Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 7. Kenapa kalian lakukan ini kepadaku?


__ADS_3

"Dasar perempuan pincang, ternyata itu kelakuan kamu dibelakang aku, kenapa kamu lakukan ini? Ternyata kamu selama ini cuma berpura-pura baik hanya ingin membuat aku kagum dan jatuh cinta sama kamu,heh ...!" Ucap Aden nampak marah.


"Maksud Mas Aden apa? Aku memang pincang dari dulu aku juga sudah bilang kalau keadaan aku seperti ini adanya, aku tidak pernah memaksa kamu untuk menyukaiku, mas sendiri yang datang dan memintaku untuk menjadi kekasih, sekarang kamu malah menghinaku, hah...!" Seru Jumirah tidak mau dihina lagi.


Dua hari yang lalu saat Aden datang kerumah Jumirah secara tidak sengaja Aden mendengar percakapan antara kedua orang tua Jumirah dan Dewi adik perempuan Jumi. Aden tidak tau kalau ternyata mereka sengaja menjelekkan Jumirah agar Aden membenci Jumirah dan akhirnya meninggalkan Jumirah yang jelas-jelas hanya mempermainkan perasaannya saja.


Dua hari yang lalu.


"Oalah..., jadi ternyata Jumirah selama ini hanya mempermainkan pacarnya saja toh bu, kok Jumirah sejahat itu sih bu, padahal laki-laki itu sepertinya tulus mencintai Jumirah. Kasihan laki-laki itu sudah dibohongi oleh Jumirah ya bu." Aden langsung menghentikan langkahnya saat hendak memencet bel yang terpasang di pinggir pintu rumah Jumirah ketika mendengar suara dari dalam rumah, samar-samar Aden mendengar orang yang ada didalam rumah seperti sedang membicarakan dirinya.


"Iya pakne, Jumirah sendiri yang bilang sama ibu kalau sabenarnya dia tidak menyukai orang itu,dia cuma kasihan melihat laki-laki itu dan ingin menguasai hartanya saja, Jumirah mau jadi pacarnya karena orang itu kaya, kalau dia orang gak punya ya dia gak mau." Terdengar suara perempuan dari dalam rumah membuat Aden jadi sangat marah, ia mengepalkan tangannya menahan amarahnya, hatinya sungguh terasa sakit ternyata wanita yang sangat dicintainya hanya mempermainkan perasaannya saja. Ia bergegas pergi dari rumah Jumirah dengan penuh amarah.


Tidak lama terdengar suara tawa dari didalam rumah setelah kepergian Aden, ternyata mereka sengaja membuat Aden marah dan akhirnya meninggalkan Jumirah.


*****


"Kamu gak usah berlagak polos di depanku, aku jijik melihatmu." Ucap Aden sambil tersenyum sinis kearah Jumirah." Berhentilah bersandiwara di depanku, pergilah dari hadapanku karena aku sudah tidak ingin melihatmu lagi dasar pembohong, kamu wanita murahan!" Seru Aden terus menghina Jumirah


"Cukup mas, jangan pernah menghinaku lagi, aku memang seperti ini adanya, asal mas Aden tau, kalau selama ini aku beneran sayang dan cinta sama kamu, aku gak tau siapa yang sudah memfitnah aku sehingga kamu sampai berbicara seperti itu, aku tidak masalah kalau hubungan kita harus berakhir seperti ini, tapi tolong..., jangan pernah menghinaku lagi." Ucap Jumirah dengan tegas lalu dia segera pergi meninggalkan Aden yang terlihat sangat kacau duduk dikursi dengan wajah penuh emosi.


"Aaa..., dasar wanita pembohong...!" Teriak Aden sambil memukul meja yang ada didepannya.

__ADS_1


Sementara Jumirah terus berlari meninggalkan ruang kerja kekasihnya sambil menangis, para karyawan yang bekerja di kantor milik Aden nampak bingung dan penasaran melihat Jumirah yang sedang berlari sambil terisak keluar dari tempat kerja bos mereka, samar-samar terdengar bisik-bisik dari para karyawan itu malah menuduh Jumirah yang bukan-bukan namun tidak dihiraukan oleh Jumirah yang terus berlari meninggalkan kantor milik Aden.


"Hiks..., kamu jahat mas, dari awal aku sudah bilang kalau aku bukan wanita sempurna, aku tidak ingin kamu merasa malu karena memiliki kekasih sepertiku, tapi kamu selalu bilang tidak perduli dengan keadaanku, kamu ingin menjadi bagian dalam hidupku, tapi sekarang kamu malah menghinaku." Ucap Jumirah lirih setelah berada didalam taksi.


