
Dalam perjalanan hidup, mungkin jalan yang kita lalui tak selamanya mulus,ada saatnya ketika kita harus dihadapkan dengan masalah. Bahagia dan sedih akan datang silih berganti. Hidup ini seperti roda yang berputar, kadang ada dibawah, kadang ada diatas. Maka ketika kita berada diatas janganlah menjadi sombong dan lupa diri, karena bisa saja kita akan berbalik ditempat yang paling bawah. Anak, kedudukan, dan pangkat serta harta benda yang kita punya adalah titipan, ketika sang pemilik yang sesungguhnya memintanya kembali, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa pasrah dan ikhlas.
******
Malam hari ini di kota Jakarta begitu dingin tidak seperti biasanya, hujan dari sore hari terus mengguyur kota Jakarta hingga tengah malam. Ketika semua orang sedang terlelap tidur dibawah selimutnya yang hangat, namun berbeda dengan wanita cantik satu ini, seorang perempuan cantik terbangun dari tidurnya, berlahan ia turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam kamar, perempuan itu adalah Jumirah. Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, setelah beberapa menit, Jumirah keluar dengan pakaian yang sudah tidak seperti yang tadi dipakai saat tidur, didalam kamar mandi ia mengganti pakaian. Wajah, kaki dan tangannya terlihat basah. Diambilnya sajadah dan mukena yang berada di atas kursi, direntangkan sajadah panjang itu diatas lantai, lalu dengan hati-hati ia memakai mukenanya.
"Bismillahirrahmanirrahim."Ucapnya setelah mukena yang ia pakai sudah dengan sempurna menutup auratnya. Ia berdiri diatas sajadah panjang itu menghadap ke kiblat. Hening..., terdengar bisikan lirih dari mulut Jumirah yang sedang membaca doa, Jumirah dengan khusuk melakukan sholat tahajud. Setelah selesai melakukan sholat tahajud, ia mengambil kitab suci Al-Qur'an yang ia letakkan diatas meja riasnya. Lalu ia baca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara lirih karena hari masih larut malam takut mengganggu orang-orang yang sedang tertidur dengan pulas. Jumirah menutup kembali kitab suci Al-Qur'an itu setelah selesai mengucapkan. "Shodaqallahul adzim."
"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hamba dan kedua orang tua hamba, berilah kami semua kesehatan ya Allah. Amin!" Do'a Jumirah setelah selesai membaca kitab suci Al-Qur'an. Jumirah mencium kitab suci Al-Qur'an yang ada ditangannya lalu ia meletakkan kembali kitab suci Al-Qur'an itu diatas meja riasnya lagi. Ia kembali duduk di atas sajadah, kedua tangan Jumirah diangkat sejajar dengan kedua pundak, dan telapak tangannya dihadapkan dengan wajah, Jumirah mengangkat wajahnya keatas melihat langit-langit kamar,ia kembali berdoa, terlihat ada cairan bening keluar dari kedua matanya, entah apa yang ia minta kepada sang pencipta, hanya dia sendiri yang tau. Di lihatnya jam yang menempel di dinding kamarnya, ternyata sudah menunjukkan pukul 02.30 WIB.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah." Lanjutnya, setelah itu ia mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya. Jumirah melepas mukena dan merapikannya, lalu diletakkan kembali ditempat semula.
Selesai melakukan sholat tahajud, membaca kitab suci Al-Qur'an dan berdoa, Jumirah bergegas keluar kamar untuk membuatkan makanan untuk anak-anak.
"Lho... sudah ada mbak Murni dan Mbak Shella toh!" Ucap Jumirah, ternyata didapur sudah ada satu gadis tanggung dan satu bocah perempuan baru berusia 7 tahun tapi terlihat dewasa, mungkin karena ia sudah terbiasa hidup mandiri saat tinggal di jalanan bersama dengan anak-anak jalanan lainnya, mereka berdua sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat makanan. Mereka jugalah yang selalu membantu Jumirah masak menyiapkan makanan untuk sahur.
