
Siit...
Dewi mengerem motornya mendadak saat ada seorang bocah perempuan berbadan kurus, sambil membawa bola berukuran sedang,bocah perempuan itu tiba-tiba berlari melintas didepannya.
"Woy bocah...anak siapa sih lo, memangnya orang tua lo mana?anak dibiarkan berkeliaran di jalan,kalau lo ketabrak bagaimana coba,awas!"Teriak Dewi dengan suara kasar memarahi bocah perempuan yang terlihat syok karena hampir tertabrak motor Dewi.
"Sisil...!"Panggil seorang perempuan cantik memakai jilbab berlari menghampiri bocah perempuan tadi yang ternyata adalah Sisil.
"Kamu gak apa-apa sayang?"Kata perempuan itu terlihat begitu panik langsung menggendong bocah perempuan tadi.
"Hai mbake, punya anak dijaga yang benar dong, jangan dibiarkan berkeliaran di jalan, tertabrak baru tau rasa deh!"Seru Dewi dengan suara keras tidak melihat wajah perempuan itu karena dia membelakanginya.
"Maaf mbak,ini kesalahan kami."Jawab perempuan itu menoleh kearah Dewi.
"Dewi!"Panggil perempuan itu nampak terkejut setelah melihat wajah si-pengendara motor yang terlihat sedang marah-marah.
__ADS_1
"M...mbak Ju... Jumi!"Ucap Dewi tidak kalah terkejutnya
"Oalah jadi tadi kamu toh, maaf Wik dia tadi habis main bola bareng teman-temannya, dia berlari karena mau ambil bola ini mungkin."Kata Jumirah menunjukkan sebuah bola berukuran sedang yang sekarang sedang dipeluk Sisil."
"Kamu darimana Wik? Ayok mampir dulu sini."Kata Jumirah berbicara dengan suara lembut.
"Ini rumah siapa?"Tanya Dewi menoleh kesamping, ia melihat dari luar gerbang bangunan bertingkat dua yang begitu besar dengan sebuah taman didepannya dan disampingnya ada bangunan lagi walaupun tidak bertingkat tapi terlihat rapih, didepan bangunan yang tidak bertingkat terdapat beberapa anak-anak sedang bermain.
"Ini rumah mereka para anak-anak yang sedang bermain disana."Jawab Jumirah tidak mau mengatakan jika rumah itu adalah miliknya.
"Oh... jadi Mbak Jumi sekarang kerja disini?"Tanya Dewi sambil menatap rumah mewah yang ada disampingnya.
"Em... enggak deh,lain kali saja,oh iya Mbak Jumi apa masih tinggal bersama Mas Farel?"Tanya Dewi.
"Iya,kita masih tinggal bareng, memangnya kenapa Wik?"
__ADS_1
"Ah enggak cuma tanya doang, kalian sekarang tinggal dimana?"Tanya Dewi lagi.
"Ya tinggal disini bareng anak-anak!"Jawab Jumirah.
"Oh...ya sudah lain kali saja aku mampir, sekarang aku lagi ada janji sama teman."Ucap Dewi kembali menyalakan mesin motornya lalu bergegas pergi meninggalkan Jumirah yang masih berdiri diluar gerbang rumah sambil menggendong bocah perempuan yang tadi hampir tertabrak motor.
"Kakak itu galak, Sisil gak suka dia, siapa dia kak?"Tanya bocah perempuan yang memiliki nama Sisil."Kok kakak gak bilang ini rumah kakak?"Tanyanya lagi.
"Dia adik kakak, kakak sengaja gak bilang ini rumah kakak karena...,ah sudahlah ayok kita kembali kesana saja!"Jumirah berjalan masuk kedalam gerbang rumahnya sambil menggendong Sisil.
"Oh... jadi dia adiknya Kakak Jumi dan Kak Farel?"Tanya Sisil.
"Iya sayang."Jawab Jumirah sambil tersenyum manis.
"Kok kalian beda banget sih,kak Jumi baik, sayang sama anak kecil,tapi kakak yang tadi jahat, sombong, Sisil gak suka dengan kakak tadi."Ucap Sisil dengan polosnya.
__ADS_1
🌹🌹🌹
"Oh...jadi Mbak Jumi tinggal disana,hem... ini suatu kebetulan, gue memang sedang mencari alamat Mbak Jumi."Gumam Dewi tersenyum licik dengan sebuah rencana sambil menyetir motornya."Ternyata dia sekarang bekerja disana."Lanjutnya