terburu-buru keluar tanpa berani menoleh kearah Farel yang sedang sibuk membereskan buku-buku diatas meja.
"Duh... kenapa jantung gue jadi dag-dig-dug gini ya!"Gumam Baldatun lirih.