__ADS_1
"Halo Kakak Jumi." Sapa mereka berdua menoleh kearah Jumirah yang sedang berjalan. Dengan cekatan kedua anak perempuan itu membantu Jumirah menyiapkan semua bahan-bahan dan bumbu-bumbu untuk membuat makanan. Bagi mereka berdua pekerjaan seperti itu sangatlah mudah karena mereka biasa melakukannya saat mereka masih hidup di jalanan, mereka menyiapkan semuanya sendiri karena mereka tidak memiliki orang tua.
"Alhamdulillah, sekarang tinggal bangunin anak-anak." Ucap Jumirah ketika nasi, lauk pauk dan sayuran sudah matang dan sudah berjejer dengan rapi diatas meja makan." Mbak-mbak, tolong bangunin adik-adik kalian sama Kakak Farel ya!"Perintah Jumirah kepada kedua anak perempuan itu.
"Oke kakak!" Jawab mereka berdua bersamaan dan bergegas pergi untuk membangunkan anak-anak yang lain serta Farel untuk makan sahur bersama.
Sementara ditempat lain terlihat seorang pemuda sedang mengendarai motornya seorang diri. Pemuda itu menghentikan motornya saat melihat ada seorang wanita sedang diganggu oleh beberapa pemuda diseberang jalan. Ia memutar motornya untuk menolong wanita itu.
"Ekhem..., abang-abang ganteng, lagi pada ngapain kalian? Apa aku boleh gabung!" Ucap pemuda itu dengan tenang menghampiri ketiga pemuda yang sepertinya mereka adalah para preman pasar yang biasa mangkal disana.
"Heh..., siapa lo, berani mengganggu kesenangan kami!" Jawab salah satu pemuda itu.
"Awas minggir, duag...." Gadis remaja itu mendorong tubuh para pemuda yang sedang berdiri didepannya dan menendang salah satu dari mereka.
"Breng**sek kau!" Seru salah satu preman pasar itu. Saat hendak mengejar si gadis tiba-tiba ada beberapa laki-laki dewasa, dan para pemuda warga desa lewat membuat tiga preman itu langsung kabur.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya salah satu laki-laki yang usianya kira-kira baru tiga puluh tahunan ketika sudah berada disamping kedua pemuda tadi.
"Gak ada apa-apa pak, tadi mereka hendak bersikap kurang ajar dengan mbak ini. Tapi sudah kabur!" Jelas si pemuda.
"Oh..., memangnya mbaknya darimana mau kemana? Jam segini masih keluyuran dijalan." Tanya laki-laki itu menoleh kearah gadis remaja yang saat ini sedang bersembunyi dibelakang si pemuda yang menolongnya tadi.
"Udah ayok kita sebaiknya pergi saja dari sini." Bisik gadis remaja itu lirih ditelinga si pemuda tidak menjawab pertanyaan dari pak satpam.
"Ya sudah pak, saya mau mengantar mbaknya dulu ya pak, permisi!" Pamit si pemuda tampan ramah sambil membungkukkan badannya memberi hormat kepada para bapak-bapak dan para pemuda yang sedang keliling untuk ronda dan juga membangunkan orang-orang sahur.
"Ya sudah hati-hati, cepetan antar mbaknya kerumah, bahaya seorang gadis jam segini sendirian di jalan!" Perintah si bapak, merekapun pergi untuk melanjutkan tugas mereka ronda keliling desa serta membangunkan para warga yang hendak berpuasa untuk segera sahur sebelum masuk subuh.
"Kamu Dewi kan? Gak nyangka kita bisa ketemu kembali, lo ngapain disini sendirian?" Tanya pemuda tadi setelah rombongan warga desa yang sedang ronda pergi.
"Mas yang waktu itu nolongin aku ya? Em..., siapa ya nama masse aku lupa." Kata gadis remaja yang ternyata adalah Dewi.
__ADS_1
"Choirul, nama gue Choirul." Jawab pemuda tampan tadi, ternyata dia adalah Choirul.
"Motor lo dimana?" Ish..., lo habis minum ya? Mulut lo bau alkohol."