
"Kamu darimana nak?Dimana mommy?"Terdengar suara laki-laki mengagetkan seorang gadis remaja yang sedang berjalan memasuki kediaman keluarga Fernandez.
"Daddy...!"Panggil seorang gadis remaja yang baru pulang langsung berlari menghampiri sang ayah."Daddy,nomor Daddy kenapa gak bisa dihubungi,dari kemarin mommy sangat mengkhawatirkan keadaan Daddy sampai gak mau makan Dad!"Ucap gadis remaja yang ternyata adalah Angela sambil memeluk tubuh sang ayah yang baru pulang dari luar kota.
"Maaf nak, Daddy berada di daerah pelosok, disana tidak ada sinyal,jadi Daddy gak bisa ngasih kabar ke kalian."Jelas Tuan Alex Fernandez."Dimana mommy nak?"Tanya Alex.
"Em... mommy sedang pergi menemui teman-temannya Dad!"Jawab Angela berbohong.
"Maafin Angel Dad, Angel terpaksa berbohong, karena Angel tau Daddy pasti bakal marah jika tau mommy menemui Kakak Cristina, apalagi sampai Daddy tau kalau mommy sudah membelikan kakak Cristina sebuah rumah, walaupun Angel juga tidak suka tapi Angel tidak mau melihat Daddy bertengkar dengan mommy,"kata Angel dalam hati.
Angela diam-diam mengikuti mommy-nya dengan naik taksi karena merasa curiga dengan sang mommy yang sering keluar dan ternyata mommy-nya menemui Jumirah yang dipercaya sebagai Cristina,kakak Angela yang hilang saat masih baru berusia satu bulan.Angela cepat-cepat kembali kerumah karena takut ketauan sang mommy jika ia diam-diam mengikutinya.
"Sayang... kenapa kamu diam nak?Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari Daddy sayang?"Tanya tuan Alex Fernandez saat melihat putrinya malah bengong.
"Eh...em... Daddy ngapain sih,pergi ke daerah pelosok?"Tanya balik Angela mengalihkan pembicaraan.
"Ada urusan bisnis sayang." Jawab Alex singkat.
__ADS_1
"Bisnis apaan sih pakai ketempat yang tidak ada sinyalnya, Daddy gak menemui perempuan nakal kan disana,awas kalau sampai Daddy ternyata ada WIL."Ancam Angela.
"Hahaha...kamu tuh ya,mana berani Daddy mengkhianati mommy kamu sayang,bisa dihabisi Daddy sama mommy,"jawab Alex sambil tertawa.
"Siapa tahu aja diam-diam Daddy punya simpanan dibelakang mommy."Ucap Angela manja sambil cemberut.
"Enggak nak, Daddy sangat menyayangi mommy kamu, setelah susah payah Daddy dapetin mommy, terus dengan seenaknya Daddy khianati, hahaha...itu gak mungkin Daddy lakukan, dulu Daddy penuh perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkan mommy, gak mungkin Daddy berani macam-macam dibelakang mommy setelah apa yang sudah Daddy lakukan demi untuk mendapatkan mommy kamu yang dulu sangat membenci Daddy karena Daddy hanya seorang suruhan dari kedua orang tuanya."Jelas Alex.
Alex kembali teringat saat dimana ia harus berjuang untuk mendapatkan hati seorang Caroline yang memiliki sifat keras kepala dan manja karena Caroline adalah anak tunggal dari seorang pengusaha dengan kekayaan super wow tidak mungkin habis untuk tujuh turunan.Belum usaha orang tua Caroline yang sudah berkembang sampai luar negeri dan juga bisnisnya di dunia hitam, karena diam-diam ayah Caroline adalah seorang ketua mafia yang memiliki usaha benda terlarang, menyelundupkan narkoba dan senjata api, bisnisnya diambil alih oleh paman Caroline atau adik dari ayah Caroline karena baik Alex maupun Caroline tidak tertarik dengan bisnis itu saat ayahanda Caroline wafat.