"Maaf neng, si eneng mau diantar kemana? Ke gedung pameran apa langsung pulang?" Kata supir taksi, laki-laki paruh baya yang sudah sangat mengenal Jumirah karena Jumirah sudah menjadi langganannya, ia selalu menelpon bapak paruh baya itu setiap hendak pergi ke gedung pameran seni lukis tempat Jumi bekerja.


"Langsung pulang saja pak,aku lagi tidak semangat hari ini, aku ingin istirahat dirumah." Jawab Jumirah.


"Yakin neng Jumi mau pulang kerumah saja?" Tanya pak supir taksi memastikan, karena pak supir tau jika wanita yang sudah lima tahun menjadi penumpang langganannya sedang memiliki banyak masalah.


"Eh..., jangan deh pak, dirumah malah akan membuat aku lebih pusing, antar aku ke taman saja pak!" Perintah Jumirah, setiap dirinya sedang ada masalah, Jumirah selalu datang ke taman itu hanya untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau.


"Baiklah neng." Bapak supir taksi memutar taksinya menuju taman yang biasa Jumirah kunjungi setiap kali wanita cantik itu ingin menenangkan hatinya.


Hanya membutuhkan waktu sebentar akhirnya mereka sampai di taman tempat favorit Jumirah. Setiap kali melihat bunga-bunga yang ada di taman itu hatinya yang sedang kacau kembali menjadi tenang, rasa lelahnya pun langsung hilang.


"Tunggu sebentar ya pak, aku mau menenangkan diri dulu!" Perintah Jumirah kepada supir taksi langganannya.


"Oke, neng gak usah khawatir, bapak akan setia menunggu eneng disini, santai saja neng cantik." Jawab laki-laki paruh baya sambil mengedipkan matanya, berbicara seperti anak remaja membuat Jumirah tersenyum geli melihat tingkah bapak supir taksi yang sedikit genit hari ini.


Jumirah keluar dari dalam taksi, ia berjalan santai menuju ke taman dan duduk dikursi besi yang ada di taman itu, Jumirah kembali teringat tentang kakek Sebastian, beliau lah yang menunjukkan taman itu kepada dirinya saat ia sedang ada masalah yaitu ketika ia kembali dihina karena keadaannya, dan juga impiannya untuk bertemu dengan kedua orang tua kandungnya yang belum terwujud. Setelah hatinya sudah kembali tenang Jumi kembali kerumahnya dengan menaiki taksi yang sudah ia sewa tadi.

__ADS_1


"Terimakasih ya pak, ini ongkos taksinya," Jumirah menyerahkan uang lima ratus ribu kepada bapak supir taksi.


"Neng...ini kebanyakan, ini bapak kembalikan." Ucap supir taksi itu mengembalikan dua lembar uang ratusan kepada Jumirah.


"Sudah buat bapak saja, kan bapak jadi gak bisa narik gara-gara aku meminta bapak menunggu aku." Kata Jumirah mendorong tangan supir taksi menolak uangnya yang sudah diberikan kepada bapak supir taksi itu.


"Terimakasih ya neng, semoga dilancarkan usaha dan rizki neng Jumi, amin." Ucap bapak supir taksi.


"Amin...!" Balas Jumirah, ia masuk kedalam rumah setelah taksi yang ia tumpangi sudah pergi menjauh dari rumahnya, langkahnya langsung berhenti saat mendengar percakapan dari kedua orang tua dan adiknya diruang tengah. Sepertinya mereka tidak tau kalau Jumirah sudah pulang.


"Hahaha..., kira-kira Mbak Jumi sama Mas Aden sudah putus belum ya bu? Ternyata gampang banget ya membuat mas Aden marah, bapak sama ibu memang hebat." Ucap Dewi sambil tertawa terbahak-bahak.


"Oh..., jadi semua karena kalian, kenapa kalian lakukan ini kepadaku? Apa salahku? Aku sungguh kecewa sama kalian." Ucap Jumirah menghentikan tawa kedua orang tua dan adiknya, mereka terlihat kelabakan melihat Jumirah yang tiba-tiba ada dibelakang mereka.


"Eh...,kamu salah paham nak, kita tidak...!" Ucap Bu Lasmi tapi langsung dipotong oleh Jumirah.


"Sudah..., aku tidak butuh penjelasan apapun lagi, maaf aku tidak mau kalian tinggal dirumah-ku lagi, karena kenyataannya selama ini kalian tidak pernah menganggap aku bagian dari keluarga kalian masih saja seperti dulu yang tidak pernah menghargai aku sama sekali." Ucap Jumirah mengusir kedua orang tua dan adiknya secara halus.


Brug....


Mendengar ucapan Jumirah Bu Lasmi langsung jatuh pingsan.

__ADS_1


"Bu..., ibu...!" Teriak Dewi dan Pak Sutejo bersamaan langsung menghampiri Bu Lasmi.


__ADS_2