Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 57.Sebaiknya kita pura-pura marahan dulu.


__ADS_3

"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Jum, aku datang menemui Rosita karena dia mengajak ketemuan,dia bilang mau membicarakan hal penting, akhirnya aku datang menemuinya.


Setelah ketemu dia meminta tolong agar aku menyampaikan ke kamu kalau dia sangat menyesal dan ingin meminta maaf atas kejadian di cafe waktu itu.Dia memelukku karena aku mau membantunya untuk menyampaikan permintaan maaf dia ke kamu,tapi saat kita ketemu kemarin aku lupa mau menyampaikan pesan dia, habisnya kamu terlihat sibuk banget dengan orang-orang disana, ternyata orang-orang disana banyak yang merindukan kamu."Jelas Aden masih dipanggilan telpon.


"Benarkah seperti itu, kamu tidak sedang membohongi aku kan?Awas ya kalau ternyata mas berbohong, aku tidak ikhlas dan tidak akan membiarkan mas bahagia dunia dan akhirat."Ancam Jumirah.


"Duh... jahat banget sih kamu Jum, kejam...jangan bicara seperti itu dong sayang,mana berani aku bohongin bidadari surgaku,aku ingin bahagia di dunia dan akhirat hanya dengan kamu seorang, bidadari surgaku."Ucap Aden membuat wajah Jumirah memerah, untung Aden tidak melihatnya, karena mereka berbeda tempat.


"Gombal."Ucap Jumirah.


"Kok gombal sih,aku cinta kamu,beneran pingin selalu bersama di dunia maupun akhirat, bukan gombal sayangku, bidadariku."


"Mas Aden sekarang pintar ngrayu,perasaan dulu mas tuh pendiam, bahkan terlihat sombong dan angkuh,kok sekarang jadi genit."


"Ya gak apalah yang,tapi aku genitnya cuma sama kamu doang kok, suwer!"Ucap Aden meyakinkan kekasihnya.


"Ah yang bener...!Cuma sama aku atau sama semua cewek...."Ledek Jumirah.


"Beneran yang,mau aku buktikan kalau aku genitnya cuma sama kamu, ayok kita ketemuan nanti malam gimana?"Aden sengaja menggoda Jumirah.


"Ih...ogah!"Jawab Jumirah singkat. "Mas, sebaiknya kita pura-pura marahan dulu,aku ingin tahu siapa yang sabenarnya melakukan ini,apa maksud dan tujuan dia melakukan semua ini.Jadi untuk beberapa minggu mas sebaiknya jangan datang menemui aku dulu,kita pura-pura lagi ada masalah."Perintah Jumirah.


"Hah... kok begitu,mana kuat aku tidak menemui kamu selama itu yang, sehari saja tidak menemui kamu rasanya sudah satu tahun,nah ini disuruh tidak ketemu selama berminggu-minggu,aduh Jum...berat!"Jawab Aden merasa keberatan jika harus pura-pura marah selama itu.


"Tapi mas, ini juga demi kebaikan kita juga,aku ingin tahu siapa yang sabenarnya melakukan ini,apa masih orang yang sama atau beda sama yang dulu."Jelas Jumirah.


"Oke,tapi kamu janji harus hati-hati, awas jangan genit sama laki-laki lain,"kata Aden mengingatkan.


"Ih...emang aku cewek apaan,mas paling yang suka genit-genit sama cewek lain,hayo ngaku!"Ucap Jumirah manja.


"Hehehe...ya enggak dong sayang,mana berani aku, ya sudah, tapi kita masih bisa telponan kan?Aku masih boleh menelpon kamu kan sayang?Tanya Aden.


"Enggak boleh!"Jawab Jumirah sengaja ingin mengerjai kekasihnya pingin tau bagaimana reaksi kekasihnya itu jika dirinya melarang dia untuk menelponnya juga.

__ADS_1


"Oh tidak bisa, please masa telpon juga tidak boleh, aku mending mati saja kalau sampai gak dengar suara kamu."


"Hus... sembarangan jangan ngomong soal kematian pamali."Ucap Jumirah memotong pembicaraan Aden.


"Habisnya ketemu gak boleh, telepon juga gak boleh,aku mana tahan Jumi!Seru Aden merajuk.


