
"Ibu,ada apa ibu kesini?Tumben!"Kata Aden setelah Nyonya Claudia masuk kedalam ruangannya, tidak lama setelah Nyonya Claudia masuk, terlihat seorang perempuan cantik berjalan dibelakangnya.
"Ros!"Panggil Aden nampak terkejut.
"Ibu ingin mengajakmu makan siang bersama kita sayang, sekarang sudah waktunya istirahat,ayok makan siang bareng ibu dan Rosita!"Ajak Nyonya Claudia.
"Em...tapi..."Ucap Aden ragu.
"Pasti kamu mau menemui pacar kamu itu,ya sudah kalau kamu tidak bisa gak apalah,biar ibu makan siang bersama Rosita saja."Ucap Nyonya Claudia.
Saat Aden hendak menolak ajakan sang bunda, tiba-tiba ia teringat dengan Jumirah yang menyuruhnya untuk berpura-pura sedang ada masalah.
"Oke, kebetulan pekerjaanku sudah selesai, kita mau makan siang dimana?"Tanya Aden bangun dari duduknya.
"Benarkah?Kamu tidak mau menemui pacar kamu?Apa kalian sedang ada masalah?"Tanya Nyonya Claudia.
"Aku gak ngerti bu, tiba-tiba dia marah gak jelas minta putus."Jawab Aden pura-pura sedih.
"lho kenapa?"Tanya Nyonya Claudia lagi.
__ADS_1
"Taulah, tiba-tiba dia marah gak mau mengangkat telpon dariku,dia memang suka seperti ini bu,"jelas Aden masih dengan akting sedihnya.
"Oh...apa mungkin dia cemburu?"Tebak Nyonya Claudia.
"Gak taulah, cemburu sama siapa? Selama ini aku tidak pernah dekat dengan perempuan lain selain dia,"ucap Aden dengan memasang wajah kesal.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan,Perempuan di dunia ini masih banyak sayang, kalau dia minta putus ya sudah diputuskan saja,."Kata Nyonya Claudia sambil menoleh kearah Rosita sambil mengedip mata memberi kode kalau rencana mereka berhasil.
Sementara ditempat lain.
"Kamu mau kemana lagi Wik?"Tanya Bu Lasmi saat melihat Dewi yang baru saja pulang dari sekolah tau-tau sudah berada diluar rumah siap-siap hendak pergi lagi dengan naik sepeda motornya.
"Main!"Jawab Dewi sambil menyalakan mesin motornya.
"Ah malas lah,bapak suruh naik taksi aja,"ucap Dewi sambil merogoh kantong celana, diambilnya sebuah dompet milik dia dan...."Nih bu, buat ongkos."Lanjut Dewi menyerahkan dua lembar uang seratus ribuan.
" Wih... uangmu banyak sekali Wik, sabenarnya kamu dapat uang darimana sih?"Kamu beneran gak mencuri kan?"Tanya Bu Lasmi curiga.
"Mau tidak? Kalau gak mau ya udah!"Seru Dewi hendak memasukkan kembali uangnya kedalam dompet.
__ADS_1
"Eh...mau dong!"Bu Lasmi langsung mengambil uang dua ratus ribu yang ada ditangan putrinya.
"Pikiran ibu kok jahat terus sih sama aku?Ibu tenang saja,itu uang halal bukan dari hasil mencuri."Jelas Dewi langsung menjalankan motornya.
"Pulangnya jangan sore-sore Wik!"Teriak Bu Lasmi namun tidak didengarkan oleh Dewi yang sudah pergi menjauh darinya hadapannya dengan naik sepeda motor.
"Hem... ternyata memiliki banyak uang hidup kita jadi terasa indah, coba kalau aku gak punya uang,ibu pasti sudah ngomel-ngomel tadi,tapi untungnya aku sekarang memiliki banyak uang dengan disogok dua ratus ribu saja ibu sudah diam."Gumam Dewi lirih dengan tersenyum tipis sambil mengendarai motornya.
Dert....
"Duh...siapa lagi yang telpon gue!"Umpat Dewi kesal.Ia meminggirkan motornya untuk menjawab panggilan telpon dari seseorang.
"Oh ternyata si jablay yang telpon."Ucap Dewi mengatai Rosita dengan panggilan jablay.
Ternyata yang menelponnya adalah Rosita.
"Halo...ada apa lo telpon gue?"Tanya Dewi setelah mengangkat panggilan telpon dari perempuan yang bernama Rosita.
"Gue cuma mau kasih tau, kalau rencana kita ternyata berhasil, sekarang Aden sepertinya sedang bertengkar dengan mbak lo si Jumi, pasti mbak lo cemburu gara-gara foto itu, sekarang tinggal tugas lo buat ngompor-ngompori Mbak lo agar semakin membenci Aden dan memutuskan untuk pergi dari kehidupan calon suami gue."Ucap Rosita memerintahkan Dewi.
__ADS_1
"Ha...calon suaminya?PD banget dia!" Gumam Dewi dalam hati sambil tersenyum sinis yang tentu saja tidak bisa dilihat oleh Rosita.
***