
"Kakak...!"
Gubrak.... Pintu dibuka dengan kasar oleh seseorang.
"Haduh Retha, kenapa sih setiap kesini buat jantung kakak mau copot, bisa gak sih bersikap kalem gak seperti tarzan main dobrak pintu ruangan kakak." Ucap Aden karena tiba-tiba adiknya membuka pintu ruang kerjanya dengan kasar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat Aden yang sedang serius melakukan pekerjaannya langsung loncat sangking kagetnya. Terlihat Margaretha berjalan cepat sambil menatap tajam kearahnya, dan....
Brak....
"Kakak! Cepat jelaskan, apa benar kakak putus sama kakak Jumi!" Teriak Margaretha sambil menggebrak meja.
"Haduh... RETHA!" Bentak Aden merasa geram dengan sikap adiknya yang sudah seperti orang kesurupan marah-marah gak jelas.
"DUDUK!" Bentaknya lagi memerintahkan adik perempuannya untuk duduk.
__ADS_1
"Huh...!" Margaretha mendengus kesal, ia memutar bola matanya malas lalu duduk.
"Kakak, kenapa kakak putus dengan kakak Jumirah setelah apa yang sudah kakak lakukan untuk mendapatkan Kakak Jumi kembali, aku kesal dengan kakak!" Ucap Margaretha sambil melipat kedua tangannya di-dada.
"Siapa yang mengatakan kalau kakak putus dengan Jumirah?" Tanya Aden bersikap tenang dan santai menyenderkan badannya di-senderan kursi sambil melipat kedua tangannya di-dada, ditatapnya wajah sang adik dengan lekat.
"Ibu yang mengatakan kalau kakak sudah putus dengan kak Jumi. Apa benar itu kak? Kakaaak!" Teriak Margaretha karena kakaknya terlihat cuek tidak perduli, ia hanya tersenyum membuat Margaretha menjadi semakin kesal.
"Kakak jahat, ternyata kakak gak pernah serius,aku benci kakak." Ucap Margaretha memalingkan wajahnya sambil cemberut tidak mau melihat kearah Aden sang kakak.
"Huh..." Margaretha membuang nafasnya dengan kasar.
"Kami tidak benar-benar putus Retha, kami sengaja melakukan ini untuk mengelabui mereka yang tidak pernah suka dengan hubungan kami."Jelas Aden.
__ADS_1
"Hem... maksud kakak?" Tanya Margaretha sambil menyipitkan mata.
"Kakak kasih tau sebuah rahasia tapi jangan kamu katakan ke-siapapun ya!" Aden mengatakan semuanya kepada Margaretha tentang apa yang terjadi sabenarnya hingga membuat mereka pura-pura tidak ada hubungan.
"Oh jadi begitu ceritanya, oke-oke!" Kata Margaretha sambil menganggukkan kepala.
"Kamu harus bisa menjaga rahasia ini, awas kalau sampai ibu atau Rosita tau berarti kamu yang sudah membocorkannya, maka bersiap-siaplah menerima hukuman dari kakak." Ancam Aden.
"Kakak tenang saja, aku janji tidak akan mengatakan ke mereka, aku adik kakak yang bisa di andalkan, jangan panggil aku Margaretha kalau sampai aku ingkar janji, selain cantik aku juga baik hati dan selalu menepati janji, kakak sangat beruntung memiliki adik seperti aku." Ucap Margaretha dengan sombongnya membanggakan dirinya sendiri.
"Ekhem... ekhem!" Aden berdehem sambil tersenyum mendengar ucapan adiknya yang terdengar berlebihan.
"Tapi syukurlah aku merasa lega, ternyata kalian tidak benar-benar putus, aku sungguh merasa emosi saat ibu bilang kalau Mas Aden dan Mbak Jumi sudah putus." Ucap Margaretha.
__ADS_1
"Bagaimana reaksi ibu saat mengetahui kami putus Retha?" Tanya Aden.
"Sepertinya kakak sudah tau jawabannya, kakak kan tau sendiri kalau ibu gak pernah menyukai Mbak Jumi, ya pasti ibu senang banget lah, ibu sangat mengharapkan kakak menikah dengan kakak Ros." Jelas Margaretha." Oh ya, ibu sudah menyiapkan tempat romantis untuk kakak dan kak Ros lho! Kenapa kakak gak jadi pergi dengan kakak Ros? Ibu sungguh kecewa kak Aden membatalkan untuk pergi dengan Kak Ros. Padahal ibu sudah menyewa tempat untuk kalian berdua, kakak sengaja ya, katanya mau ketemu klien penting tapi sudah jam segini kok masih dikantor."