Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 50.Menawarkan bekerja sama bagian ke-2


__ADS_3

Disebuah cafe terlihat tiga orang perempuan nampak serius membicarakan sesuatu, mereka menyusun sebuah rencana hanya mereka saja yang tau.


"Itu nomor telponnya,aku dapatkan nomor telepon itu dari anak perempuanku Margaretha."Ucap Nyonya Claudia sambil memberikan selembar kertas yang terdapat nomor telepon seseorang."Dan ini bayaran kamu,aku akan memberikan sisanya setelah kamu berhasil melakukan tugas kamu!"Lanjut Nyonya Claudia memberikan sebuah amplop yang terlihat tebal kepada Dewi.Dewi menerima amplop tebal itu dan membukanya.


"Wow...oke siip!"Ucap Dewi setelah melihat isi amplop yang berisi segepok berwarna merah semua dengan jumlah sangat banyak.


"Oke nyonya, kalau begitu aku pamit pulang, mulai besok aku akan menjalankan rencana kita, nyonya tenang saja aku pasti bisa melakukannya."Jawab Dewi dengan penuh percaya diri memasukkan nomor telepon itu dan amplop berisi segepok uang kedalam tasnya.


"Ingat...kamu harus berhasil aku tidak mau mendengar ada kegagalan pokoknya aku ingin mereka berpisah untuk selamanya, perempuan itu harus kamu singkirkan agar tidak lagi menjadi penghalang untuk Rosita dan Aden anakku."Balas Nyonya Claudia.


"Siip,oke nyonya."Jawab Dewi setelah itu ia bergegas pergi.


"Tante...tante sudah gila ya, kenapa tante memberikan dia uang segitu banyak, bocah ingusan seperti dia apa bisa melakukan tugas yang kita berikan? Aku gak yakin dia bisa melakukannya, memangnya siapa bocah ingusan itu sabenarnya tanta? Kenapa tante begitu yakin dengannya."Tanya Rosita setelah kepergian Dewi.


"Hati-hati kamu menilai seseorang Ros,dia itu perempuan jahat dan licik, dia bakal melakukan apa saja demi uang termasuk mencelakai kakaknya sendiri."Ucap Nyonya Claudia.


"Maksud tanta?"Tanya Rosita bingung.


"Dia adiknya Jumirah, perempuan pincang yang disukai Aden." Jelas Nyonya Claudia.


"Hah...jadi dia adik perempuan jalanan yang sok alim,heh...tak ku-sangka ternyata seperti itu keluarga pelukis jalanan yang disukai Aden, adiknya saja seperti itu apalagi kakaknya, pasti dia mendekati Aden juga karena ingin menguasai hartanya saja,keluarga miskin yang gila terhadap uang."Hina Rosita kepada keluarga Jumirah.


"Yang lebih parahnya ternyata perempuan pincang itu adalah anak pungut, kedua orang tua gadis tadi menemukannya dijalan."Sambung Nyonya Claudia.


"Apa tante?"Tanya Rosita kaget.


"Ya... perempuan jalan, itulah nama yang cocok untuk Jumirah, yang entah siapa kedua orang tua kandungnya,bisa saja dia anak hasil dari perbuatan zina lalu dibuang untuk menutupi aib."Jawab Nyonya Claudia tidak henti-hentinya menghina Jumirah.


"Hah... ternyata dia perempuan tidak jelas,cih... gayanya aja yang sok alim, padahal...."Ucap Rosita sambil tersenyum mengejek.


"Makanya aku ingin memisahkan mereka berdua karena aku tidak ingin memiliki menantu seorang perempuan yang gak jelas,dan gadis tadi bisa melakukannya,aku percaya dengannya karena dia dan kedua orangtuanya sangat jahat dan licik, mereka akan melakukan apa saja yang penting uang."Jelas Nyonya Claudia dengan senyum liciknya.

__ADS_1


Sementara ditempat lain.


"Jum...gila... ini beneran rumah lo!buju buneng Jum, ternyata orang tua lo tajir melintir ya!"Seru Baldatun sambil menatap kagum dengan rumah baru sahabatnya itu.


"Apa sih Da,mana ada orang tajir melintir."Protes Jumirah.


"Hehehe..."Baldatun tertawa kecil.


Baldatun datang ke rumah baru Jumirah karena Jumirah menelponnya untuk membantu dia menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk melukis, Jumirah akan segera membuka sekolah melukis untuk anak-anak dan orang dewasa yang ingin belajar melukis.


