
Tuhan memberi ujian kepada kita, untuk menjadikan kita agar lebih kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Jika kita ingin menjadi orang sukses maka kita harus melewati berbagai tantangan, supaya kita menjadi seseorang yang sabar dan ikhlas. Untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempurna terkadang kita harus melewati kesulitan terlebih dahulu. Jangan pernah takut dengan kegagalan, justru dengan kegagalan kita jadi lebih tahu dengan kekurangan yang kita miliki, kita jadikan kegagalan itu sebagai pelajaran agar kelak bisa menjadi lebih baik lagi.
****
"Lepaskan tanganku Bu!" teriak Margaretha berusaha melepaskan tangannya dari genggaman sang ibu yang sangat kuat. "Ibu jahat, Retha benci Ibu!"
"RETHA ... beraninya kamu membentak Ibumu sendiri!" Nyonya Claudia mengangkat tangannya hendak menampar Margaretha, dengan gerakan cepat Jumirah meraih tangan Nyonya Claudia dan menahannya.
"Maaf Nyonya, jangan pernah sakiti Retha. Dia putri anda, jangan sampai anda menyesal di kemudian hari." ucap Jumirah sambil menahan tangan Nyonya Claudia, ia menurunkan tangan Nyonya Claudia dan melepaskannya dengan pelan.
"Hah ... jangan sok perhatian dengannya, kamu hanya pura-pura baik untuk memanfaatkannya saja 'kan? Heh ... aku tahu dengan akal busuk mu, dasar perempuan kampung!" hina Nyonya Claudia mendorong tubuh Jumirah dengan kasar. "Menyingkirlah kamu dari sini, karena perempuan seperti kamu tidak pantas berada di sini."
"Cukup!" Tiba-tiba terdengar suara seseorang membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara. Dari jauh terlihat dua pasangan suami-istri berjalan mendekati mereka.
"Alex, Caroline!" panggil Tuan Surya berjalan setengah berlari menghampiri dua pasangan suami-istri yang baru datang.
"Mommy, Dad!" gumam Jumirah lirih, tetapi bisa di dengar oleh Nyonya Claudia yang saat ini berada di sampingnya. Beliau menyipitkan matanya saat mendengar gumaman Jumirah lalu menoleh ke arah pasangan suami-istri yang sedang berjalan.
"Cristina, sayang!" Perempuan paruh baya itu langsung mendekap erat tubuh Jumirah. Nyonya Claudia, Margaretha dan Rosita saling bertatapan merasa bingung.
__ADS_1
" Benarkah ini kalian, apakah aku tidak sedang bermimpi? Aku nggak nyangka kalian mau datang ke gubuk kami ini." ucap Tuan Surya dengan ramah, merendahkan diri sambil memeluk singkat tubuh Alex, sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.
"Surya, jangan terlalu merendahkan diri. Rumah bagaikan sebuah istana, kamu bilang gubuk." protes Tuan Alex meninju lengan Tuan Surya. Mereka pun tertawa bersama.
"Ada angin apa kalian datang ke sini? Bagaimana keadaan kamu Alex, baru kemarin kami berniat ingin berkunjung ke sana, maaf, kami tidak sempat datang menjenguk kamu di rumah sakit, kami baru tahu beberapa hari yang lalu kalau kamu mengalami kecelakaan, saat kami mau menjenguk katanya kamu sudah di bawa pulang." ucap Tuan Surya.
"Kami kebetulan tadi lewat daerah sini, nggak tahu kenapa aku tiba-tiba ingin mampir ke tempat kamu Sur, ternyata sedang ada pesta toh! Dan ...." Tuan Alex menoleh ke arah Jumirah dan ketiga perempuan yang ada di samping Jumirah dan juga Caroline yang terlihat sangat bahagia bisa bertemu dengan putri kandungnya itu. Alex dan Caroline yang sedang berjalan hendak masuk ke dalam kediaman keluarga Mahendra, merasa terkejut ketika secara tidak sengaja melihat seorang perempuan memakai jilbab terlihat sedang di perlakukan tidak baik dan dihina.
"Cristina, akhirnya Mommy bisa bertemu denganmu. Mommy sangat merindukanmu Nak. Kenapa kamu tidak pernah datang ke rumah? Apakah kamu tidak merindukan Mommy?" tanya Caroline sambil merapikan jilbab pashmina yang si pakai Jumirah. Ia juga mengusap lembut pipi Jumirah yang terlihat kotor karena ulah Rosita tadi.
"Ah, apa ada sesuatu si wajahku Mom?" Jumirah mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.
Kedua perempuan itu nampak ketakutan langsung mundur beberapa langkah ke belakang.
