Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 48.Sikap Dewi.


__ADS_3

"Ih... mereka apaan sih pakai bilang menyesal, tidak... mereka tidak boleh kasihan sama Mbak Jumi.Kenapa semua orang jadi kasihan sama perempuan itu sih,sebel!"Gumam Dewi dari balik pintu kamarnya.Dewi menutup dengan pelan pintu kamar agar tidak terdengar oleh kedua orang tua dia yang saat ini sedang duduk diruang tengah dekat kamarnya.


"Sebel...sebel...sebel!"Dewi melempar ponselnya di atas kasur,ia mengacak rambutnya sendiri merasa kesal karena sekarang kedua orang tua dia malah memikirkan Jumirah.


"Aku harus melakukan sesuatu, enak saja perempuan itu mau mengambil kasih sayang bapak sama ibu, mereka hanya boleh sayang sama aku seorang,huh... perempuan itu, kenapa sih dia harus hadir dalam keluargaku, pertama dia sudah mengambil Mas Farel sekarang dia mau mengambil bapak sama ibu,hohoho.... tidak bisa!"Seru Dewi berbicara sendiri didalam kamar sambil berkacak pinggang.


Dert...


Tiba-tiba ponselnya bergetar.Cepat-cepat Dewi mengambil ponselnya yang tadi ia lempar diatas kasur.


"Halo...siapa ini?"Tanya Dewi setelah mengangkat panggilan telpon dari seseorang.


"(....)"

__ADS_1


"Hah... anda!"Ucap Jumirah nampak kaget setelah mendengar ucapan seseorang dari seberang telpon.


"(....)"


"Oke...dimana?"Tanyanya.


"(....)"


"Oke-oke,aku kesana sekarang,tut...tut...!"Terdengar panggilan telpon dimatikan oleh orang yang menelponnya tadi setelah membicarakan sesuatu yang hanya Dewi saja yang tau.Dewi cepat-cepat mengganti pakaiannya.Setelah beberapa menit kemudian dia segera keluar dan bergegas mengambil kunci motor yang ia gantung di paku samping pintu kamar.


"Dewi mau pergi dulu pak,ada teman yang mau ngajak ketemuan."Jawab Dewi sambil memakai sepatunya.


"Temannya laki-laki atau perempuan?"Tanya Pak Sutejo lagi.

__ADS_1


"Ah... bapak kepo deh!"Jawab Dewi tidak mau memberitahu siapa yang mau bertemu dengannya.


"Kamu...!"Seru Pak Sutejo kesal.


"La mbok yao kalau mau pergi pakai celana panjang napa Wik, aurat kamu tuh kemana-mana, bahaya anak gadis keluar memakai pakaian seksi seperti itu."Nasehat Bu Lasmi tapi tidak dihiraukan oleh Dewi yang malah pergi begitu saja tanpa menoleh kearah kedua orang tua dia yang saat ini sedang menatap dirinya.


"Ealah... bocah... dibilangin sama orang tua malah kabur begitu saja,"ucap Bu Lasmi sambil menggelengkan kepalanya.


"Itu tuh didikan ibu itu!"Potong Pak Sutejo.


"Didikan bapak juga lah!"Protes Bu Lasmi tidak mau disalahkan.


"Kenapa kelakuan dia jadi seperti itu sih bu? Heran bapak sama tuh bocah satu susah banget diomongin orang tua, ngelawan aja kalau dibilangin,huh... pusing bapak bu lihat tingkah dia yang sudah seperti anak orang kaya saja, kalau apa-apa harus dituruti memangnya uang darimana kita,gak enak terus-terusan minta sama Farel atau Jumirah."Kata Pak Sutejo geregetan melihat kelakuan putrinya.

__ADS_1


"Oh iya bu, kemarin ibu bilang mereka sudah tidak tinggal dirumah kontrakan diseberang jalan dekat pasar itu lagi ya bu? Kira-kira mereka pindah kemana ya?"Tanya Pak Sutejo terlihat sedang berfikir saat teringat kedua anaknya yang katanya sudah pindah.


"Atau jangan-jangan mereka dibawa sama orang tua kandung Jumirah pak?Kan bapak pernah bilang kalau orang tua kandung Jumirah ternyata orang kaya."


__ADS_2