Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 49.menawarkan untuk bekerja sama.


__ADS_3

"Akhirnya kamu datang juga!"Ucap seorang perempuan paruh baya saat melihat kedatangan Dewi.


"Ada apa nyonya meminta aku kesini?"Tanya Dewi sambil mendaratkan bokongnya dikursi.


"Aku ingin mengajakmu bekerja sama lagi."Kata perempuan paruh baya itu yang ternyata adalah Nyonya Claudia dengan Rosita.


"Oh...jadi anda mau mengajakku bekerjasama lagi,heh... berani bayar berapa anda?Aku gak mau seperti dulu ya nyonya, anda tidak konsekuen dengan ucapan anda sendiri, tidak mau melunasi pembayaran sehingga terpaksa aku datang kerumah anda untuk menagihnya."Kata Dewi sambil tersenyum sinis.


"Untuk kali ini aku tidak akan melakukan itu, asal kamu berhasil melakukan tugas yang kami berikan."Balas Nyonya Claudia."Bagaimana apa kamu setuju?"


"Heh... tergantung.... berapa jumlah uang yang anda berikan kepadaku."Ucap Dewi dengan kedua tangan dilipatkan ke-depan.


"Huh... sombong sekali dia!"Gerutu Rosita lirih.


"Hey...siapa anda nona? Berani sekali mengatai aku sombong!"Seru Dewi menoleh kearah perempuan cantik nan seksi seperti seorang model yang sedang duduk disamping Nyonya Claudia.

__ADS_1


"Ah...iya perkenalkan ini calon menantuku, namanya Rosita."Kata Nyonya Claudia memperkenalkan Rosita kepada Dewi.


"Oh... apakah dia calon istri Mas Aden?"Tanya Dewi.


"Iya,kenapa!"Jawab Rosita ketus melotot kearah Dewi.


"Hem... lumayan.Oh iya jadi bagaimana kesepakatannya, maaf aku tidak ada banyak waktu."Ucap Dewi dengan angkuhnya.


"Lima puluh juta, bagaimana?"


"Hah...lima puluh juta buat apa?Malas."Jawab Dewi memutar bola matanya bersikap cuek menolak tawaran dari Nyonya Claudia.


"Heh...kamu!"Ucap Rosita sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi sambil menggebrak meja yang ada didepan dia,ia langsung bangun dari duduknya menatap tajam kearah Dewi.


"Sabar Ros,"nyonya Claudia menarik tangan Rosita agar kembali duduk ditempat semula.

__ADS_1


"Kenapa? Kalau gak punya uang jangan sok mengajak untuk bekerja sama deh,dah lah malas aku, mending pulang saja daripada melakukan kerjasama dengan kedua perempuan yang tidak memiliki uang."Ucap Dewi dengan sombongnya langsung bangkit dan membalikkan badannya hendak pergi.


"Apa? Dasar bocah mata duwitan,"ucap Rosita menyatukan gigi-giginya menahan amarahnya."Ih... sombong sekali dia, berani-beraninya dia menghina kita tante, rasanya pingin tak tabok tuh mulutnya biar menyon!"Gerutu Rosita.


"Tunggu... bagaimana kalau seratus juta!"Seru Nyonya Claudia.


"Hah... tante,itu terlalu banyak!"Protes Rosita.


"Udah...kamu diam saja."Bisik Nyonya Claudia sambil mengedipkan matanya agar Rosita tidak ikut campur.


"Hah...gila masih kecil tapi memiliki jiwa perampok!"Gumam Rosita sambil menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis kearah Dewi.


"Wow... gitu dong, bilang dari tadi kan jadi bersemangat.Apa tugas aku nyonya?"Tanya Dewi kembali duduk ditempat semula.


"Dan kamu nona cantik, jangan pernah bilang kata perampok di depanku,aku bukan perampok paham!"

__ADS_1


"Huh... kalau kamu bukan perampok terus apa? Cantik-cantik tapi matre."Balas Rosita sambil mengangkat ujung bibirnya.


"Semua perempuan pada dasarnya matre nona, munafik kalau aku bilang gak suka uang,aku sangat menyukai uang, karena dengan kita memiliki banyak uang kita bisa membeli apapun yang kita mau, kita juga jadi dihormati , banyak yang menyukai kita kalau kita memiliki banyak uang, dan aku yakin kalau nona juga seperti itu,coba kalau nona orang kere gak mungkin Nyonya Claudia mau sama nona, begitu juga dengan Nyonya Claudia yang terhormat, seandainya dia terlahir jadi orang gembel,apa mungkin nona mau menempel terus seperti ini,heh gak usah sok baik deh."Ucap Dewi begitu menusuk hati kedua perempuan yang ada didepannya.


__ADS_2