
"Anak-anak ayok bangun, saur-saur!" Kata Jumirah membangunkan anak-anak untuk makan sahur. Sekarang sudah hari kelima mereka menjalankan kewajiban mereka sebagai seorang muslim untuk puasa di bulan suci Ramadhan setelah sore harinya mereka bersenang-senang di pasar malam.
"Jon... bangun Jon!" Kata Farel menarik kaki Joni.
"Em... memangnya sudah jam berapa kak?" Tanya Joni yang paling susah dibangunin.
"Sudah jam setengah lima!" Seru Farel sambil menahan tawanya.
"Hah yang benar kak?" Joni langsung loncat dari tidurnya dan berlari menuju meja makan yang ternyata masih sepi hanya ada beberapa temannya saja yang sedang duduk menunggu semua kumpul dulu baru makan sahur bersama.
"Lho...kok masih sepi, dimana yang lain gaes?Tapi kok makanannya masih terlihat penuh, belum kurang sama sekali, apa mereka tidak makan sahur?" Tanya Joni sambil menggaruk kepalanya yang sabenarnya tidak terasa gatal.
"mereka sedang kekamar mandi dulu untuk mencuci muka dan menggosok gigi, kamu gak gosok gigi dulu Jon?"Tanya Tiger.
"Mana sempat, keburu adzan subuh nanti." Ucap Joni langsung membuka piring yang masih dalam posisi tengkurap diatas meja.
__ADS_1
"Nanti Jon, nunggu yang lain!" Perintah Tiger.
"Lah sekarang aja sudah jam setengah lima, mau nunggu subuh sahurnya!" Protes Joni.
"Jam lima palamu botak, sekarang masih jam empat Jon,lihat noh kearah jam!" Jelas Tiger menunjukkan jam dinding yang menempel ditembak meja makan yang ada dibelakang Joni.
"Hah...em...jadi gue dikerjain. Kakak Farel...!" Joni menyatukan gigi-giginya lalu berteriak dengan suara keras memanggil nama Farel.
"Hehehe...," terdengar suara cekikikan dari belakang Joni.
Buk...buk....
Joni dengan tangan kecilnya meninjau perut Farel beberapa kali karena merasa kesal telah dikerjain olehnya.
"Uh... ampun Jon, habis lo paling susah dibangunin ya sudah tak kerjain aja sekalian." Ucap Farel sambil menahan kedua tangan Joni agar tidak memukuli perutnya.
__ADS_1
"Heh... sudah-sudah jangan ribut, ayok cepetan sahur-sahur dulu mumpung masih ada waktu, kalau tidak ada waktu, nanti sahurnya terburu-buru, ayok cepetan keburu imsak!" Perintah Jumirah sambil duduk di kursinya diikuti oleh anak-anak yang lain.
"Huh...!" Joni mendengus kasar sambil memonyongkan bibirnya kearah Farel setelah itu ia duduk mengikuti Jumirah dan teman-temannya.
"Sorry Jon, kita damai saja ya, jangan marah Jon, nanti puasanya tidak diterima sama Allah kalau kamu-nya marah seperti itu." Nasehat Farel.
"Nye...nye...nye...." Joni ngedumel dengan suara lirih seolah sedang menirukan ucapan Farel.
"Joni... jangan seperti itu sayang, tadi kamu sudah cuci muka sama gosok gigi belum?" Tanya Jumirah dengan suara lembut.
"Hehehe belum kak!" Jawab Joni sambil nyengir memamerkan deretan giginya yang gupis.
"Waduh Jon," Jumirah menepuk keningnya sendiri, ia menoleh kearah jam dinding ternyata sudah jam empat lewat." Ya sudah ayok kita makan sahur sekarang, keburu imsak, Kakak Farel ayok pimpin do'a!" Perintah Jumirah.Mereka menyantap makanan sahur setelah melakukan do'a terlebih dahulu yang dipimpin oleh Farel.
Ditempat lain.
__ADS_1
"Kita harus mencari cara bagaimana keluar dari tempat ini, sialan..., ini semua gara-gara perempuan pincang itu." Ucap seorang perempuan paruh baya didalam jeruji besi kepada lima temannya didalam ruangan samping dia yang terpisah dari ruangannya.