"Irul mana sih lama banget dia."Gerutu Alda karena sahabatnya itu belum datang.


"Paling lagi dijalan, udah sambil nungguin dia datang kita beresin ruangan ini dulu!"Kata Farel yang sudah ada diruangan itu dari tadi.


"Ya sudah aku tinggal dulu sebentar mau panggil anak-anak buat bantuin kita."Kata Jumirah berjalan keluar ruangan untuk kembali kerumahnya,letak rumah dan bangunan itu terpisah,bangunan yang akan digunakan sebagai sekolah melukis berada disebelah kanan rumah pribadinya yang super wow besarnya. Caroline tidak tanggung-tanggung memberikan rumah untuk putrinya itu.


"Oke."Jawab Baldatun.


"Baik."Jawab Baldatun.Mereka nampak serius merapikan ruangan yang akan digunakan untuk sekolah melukis.


"Eh...!"Saat sedang naik diatas kursi kayu untuk menggantung sebuah lukisan dinding tiba-tiba kursi yang ia injak oleng, dengan gerakan cepat Farel berlari menangkap tubuh Baldatun agar tidak terjatuh.


Deg....


Ada debaran aneh antara Farel dan Baldatun saat mata mereka bertemu.


"Ciye-ciye...!"Tiba-tiba terdengar suara anak-anak menyadarkan kedua pemuda yang terlihat begitu romantis, Farel memeluk tubuh Baldatun.


"Eh...aduh...mas Farel jahat banget sih, kenapa gue dilepas, jatuh kan!"Ucap Baldatun sambil merintih kesakitan karena tiba-tiba Farel melepaskan tubuhnya begitu saja.


"So... sorry-sorry,a... aku gak sengaja Da!"Jawab Farel gelagapan menarik tangan Baldatun untuk membantunya berdiri.

__ADS_1


"Uhuy...kak Farel jadi malu deh ketahuan sama kita, hahaha...!"Ledek anak-anak menertawakan sikap Farel.


"Hus... bocah jangan berisik!"Ucap Farel menoleh kearah anak-anak dengan wajah yang terlihat merah karena malu.Sedangkan Baldatun yang sudah kembali berdiri langsung menundukkan kepala menyembunyikan wajahnya yang juga sudah berubah merah karena malu.


"Asyik... sepertinya sebentar lagi ada yang mau jadian nih, atau malah sabenarnya mereka sudah pacaran tanpa sepengetahuan kita!"Seru Tiger.


"Eh bocah, ngomong apa barusan, sembarangan, masih kecil gak boleh ngomong seperti itu,apa itu pacaran!"Ucap Farel menjewer telinga Tiger.


"Aduh kak, sakit kak!"Kata Tiger sambil meringis kesakitan.


"Ayok bilang ampun tidak!"Perintah Farel masih menjewer kuping Tiger.


"I...iya ampun kak, ampun...!"Jawab Tiger sambil menyatukan telapak tangannya kedepan memohon ampun.


"Nah gitu dong,awas kalau kamu berani ngomong seperti itu lagi."Ancam Farel. pura-pura marah untuk menutupi rasa malunya.


"Hehehe...kak Farel lucu,aku tau kalau sabenarnya saat ini hati kakak sedang berbunga-bunga, ciye-ciye...kak Farel sepertinya sudah mulai jatuh cinta dengan kak Alda tuh muka kakak sampai merah begitu!"Goda Joni sambil berlari menjauh dari Farel untuk menghindari amukan darinya.


"Joni...sini kamu,awas kamu ya!"Farel mengejar Joni sehingga terjadilah kejar-kejaran antara laki-laki dewasa dan anak kecil itu.


"Hus... ekhem-ekhem...!"Jumirah tersenyum dan berdehem menyenggol sahabatnya yang terlihat sedang malu-malu eyong sambil menundukkan kepalanya.


"Apaan sih jum,i..itu tadi itu kita cuma...!"


"Udah gak apa-apa aku merestui hubungan kalian."Kata Jumirah memotong ucapan Baldatun sambil tersenyum menggoda sahabatnya itu.


"Ih... apaan sih lo jum, itu tidak seperti yang lo pikirkan tau, kita tadi cuma...!"


Tin....


Tiba-tiba terdengar suara klakson motor menghentikan ucapan Baldatun yang belum selesai bicara.

__ADS_1


__ADS_2