"Hehehe...mas kayak anak kecil saja,aku bercanda sayang!"Ucap Jumirah sambil terkekeh.


"Apa?Coba ulangi lagi kata kamu barusan."Ucap Aden, senyumnya langsung mengembang yang tentu saja tidak bisa dilihat oleh Jumi saat Jumirah mengatakan kata sayang diseberang telpon,ini pertama kalinya Jumirah memanggil Aden dengan panggilan sayang selama mereka bersatu lagi setelah sempat berpisah gara-gara salah paham.


"Kata yang mana?"Tanya Jumirah bingung.


"Yang barusan kamu katakan lho,ah kamu pura-pura lupa."Jawab Aden membuat Jumirah jadi gelagapan saat menyadari kalau ucapannya barusan malah akan membuatnya tersudut.


"Ah udah dulu ya,aku mau lihat anak-anak sedang ngapain mereka."Kata Jumirah mengalihkan pembicaraan.


"Eh... tunggu-tunggu,tut...tut...."Jumirah langsung matikan panggilan telpon padahal Aden masih ingin berbicara.


Jumirah yang hendak keluar dari dalam kamarnya terpaksa menghentikan langkahnya karena handphonenya terus berbunyi.


"Apalagi sih mas?"Tanya Jumirah setelah mengangkat panggilan telpon dari Aden.


"Aku pingin dengar kamu mengatakan kata sayang lagi ke aku."Jawab Aden dengan tegas.


"Oalah... kirain apaan, Sayang!"Ucap Jumirah mengatakan kata sayang dengan cepat.


"Eh...apa? Pelan-pelan dong ngomongnya jangan cepat seperti itu gak kedengaran!"Protes Aden.


"Ekhem...."Jumirah mengatur nafasnya berusaha menenangkan hatinya yang dag-dig-dug dari tadi.


"Sayang...!"Ucap Jumirah mengulanginya dengan suara pelan.


",Nah gitu dong,kan enak dengarnya, makasih ya bidadari surgaku."Balas Aden.

__ADS_1


"Ya sudah a...aku mau lihat anak-anak,tut...tut...."Terdengar panggilan telpon dimatikan.


"Em...!"Aden tersenyum bahagia di-ruangannya sambil bersandar di sandaran kursi.


"Asyik-asyik... sepertinya yang sedang bahagia nih!"Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari pintu mengagetkan Aden yang sedang bersantai sambil bersandar di sandaran kursi dengan wajah ceria, senyumnya terus mengembang setelah mendengar kata sayang dari mulut wanita yang sangat dicintainya.Terlihat seorang pemuda yang memiliki tinggi badan sama dengan dirinya namun terlihat lebih muda, pemuda itu adalah Gibran,adik kandung Aden.


"Eh ada apa Bran?"Tanya Aden.


"Aku cuma mau menyerahkan ini,ini harus Abang tanda tangani untuk rapat besok pagi."Gibran menyerahkan map yang berisi berkas-berkas penting untuk rapat besok pagi.


Gibran ikut bekerja dikantor milik abangnya sendiri sebagai wakil direktur.


"Kok kamu yang bawa kesini?"Tanya Aden menerima map dari adik kandungnya.


"Gak apalah sekalian mau lihat abang gue sedang apa sih dari kemarin jarang masuk kantor sabenarnya sedang mengerjakan apa dia!"Ledek Gibran.


"Kepo aja kamu,gak usah ikut campur urusan atasan,mau diturunkan jabatan kamu jadi OB!"Ancam Aden.


"Ih gak maulah,kejam sekali abang nih,masa adik dari pemilik perusahaan jadi OB."Protes Gibran.


"Hehehe... makanya jangan suka mencampuri urusan pribadi pemilik perusahaan kalau gak mau itu terjadi."Kata Aden sambil menandatangani berkas-berkas yang diberikan oleh adiknya.


"Bang,diluar ada ibu!"Lanjut Gibran memberitahu.


"Hah...ada ibu,mau apa ibu datang kesini?"Tanya Aden merasa terkejut.


"Hem...."Gibran mengangkat kedua bahunya tidak tau.


🌹🌹🌹🌹


Hari ini sampai sini dulu ya, Othornya mau masak dulu buat buka puasa 🤭


Jangan lupa like dan komennya kalau suka dengan cerita Othor 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2