
"Hait...tunggu, jangan keluar dulu...,aku mau menagih janji."Ucap Aden menahan tangan Jumirah yang hendak keluar dari dalam mobil setelah sampai didepan rumah sakit.
"Hah... janji? Janji apaan? Perasaan aku gak ada janji."Jawab Jumirah mengerutkan keningnya merasa bingung.
"Lha kan pura-pura lupa,"
"Ih... udahlah aku mau keluar!"
"No...kamu dilarang keluar sebelum memberikan aku hadiah."Aden mengunci mobilnya agar Jumirah tidak bisa keluar.
Klek...klek....
Jumirah mencoba membuka pintu beberapa kali tapi tidak bisa karena Aden telah menguncinya.
"Kok gak bisa dibuka sih mas? Bukain dong!"Rengek Jumirah dengan memasang wajah memelas menatap wajah Aden berharap kekasihnya itu mau membukakan pintu mobil."
"Hem...!"Aden menunjukkan pipinya sendiri dengan jari telunjuk meminta Jumirah untuk menciumnya terlebih dahulu setelah itu baru ia bukakan pintu mobil.
"Ih gak boleh mas, dosa aku takut Allah marah."Jawab Jumirah memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Ya sudah kita disini saja sampai besok pagi."Ucap Aden terlihat cuek,ia menyenderkan kepalanya di-senderan kursi dengan kedua tangan dia dijadikan bantalan kepala,di-pejamkan kedua matanya pura-pura tidur.
Glek....
Jumirah menelan ludahnya sendiri, ia menggigit bibir bawahnya dengan jantung berdegup kencang memberanikan diri menatap wajah kekasihnya yang saat ini terlihat santai dengan kedua mata terpejam sambil bersender di senderan kursi kemudi dengan kedua tangannya dijadikan bantal.
"Em... hadiahnya boleh yang lain gak mas? Apalah yang penting jangan itu, kalau gak besok aku belikan es krim deh,mau ya mas?"Rayu Jumirah.
"Hah... emangnya aku si Joni dibeliin es krim,ogah."Tolak Aden membuka kedua matanya.
"Kalau dibelikan rujakan mau gak,he...."Lanjut Jumirah sambil nyengir.
"Aduh... bagaimana ya?I... itu...a...aku, aduh!"Jumirah tampak gelisah, dengan ragu-ragu ia menggeser duduknya, saat hendak mencium pipi Aden ia kembali duduk dengan tegak menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan dengan pelan mencoba untuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.Aden membuka mata sedikit untuk mengintip kekasihnya yang terlihat gelisah menyembunyikan wajahnya kesamping.
"Hem...,"Aden tersenyum tipis lalu kembali memejamkan mata saat Jumirah kembali menatap dirinya.
"Ya Allah maafkan hambamu ini,"Gumam Jumirah lirih,ia mendekatkan wajahnya ke wajah Aden dan....
Cup....
__ADS_1
Saat ia hendak mencium pipi Aden, tiba-tiba Aden membalikkan wajah sehingga bibir mereka yang bersentuhan membuat Jumirah membelalakkan matanya karena kaget,ia mencoba untuk bangun dari atas dada Aden tapi kedua tangan Aden menahannya.
"Eh...!"Jumirah mencoba untuk menghentikan aksi kekasihnya itu tapi tidak memiliki banyak tenaga, sehingga akhirnya iapun pasrah membiarkan bibir dan lidah kekasihnya itu bermain dengan lembut di bibirnya.cukup lama bibir mereka menyatu, hingga akhirnya Aden melepas ciumannya saat merasakan kekasihnya itu kehabisan oksigen.
"Hah....hah...!" Terdengar nafas Jumirah seperti habis lari maraton, dengan kedua mata masih terpejam.
"Hem...."Aden tersenyum melihat wajah Jumi, iapun kembali melahap bibir sang kekasih untuk yang kedua kalinya.Ia memperdalam ciumannya saat merasakan ada balasan dari sang kekasih.
"Mas...!"Bisik Jumirah lirih meminta sang kekasih untuk menghentikan aksinya.
"Sayang... maaf,aku tidak bisa menahan diri.I love you!"Bisik Aden setelah melepas ciumannya.
"Ih...!"Jumirah mencubit dada kekasihnya itu karena kesal tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ia juga bahagia.Sedangkan Aden hanya tersenyum merasa puas akhirnya bisa mencium bibir Jumirah yang sangat ia rindukan, bibir mungil milik Jumi yang sudah menjadi candu untuknya.
Keesokan harinya.
"Halo Jon, bagaimana keadaan kamu Jon, bagaimana...apa sudah siap untuk bergabung dengan yang lain dirumah baru?"Tanya Aden menghampiri bocah laki-laki yang sedang merapikan rambutnya sendiri.
"Sudah dong...gue...eh maksudnya aku sudah tidak sabar pingin lihat rumah baru Kakak Jumi,"jawab Joni yang sudah tidak berbicara menggunakan panggilan lo-gue lagi karena Jumirah melarang dia berbicara seperti itu kepada orang yang lebih tua darinya.
__ADS_1
***