Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 24.Tentang Aden dan Rosita.


__ADS_3

"Da... anak-anak Da, hiks..." sekali Baldatun datang ke kontrakan Jumirah untuk melihat keadaan sahabatnya itu, Baldatun baru tau tadi habis subuh diberitahu Farel kalau gedung sekolah melukis mereka kebakaran.


"Jum... kita berdoa saja semoga mereka semua tidak apa-apa, gue yakin mereka baik-baik saja." Ucap Baldatun memeluk tubuh Jumirah yang terlihat sangat lemah, dari semalam Jumirah terus menangis memikirkan keadaan anak-anak yang masih belum ada kabar dimana mereka sekarang berada.


"Kasihan mereka Da, hiks... mereka nanti mau tinggal dimana? Kenapa masih saja ada orang jahat, hua... padahal aku sudah janji sama anak-anak, kalau hari ini akan mengajak mereka jalan-jalan, hiks...," ucap Jumirah masih belum berhenti menangis.


"Lo harus kuat Jum, bagaimana kita bisa mencari anak-anak kalau lo nya aja seperti ini, ayok kita cari anak-anak!" Ajak Baldatun berusaha menguatkan sahabatnya yang terlihat sangat syok atas hilangnya anak-anak secara misterius.


"Hiks... kenapa ini terjadi sama mereka Da!"


Ditempat lain.


Brak...


"Kakak...." Teriak Margaretha membuka dengan kasar pintu ruang kerja Aden.


"Haduh Retha... kamu mengagetkan saja, kamu pingin merusak pintu ruangan kakak!" Seru Aden merasa kaget dengan sikap adiknya yang membuka pintu ruang kerjanya dengan kasar sehingga mengeluarkan bunyi yang cukup keras.


"Kakak... coba lihat ini." Margaretha masuk begitu saja kedalam ruang kerja kakaknya menyerahkan handphonenya kepada Aden untuk memperlihatkan sebuah kabar berita mengenai gedung sekolah seni lukis milik anak-anak jalanan yang terbakar semalam, berita itu sudah menyebar di-internet.


"Apa ini Retha? Gedung apa yang kebakaran?" Tanya Aden belum mengerti dengan berita yang diperlihatkan oleh adiknya.


"Itu sekolah melukis milik kakak Jumirah kak, seseorang telah membakarnya, mereka juga kehilangan anak-anak yang tinggal di gedung itu,dan sekarang para polisi sedang mencari keberadaan anak-anak yang hilang secara misterius." Jelas Margaretha terlihat begitu panik.

__ADS_1


"Jumirah... bagaimana dengan keadaan dia?" Tanya Aden tidak kalah terkejutnya.


"Kita harus kesana untuk melihat keadaan kakak Jumi, ayok kak, ini kesempatan kakak untuk dekat lagi dengan kakak Jumi, sekarang dia pasti sedang syok berat, anak-anak dan sekolah itu begitu penting baginya, tapi seseorang dengan tega telah menghancurkan semuanya." Ucap Margaretha ikut sedih.


"Ayok Retha kita harus kesana sekarang." Ajak Aden langsung menutup laptopnya, diambilnya kunci mobil dan handphone diatas meja lalu ia bergegas keluar untuk melihat keadaan Jumirah.


"Den... tunggu!" Panggil seseorang menghentikan langkah kaki mereka.


"Rosita... ngapain dia kesini?" Gumam Aden lirih sambil menatap seorang perempuan cantik berbadan tinggi dan langsing seperti seorang model sedang berlari menghampirinya.


"Mau apa kamu kesini?" Tanya Aden setelah perempuan itu sudah berada disampingnya.


"Ingin menemui kamu lah Den, memangnya kamu pikir mau apa aku kesini." Jawab Rosita dengan santainya.


"Hah... aku baru saja sampai lho Den, tega banget sih kamu den, gak punya perasaan banget deh malah pergi ninggalin aku begitu saja, Den...!" Teriak Rosita mengejar Aden dan Margaretha yang malah pergi meninggalkan dirinya.


"Pergilah Ros, jangan ikuti aku." Perintah Aden karena Rosita malah terus mengikutinya.


