Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 43.Beli bakso


__ADS_3

"Sayang...kamu berani membentak ibumu sendiri demi perempuan pincang itu nak!"Seru Nyonya Claudia tidak terima.


"Karena ibu sudah kelewatan,apa maksud ibu berbicara seperti tadi hah!"Aden menghempaskan tangan ibunya dengan kasar dari tangannya.


"Mas... kamu gak boleh berbicara seperti itu kepada ibumu sendiri, kenapa kamu sekarang berubah?"Padahal dulu kamu pendiam, tidak pernah berbicara kasar seperti ini,apa yang membuat kamu berubah mas?"Tanya Rosita.


"Hah...itu semua karena kalian, kalianlah yang sudah membuat aku seperti ini."Jawab Aden menatap tajam kearah kedua perempuan yang ada didepannya, ia bergegas pergi meninggalkan kedua perempuan itu untuk mengejar Jumirah.


Semua orang yang ada didalam cafe menoleh kearah mereka yang saat ini terlihat kesal karena Aden lebih memilih untuk mengejar perempuan pincang itu daripada mereka ibu kandung dan mantan pacarnya yang memiliki wajah cantik, dengan fisik sempurna tidak seperti Jumirah yang pincang.Beruntungnya Jumirah yang sekarang sudah memakai jilbab sehingga mereka tidak tau jika dirinya hanya memiliki satu telinga saja.Mereka pasti bakal lebih menertawakan dan menghina dirinya jika tau kalau Jumirah hanya memiliki satu telinga.


"Ayok Ros kita harus keluar dari sini,malu dilihat banyak orang,ini semua gara-gara perempuan pincang itu."Ucap Nyonya Claudia menarik tangan Rosita untuk meninggalkan cafe.


"Jum... tunggu Jum!"Aden menarik tangan Jumirah begitu ia berhasil mengejarnya.


"Tolong lepaskan tanganku mas,aku harus pergi,mas Aden mending balik lagi sana dengan ibu dan calon istri Mas Aden didalam."Ucap Jumirah menarik tangannya mencoba melepaskan genggaman tangan Aden yang begitu kuat.


"Tidak...ayok ikut."Aden menarik tangan Jumirah.


"Tidak Mas, tolong lepaskan tanganku!"Teriak Jumirah terus memberontak tapi tidak didengarkan oleh Aden, dengan kasar ia menarik Jumirah menuju mobilnya.


"Mas...!"Panggil Jumirah karena Aden terlihat begitu cuek terus menggenggam tangannya dengan kuat.


"Diam atau aku gendong!"Perintah Aden tanpa menoleh kearah Jumirah.


"Lepas gak!"Jumirah terus memberontak membuat Aden terpaksa melepaskan tangan Jumirah,dan hap....


Aden berganti membopong tubuh kekasihnya itu untuk dibawa ke-mobil yang masih lumayan jauh dari keberadaan mereka saat ini tidak perduli meski banyak pasang mata yang melihat dirinya sedang membopong Jumirah.


Deg....


Jumirah merasa terkejut dengan sikap Aden yang tiba-tiba membopongnya.


"Mas turunin mas,aduh mas aku malu!"Seru Jumirah memukul dada Aden dengan kedua tangannya,ia juga menggerak-gerakkan kedua kaki agar Aden menurunkan dia.

__ADS_1


"Diam bisa gak, kalau kamu masih bergerak-gerak aku lempar kamu ke jalan!"Ancam Aden tanpa menoleh kearah Jumirah.


Glek....


Jumirah menelan ludahnya sendiri,ia melingkarkan kedua tangan ke-leher Aden karena takut kekasihnya itu beneran melemparkan dirinya kejalan.Semua orang yang berada disana menatap kearah mereka sambil senyum-senyum melihat keromantisan mereka.


"Mas... please! Turunkan aku, malu dilihatin orang mas."Bisik Jumirah lirih sambil menyembunyikan wajahnya di-dada Kekasihnya itu.


Aden terlihat cuek berjalan dengan santai sambil membopong tubuh Jumirah seperti membopong bayi,ia hanya tersenyum mendengar ucapan Jumirah.


Setelah sampai disamping mobilnya, dengan hati-hati Aden menurunkan tubuh Jumirah.


"Diam, jangan pernah berniat kabur!"Ancam Aden,ia merogoh kantong celananya untuk mengambil kunci mobil.Aden membuka pintu mobil dan menyuruh Jumirah untuk masuk.


