
"Ye...ye,ye...ye!" Dewi terlihat begitu girang berjingkrak-jingkrak kesenangan seperti anak kecil.
"Lo sudah gak waras ya Wik, ealah gemblung kamu!" Seru Pak Sutejo sambil menggelengkan kepala melihat anak gadisnya yang baru pulang,ia terlihat seperti orang gila senyum-senyum sendiri sambil berjingkrak-jingkrak.
"Kamu darimana nak? Sepertinya kamu sedang bahagia." Sambung Bu Lasmi yang sedang menyiapkan makanan untuk Pak Sutejo suaminya.
"Iya bu, Dewi lagi seneng banget hari ini." Jawab Dewi sambil tersenyum, dikibaskan rambutnya yang panjang.
"Kesambet demit dimana kamu Wik? Istighfar Wik,kamu bisa bacanya kan?" Tanya Pak Sutejo lagi meledek anaknya sendiri.
"Ih bapak jahat banget sih ngatain anak sendiri seperti itu!" Jawab Dewi sambil mengerucutkan bibirnya, memalingkan wajahnya tidak mau melihat bapaknya sendiri.Dengan angkuhnya ia berjalan meninggalkan bapak dan ibunya yang sedang berada diruang makan.
__ADS_1
"Makan dulu sini Wik." Ucap Bu Lasmi.
"Malas bu, masih kenyang." Jawab Dewi, dibukanya pintu kamar dan....
Brak....
Dewi menutupnya dengan kasar menimbulkan suara keras.
"Syik asik...syik asik sungguh senang hatiku, ahak,syik asyik...syik asyik aduh mak...aku jadi gila gara-gara dia, yeah...ahak, is so good...ahak, is so good." Dewi terus bernyanyi didalam kamar mandi sambil membersihkan diri dibawah kucuran air yang keluar dari shower. Ia merasa bahagia saat Jumirah bilang kalau dirinya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Aden.
"Yeah... akhirnya gue bisa deketi dia, akan gue singkirkan si jablay itu, enak saja dia mau menikah dengan laki-laki pujaan hati gue, hah...ahak is so good!" Ucap Dewi kembali bernyanyi.
__ADS_1
Di tempat lain.
"Halo sayang,kamu lagi ngapain? Ada kabar apa hari ini?" Tanya seorang laki-laki sambil duduk berbicara dengan seseorang dipanggilan telpon.
"Kabar aku sangat baik hari ini mas, mas sendiri bagaimana kabarnya hari ini?" Tanya balik seseorang diseberang telpon.
"Kabar aku hari ini tidak baik sangat tidak baik." Jawab laki-laki itu.
"Lho kenapa? Apa mas sedang sakit?" Tanya seseorang diseberang telpon terdengar sangat khawatir.
"Bagaimana kabarku bisa baik, sementara aku tidak bisa bertemu dengan bidadariku, sayang..., aku sangat merindukanmu, bisakah aku menemui-mu please!" Rengek laki-laki itu. Dia adalah Muhammad Aden Mahendra, seorang pengusaha muda yang sukses dalam menjalankan bisnisnya dibantu oleh adik kandungnya sendiri Gibran Mahendra. Gibran bekerja membantu sang kakak sambil kuliah.
__ADS_1
"Jangan dulu mas, sebelum kita tahu siapa yang sudah mengirim foto Mas Aden dengan mantan kekasih mas, si Mbak Rosita itu. Tadi Dewi kesini, dia juga menunjukkan foto mas dengan Mbak Rosita, Dewi mengingatkan aku agar berhati-hati dengan mas, aku mencurigai dia dan kedua orang tuaku terlibat, aku tadi bilang sama Dewi kalau kita tidak ada hubungan apa-apa, kita tidak pacaran." Kata Jumirah memberitahu." Bersabarlah sebentar lagi setelah aku berhasil mengetahui siapa orang yang sudah mengirim foto Mas Aden dan Mbak Rosita, karena nomor handphone si-pengirim ternyata sudah tidak aktif sehingga aku tidak bisa menyelidiki siapa yang sudah mengirim foto itu ke WA aku."