"Iya kakak Ros memangnya gak ada pekerjaan lain, kita mau pergi menemui kekasih kak Aden." Sambung Margaretha sengaja agar perempuan yang dulu pernah menjadi kekasih kakaknya itu cepat pergi tidak mengikuti mereka lagi.


"Hah... apa maksud kamu Retha? Tanya Rosita kaget.


"Den... jangan tinggalkan aku begitu saja, aku masih mencintaimu, apa yang sabenarnya terjadi denganmu Den? Saat itu kamu bilang sangat bahagia bisa bertemu denganku lagi, kamu mengajakku kembali ke Jakarta, dan setelah aku mengikuti kamu sampai kesini ternyata kamu malah bersikap cuek dan tidak perduli," Teriak Rosita merasa kesal dengan sikap Aden.

__ADS_1


"Apa? Aku mengajak kamu ke Jakarta? Bukannya kamu yang ingin balik ke Jakarta?" Tanya balik Aden tersenyum sinis kearah Rosita.


Dua bulan yang lalu saat Aden berada diluar kota untuk menenangkan diri, mencoba melupakan Jumirah yang telah mengkhianatinya, ia bertemu kembali dengan perempuan cantik yang dulu pernah menguasai hatinya,dia adalah Rosita mantan kekasih Aden yang tiba-tiba menghilang saat ia berniat ingin melamarnya. Aden begitu bahagia akhiratnya bisa bertemu lagi dengan wanita yang bertahun-tahun dicarinya , Aden sudah seperti orang gila terus bertanya kesemua orang dimana keberadaan Rosita, selama berada di kota itu, Aden sering jalan bersama Rosita, Aden berfikir bakal melupakan Jumirah setelah kembali bersama Rosita tapi ternyata salah, setiap kali jalan dengan Rosita yang sabenarnya masih berstatus sebagai pacarnya karena perempuan itu dulu pergi saat masih menjadi pacar Aden, mereka bahkan belum mengatakan kata putus sampai sekarang. Aden selalu teringat dengan sosok Jumirah, bayangan wajah Jumirah terus datang mengganggunya saat ia sedang berusaha untuk menerima Rosita kembali dalam kehidupannya.


Saat Aden menyatakan ingin kembali ke Jakarta, Rosita memaksa untuk ikut dengan alasan ingin mengunjungi saudara-saudaranya di Jakarta, akhirnya mereka bersama-sama kembali ke Jakarta dengan naik mobil pribadi milik Aden.


"Aku ingin balik ke Jakarta karena kamu, karena aku ingin kita kembali seperti dulu, bukannya kamu juga masih mencintaiku, ayolah Den... aku tau jika sabenarnya dalam hati kamu masih ada aku iya kan? Lupakan wanita yang sudah mengkhianati kamu itu!" Rengek Rosita terus memohon agar mereka bisa kembali bersama seperti dulu.


"Maaf Ros, hubungan kita sudah berakhir saat kamu meninggalkan aku dulu, sekarang di hati aku sudah ada perempuan lain, aku sangat mencintai dirinya, kadi berhentilah kamu mengharapkan apa yang tidak mungkin bakal kembali.


"Tapi kita sampai sekarang masih belum putus, status kita masih pacaran karena baik aku atau kamu belum mengatakan kata putus." Jelas Rosita.


"Oh... oke, mulai saat ini dan seterusnya kita putus,puas kamu!" Seru Aden dengan tegas.


JEDER....


Rosita membelalakkan matanya, ia termakan oleh omongannya sendiri.


"Duh... kenapa aku tadi ngomong seperti itu?Dia jadi bilang putus kan..., Duh begoknya aku...!" Gumam Rosita dalam hati setelah mendengar kata putus dari Aden.


"*Haha... rasain lo, e*mang enak...!" Ucap Margaretha didalam hati mengejek si Ros.


"Apa kamu senyum-senyum...!" Seru Rosita menatap tajam kearah Margaretha yang ketahuan sedang tersenyum mengejeknya.

__ADS_1


"Ih... Kak Ros aneh, orang tersenyum gak boleh, suka-suka gue dong, mulut-mulut gue." Jawab Margaretha cuek langsung memalingkan wajahnya dan bergegas berlari mengejar kakaknya yang sudah menjauh.


__ADS_2