
Siiit....
Brag, klontang... prang... (Ceritanya itu bunyi mobil terjungkal karena kecelakaan ya gaes 🤭)
Terjadi sebuah kecelakaan mengakibatkan satu mobil terjungkal dalam kondisi rusak parah, terlihat sebuah mobil Kijang berwarna hitam segera kabur meninggalkan tempat kejadian setelah berhasil menabrak mobil didepannya.
Sepertinya seseorang sengaja ingin mencelakai mobil Avanza berwarna silver yang sekarang sudah dalam kondisi rusak parah.
****
Kring... kring....
Terdengar suara telepon rumah berbunyi dikediaman keluarga Fernandez.
"Halo..., " seorang asisten rumah tangga mengangkat panggilan telpon.
"Iya benar, ini kediaman keluarga Fernandez, saya asisten rumah tangganya." Kata asisten rumah tangga itu kepada seseorang diseberang telpon. Beberapa menit asisten rumah tangga itu nampak diam mendengarkan ucapan dari seseorang dari seberang telpon, lalu wajahnya tiba-tiba berubah tegang, ia menoleh kearah majikannya yang sedang menonton acara televisi diruang tengah.
"📱"
"Iya sebentar pak!" Lanjut asisten rumah tangga itu kepada seseorang yang menelponnya tadi.
"Maaf bu, ada telpon buat ibu." Ucap asisten rumah tangga itu kepada Caroline.
"Siapa mbak?" Tanya Caroline.
"Maaf bu, dari rumah sakit." Jawab asisten rumah tangga Caroline dengan suara lirih. Ia meletakkan telpon rumah itu diatas meja dibiarkan nyala tidak dimatikan karena seseorang yang menelponnya tadi ingin berbicara dengan pemilik rumah.
"Hah... dari rumah sakit?" Tanya Caroline langsung bangun dari duduknya, ia bergegas berjalan menuju ruangan yang terdapat telpon rumah untuk bicara dengan seseorang diseberang telpon.
"Halo!" Ucap Caroline setelah mengangkat telepon rumah yang dibiarkan tergeletak diatas meja oleh asisten rumah tangganya.
"📱"
"Hah... a... apa? Tidak!" Jawab Caroline langsung menjatuhkan gagang telepon dari genggamannya karena syok mendengar ucapan dari seseorang yang ada diseberang telpon.
__ADS_1
Brug....
Caroline langsung jatuh tidak sadarkan diri diatas lantai.
"Bu!" Teriak asisten rumah tangga Caroline dan Alex Fernandez langsung berlari menghampiri majikannya yang tiba-tiba jatuh diatas lantai saat sedang menerima telepon dari rumah sakit.
"Mom... ada apa dengan mommy mbak?" Tanya Angel saat baru keluar dari dalam kamarnya hendak keruang santai untuk menonton acara televisi merasa kaget melihat mommy-nya tergeletak dilantai tidak sadarkan diri. Angela dan asisten rumah itu bersama-sama mengangkat tubuh Caroline untuk dipindahkan diatas sofa.
"Cepetan ambilkan minyak kayu putih mbak!"Perintah Angela kepada asisten rumah tangganya. Caroline membuka matanya berlahan setelah mencium aroma minyak kayu putih.
"Mommy!" Panggil Angela menggenggam tangan mommy-nya. Caroline hanya diam saja dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Mom!" Panggil Angela lagi dengan suara pelan karena sang mommy tampak sedih.
"Daddy, hiks...." Caroline menoleh kearah Angela sambil terisak.
"Ada apa dengan daddy mom?" Tanya Angela? menghampiri mommy-nya.
"Daddy, hiks... "
"Sayang, daddy kecelakaan!" Akhirnya Caroline mengatakan apa yang terjadi dengan Alex setelah Angela melepas pelukannya.
"Hah... dad... hua... tidak!" Tangis Angela langsung pecah. Mereka bergegas pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan Alex yang saat ini sedang dalam keadaan kritis akibat kecelakaan yang dialaminya bersama dengan supir pribadi Alex yang dinyatakan telah meninggal ditempat kejadian, sedangkan Alex masih bisa diselamatkan, namun, keadaannya sangat kritis.
"Maaf nyonya, untuk saat ini keadaan Tuan Alex masih sangat kritis, beliau membutuhkan banyak darah. Kami belum menemukan darah yang cocok untuk Tuan Alex, apakah diantara kalian ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan Tuan Alex?" Tanya seorang dokter spesialis kepada Caroline dan Angela yang baru sampai dirumah sakit.