"Masuk sendiri atau aku paksa masuk!"Paksa Aden karena Jumirah terlihat diam saja tidak mau masuk kedalam mobil.


"Huh...!"Jumirah terpaksa mengikuti perintah kekasihnya itu karena takut dengan ancamannya.


Tanpa mereka sadari dari tadi ada yang menatap mereka dengan tatapan penuh kebencian.


"Hah... kita harus melakukan sesuatu bu,aku gak mau kehilangan Mas Aden,aku sangat mencintainya."Ucap seorang wanita, mereka adalah Nyonya Claudia dan Rosita yang masih belum pergi meninggalkan cafe, mereka menghentikan langkah mereka saat melihat Aden dan Jumirah yang terlihat begitu romantis, Aden dengan penuh percaya diri berjalan melewati banyak orang yang hendak makan di-cafe itu, Aden berjalan dengan santai sambil membopong tubuh Jumirah menuju mobilnya tidak perduli meskipun banyak pasang mata yang melihat kearah mereka.


Rosita menjalankan mobilnya saat mobil Aden sudah pergi meninggalkan cafe.


"Kita nau kemana mas?"Tanya Jumirah menoleh kearah Aden yang sedang menyetir.


"Cari makanlah,kita kan belum sempat makan tadi."Jawab Aden dengan kedua mata fokus kejalanan.


"Aku sudah gak lapar, kita balik kerumah sakit aja yok mas."Ucap Jumirah yang nafsu makannya mendadak hilang gara-gara kejadian di-cafe.


"Kamu harus makan,aku gak mau kamu sakit."Perintah Aden dengan tegas.


"Ya sudah, kita beli bakso aja ya mas,tuh ada abang tukang bakso,mas minggir mas!"Ucap Jumirah menunjuk sebuah gerobak bakso yang sedang mangkal dipinggir jalan.

__ADS_1


"Haduh... jangan beli makanan disana, tidak higienis!"Kata Aden tidak mau meminggirkan mobilnya.


"Mas... berhenti aku mau makan bakso,ya sudah kalau gak mau berhenti untuk beli bakso aku gak mau ngomong lagi sama Mas Aden."Ucap Jumirah melipat kedua tangan kedepan sambil memonyongkan bibirnya.Aden melirik kearah Jumirah, senyum dia mengembang saat melihat kekasihnya itu sedang ngambek.


"Ekhem...jadi makan baksonya?"Tanya Aden pura-pura jutek tidak perduli padahal dalam hati ia ingin sekali mendekap tubuh Jumirah dengan erat kedalam pelukannya.


"Heh...."Jumirah memalingkan wajahnya sambil cemberut.


"Ya sudah ayok kita makan bakso tapi setelah itu aku boleh ya meminta hadiah."Ucap Aden melirik kearah Jumirah berusaha menahan tawanya.


"Ha... hadiah? Hadiah apa?A..."


"Yes... kamu setuju!Oke,berarti dil ya, setelah makan bakso aku boleh minta hadiah,"Aden memotong ucapan Jumirah yang belum selesai.


"Ih...enak saja main dil,siapa juga yang bilang setuju."Protes Jumirah.


"Pokoknya sudah aku putuskan,dil...kamu tidak boleh protes,ayok kita makan bakso setelah itu aku mau minta hadiah."Aden menghentikan mobilnya tepat disamping penjual bakso.Ia bergegas keluar dari dalam mobil, sambil tersenyum ia berlari memutar hendak membukakan pintu untuk kekasihnya.


"Ayok sayang."Ajak Aden setelah membukakan pintu,ia mengulurkan tangan ingin membantu kekasihnya turun.


"Awas...aku bisa sendiri."Jumirah menyingkirkan tangan Aden.


"Hufh...!"Aden membuang nafasnya dengan kasar sambil mengusap dadanya sendiri berusaha untuk bersikap sabar.


"Bang beli baksonya untuk dua orang ya bang."Ucap Aden kepada penjual bakso sambil duduk dikursi kayu panjang yang sudah disiapkan oleh penjual bakso


"Baik mase,makan disini apa dibungkus?"Tanya penjual bakso dengan ramah.


"Makan disini bang."Jawab Aden


"Bang punya aku jangan dikasih mie, bakso kosongan , jangan pakai sambal,kecap sama saos tomat saja!"Lanjut Aden yang tidak suka makanan pedas,ia bakal langsung sakit perut kalau makan makanan pedas.


"Oke,siap mase."Jawab abang tukang bakso sambil meracik bakso.

__ADS_1


__ADS_2