Alex yang saat itu baru berusia 20 tahun menikahi Caroline yang baru berusia 17 tahun,jika jaman sekarang usia 17 tahun baru duduk dikelas dua SMA tapi lain dengan Caroline yang memiliki kecerdasan luar biasa, diusianya yang baru 17 tahun ia sudah sekolah di-perguruan tinggi ,tapi karena pergaulannya yang bebas,ia hamil diluar nikah dengan seorang laki-laki yang sangat ia cintai tapi sayangnya hubungan mereka tidak direstui oleh kedua orang tua Caroline, akhirnya kedua orang tua Caroline menikahkan anak semata wayangnya dengan seorang pemuda yatim piatu yang mereka temukan saat usianya masih lima tahun, bocah laki-laki itu mereka angkat menjadi bagian dari keluarga mereka, namanya diganti dengan nama Alex Fernandez.Sejak saat itu Alex mengabdikan hidupnya hanya untuk keluarga Fernandez, Ayah Caroline mendidik dan menggemblengnya agar menjadi laki-laki tangguh dan kuat, Alex selalu mengikuti kemanapun ayah Caroline pergi,ia sudah menjadi orang kepercayaannya dan selalu melaksanakan perintah yang diberikan Tuan Fernandez.
Alex harus bersabar menghadapi Caroline yang begitu keras kepala dan tidak pernah menganggapnya ada, hingga akhirnya Caroline melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki, mereka memberi nama anak laki-laki mereka Arya Fernandez, dengan sabar Alex merawat Caroline dan Arya meskipun Arya bukan darah dagingnya, saat itulah hati Caroline mulai luluh dan akhirnya mau menerima Alex sebagai suami dan ayah dari anaknya.
"Dad...apakah Daddy sangat mencintai mommy?"Tanya Angela menyadarkan lamunan Alex.
"Yes, of course baby." Jawab Alex.
__ADS_1
"Maaf Dad, Angel mau tanya sesuatu tapi Daddy jangan marah ya Dad."Ucap Angela.
"Mau tanya apa nak?"Tanya Alex.
"Kenapa Daddy tidak mau mengakui Kakak Jumi sebagai Kakak Cristina, sedangkan mommy percaya kalau dia adalah Kakak Cris."Kata Angela berbicara dengan hati-hati takut Daddy-nya marah.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, sampai kapanpun Daddy tidak mau mengakui dia sebagai Cristina karena Cristina sudah tiada,dia bukan Cristina."Jelas Alex dengan tegas.
"Tapi...."
"Angela...! Panggil Alex dengan membelalakkan matanya menghentikan ucapan putrinya itu.
"Sorry Dad!"Angela langsung menundukkan kepalanya tidak berani menatap Alex karena takut.
"It's okay...,ya sudah Daddy mau istirahat dulu."Alex segera bangkit dan bergegas pergi menuju kamarnya untuk beristirahat.
Ditempat lain.
__ADS_1
"Mommy pulang dulu ya nak, jaga diri kamu dengan baik, jangan terlalu capek, kalau kamu butuh apa-apa bilang sama pak Bokir yang jaga didepan nanti biar Pak Bokir yang kasih tau mommy, terimalah ini nak, belilah apa saja yang kamu mau dengan menggunakan ini."Ucap Caroline menyerahkan sebuah ATM ke Jumirah.
" Maaf mom, bukannya Jumi tidak mau menerima pemberian mommy, tapi Jumi tidak mau tergantung sama mommy, Jumi akan bekerja keras mendapatkan uang untuk kebutuhan Jumi dan anak-anak,apa yang mommy berikan kepada kami sudah lebih dari cukup, kami mengucapkan banyak terimakasih karena mommy sudah memberikan kami rumah dan sekolah yang begitu besar.Jumi akan menggunakan rumah dan sekolah ini untuk anak-anak yang tidak mampu, mereka yang memiliki impian tapi tidak bisa mereka wujudkan karena keadaan."