" Hiks... golongan darah kami beda dokter, tolong suamiku dok, hiks." Ucap Caroline terlihat sangat putus asa.
"Mommy... apa yang terjadi dengan daddy?" Terdengar suara laki-laki menghampiri mereka.
"Arya... hiks, daddy membutuhkan banyak darah, kamu harus mencarikan golongan darah yang sama dengan punya daddy sayang!" Ucap Caroline sambil terisak.
"Tapi golongan darah Arya tidak sama dengan punya daddy mom." Jawab Arya.
"Apakah Tuan Alex memiliki saudara kandung atau anak yang lain lagi mungkin? Siapa tau darah dari mereka sama dengannya." Kata dokter.
__ADS_1
"Suamiku tidak memiliki saudara dok, tapi..., Arya..., dia!" Ucap Caroline menatap wajah anak laki-lakinya.
"Iya mom, Arya harus menemuinya, semoga dia memiliki golongan darah yang sama dengan golongan darah daddy." Kata Arya yang mengerti dengan maksud tatapan dari sang mommy. Arya bergegas pergi ketempat Jumirah, hanya Jumirah satu-satunya harapan mereka untuk bisa menolong daddy mereka yang sekarang sedang dalam berjuang untuk hidup dan mati.
******
"Cristina, puji Tuhan akhirnya!" Gumam Arya lirih didalam mobilnya saat tidak sengaja melihat Jumirah sedang memarkirkan motornya didepan rumahnya sendiri, sepertinya Jumirah baru pulang dari suatu tempat. Cepat-cepat Arya Fernandez keluar dari dalam mobil.
"Cristina!" Panggil Arya dengan suara keras karena ia masih berada diluar pagar rumah Jumirah.
"Oalah Den Arya!" Ucap seorang satpam rumah Jumirah merasa terkejut dengan kedatangan anak dari bosnya. Karena satpam yang berjaga dirumah Jumirah adalah anak buah Caroline. laki-laki paruh baya itu cepat-cepat berlari untuk membuka pintu pagar.
"Mas Arya." Panggil Jumirah sambil melepas helm yang ia pakai. Terlihat Arya masuk kedalam mobilnya kembali setelah pintu pagar dibuka oleh satpam. Ia menjalankan mobilnya dan berhenti tepat disamping motor Jumirah,
Arya bergegas turun dari dalam mobil.
"Cristina, bisakah kamu ikut bersamaku sekarang? Ini sangat penting." Ucap Arya setelah berada diluar menghampiri adik kandungnya yang masih berdiri disamping motor.
"Ada mas? Kenapa Mas Arya terlihat begitu panik? Apakah telah terjadi sesuatu dengan mommy?" Tanya Jumirah jadi khawatir, karena biasanya Kakak laki-lakinya itu datang karena disuruh oleh mommy mereka.
"Cristina, daddy, daddy kritis." Jawab Arya.
"Daddy kritis?" Tanya Jumirah mengerutkan keningnya belum paham dengan maksud ucapan Arya.
"Daddy sekarang sedang kritis Cris, daddy membutuhkan pertolongan dari kamu sekarang." Lanjut Arya.
"Maksud Mas Arya? Kenapa aku?" Tanya Jumirah semakin bingung.
"Nanti aku ceritakan, sekarang kita harus segera ke rumah sakit, sebelum terlambat, tolonglah Cris." Sambung Arya memohon.
"Tunggulah sebentar, aku harus kasih tau Mas Farel dan yang lainnya." Balas Jumirah.
"Tidak ada waktu lagi Cris, kita harus pergi sekarang juga demi daddy, mommy terus menangis, mommy memintaku untuk menjemputmu Cris, cepatlah." Ucap Arya sudah tidak sabar takut terjadi sesuatu yang buruk terjadi pada daddy mereka.
"Baiklah, ayok mas!" Kata Jumirah. Ia segera masuk kedalam mobil Arya setelah pintu mobil dibuka oleh kakak laki-lakinya itu. Dengan kecepatan sedang Arya menjalankan mobilnya kembali untuk segera pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
"Pak nanti tolong kasih tau sama Mas Farel kalau aku sedang pergi kerumah sakit untuk menjenguk Pak Alex." Pesan Jumirah kepada satpam saat mobil Arya sudah berada didepan pagar rumahnya.