"Hah ... siapa sabenarnya perempuan ini Tante? Kenapa dia bilang kalau si pelukis jalanan itu adalah putrinya? Dan Tante, kenapa Tante terlihat begitu takut dengannya? Memangnya siapa keluarga Fernandez, sehingga seorang Nyonya Claudia sampai terlihat pucat karena takut." bisik Rosita lirih di telinga Nyonya Claudia.
"Apakah kamu tidak mengenal siapa kedua orang itu, Ros? Mereka orang terkaya nomor dua di negara kita, masak kamu tidak mengenal keluarga Fernandez Ros? Mereka keluarga yang sangat di segani dan di hormati semua orang, keluarga Fernandez juga sangat di takuti." jelas Nyonya Claudia yang juga ikut berbisik agar tidak terdengar oleh Caroline dan Alex Fernandez.
"Kalian pikir aku tidak tahu apa yang sudah kalian lakukan, hah!" bentak Caroline terlihat sangat marah.
__ADS_1
"Sudah Mom, nggak enak sama Pak Surya." Alex mencoba menenangkan istrinya yang terlihat sangat marah melihat putrinya di perlakukan tidak baik oleh istri dari sahabat lamanya itu dan juga perempuan cantik yang saat ini sedang berdiri di samping istri Surya Mahendra, Surya Mahendra adalah teman lama Alex. Mereka berteman ketika Alex masih baru masuk sekolah SMP. Mereka berpisah karena Alex di bawa keluarga Fernandez untuk pindah ke sekolah lain yang dekat dengan tempat tinggal keluarga itu.
"Maaf, sabenarnya apa yang terjadi? Memangnya siapa perempuan ini?" tanya Surya Mahendra menatap ke arah Jumirah dengan tatapan curiga campur penasaran.
"Dia putri kandung kami yang hilang 20 tahun yang lalu." Dengan suara lantang dan tegas, Caroline memberitahu membuat semua orang yang ada di sana membelalakkan matanya merasa terkejut. Nyonya Claudia dan Margaretha tampak syok saling bertatapan sambil menutup mulut mereka. Lain halnya dengan Rosita yang terlihat biasa-biasa saja karena ia tidak tahu siapa sabenarnya kedua pasangan suami-istri yang baru datang itu yang mengaku sebagai kedua orang tua Jumirah.
"Di ... dia ...! Nggak mungkin." ucap Nyonya Claudia tidak percaya sambil menggelengkan kepala. "Si pincang itu ...."
"Hay ... berhenti menghina putriku, jangan pernah menghinanya lagi, sekali lagi kamu bicara seperti itu, maka bersiap-siaplah kamu berurusan dengan keluarga Fernandez, aku tidak akan memberi ampun untuk orang yang sudah menyakiti dan menghina keluarga kami." Suara Caroline yang begitu keras membuat semua orang yang ada di pesta itu bergidik ngeri, mereka semua langsung diam tidak ada satu orang pun yang berani bersuara.
"Apa maksudnya ini Alex? Apa benar perempuan itu adalah anak kandung kalian?" tanya Tuan Surya Mahendra yang juga terlihat begitu syok mendengar penjelasan dari istri sahabatnya itu.
"Iya Sur, dia putri kami yang hilang itu, saat aku di rawat, Arya membawanya untuk melakukan tes DNA, dan hasilnya benar kalau dia memang anak kandung kami." jawab Alex sambil menundukkan kepalanya. Dalam hati Alex merasa berdosa, anak yang di anggap sebagai pembawa sial dan membuat malu keluarga besar Fernandez, bahkan Alex sampai dengan jahatnya menyuruh seseorang untuk menyingkirkan dan melenyapkannya. Jumirah adalah anak kandung yang tidak di inginkan karena keadaan fisiknya yang tidak sempurna atau cacat, ternyata justru anak itu yang sudah menyelamatkan nyawanya.
Kedua mata Jumirah berkaca-kaca mendengar pengakuan dari Alex, ia sungguh merasa bahagia. Akhirnya, ayah kandungnya sendiri mau mengakui ia sebagai anak kandungnya. "Daddy!" Jumirah meneteskan air mata karena bahagia.
"Ya Tuhan!" ucap Nyonya Claudia dan Surya Mahendra kembali menutup mulut mereka. Saat bersamaan Aden datang dari dalam rumah.
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Aden sambil berjalan menghampiri pujaan hatinya yang sedang berkumpul bersama dengan keluarganya, dan kedua orang yang terlihat tidak asing baginya. Aden sudah bertemu dengan keluarga Fernandez beberapa kali, tetapi belum mengetahui jika mereka adalah kedua orang tua kandung dari kekasihnya itu.
__ADS_1