
"Sorry semuanya gue terlambat."Terdengar suara seorang laki-laki dari pintu.
"Wah... kakak Irul terlambat jadi tidak melihat adegan romantis dua kakak."Teriak Joni langsung dipelototi oleh Farel dan Baldatun, sedangkan Jumirah dan anak-anak yang lain menutup mulut mereka menahan tawa.
"Ada peristiwa apaan nih! Haduh...aku terlambat,cerita dong!"Ucap Irul penasaran.
"Udah jangan didengarkan si Joni,lo kayak gak tau si Joni aja deh!"Seru Baldatun."Mending lo bantuin Mas Farel noh angkat meja-meja itu untuk dibawa masuk!"Perintahnya.
Caroline ternyata sudah menyiapkan bangku dan kursi juga untuk anak-anak sekolah nanti yang masih ditumpuk menjadi satu diluar gedung.
"Ih pelit banget sih lo Da!"Balas Irul. "Tapi ngomong-ngomong aje gile Jum, gue tadi hampir mau putar balik saat sudah sampai depan pagar, gue kira gue salah alamat,ini bener gak alamat yang dikasih tau Jumirah,kata gue, untung tadi bapak-bapak sedang jaga depan nyamperin gue yang lagi kebingungan, gue kasih tau alamat yang lo kasih ke-gue,kata bapak itu benar ini alamatnya dan kasih tau kalau ini memang rumah lo,gile bener Jum, rumah lo besar kalee...!"Seru Choirul.
"Sudah cepetan jangan ngobrol terus ayok kita selesaikan ini biar cepat selesai!"Perintah Farel.
"Oke Mas Farel,ih Mas Fahri semangat banget deh!"Goda Irul.
"Ya itulah sudah dapat vitamin!"Sambung Tiger.
"Heh... Tiger jangan sembarang kalau ngomong, dasar bocah,em... sudah-sudah ayok kerja!"Seru Farel sedikit kikuk saat melihat Baldatun.
Mereka bekerja sama menyulap ruangan yang tadinya kosong menjadi ruangan seperti sebuah sekolah terdapat beberapa kursi dan meja berjejer, didinding ruangan itu ada beberapa lukisan hasil karya Jumirah dan anak-anak sengaja digantung sebagai kenang-kenangan agar bisa dilihat oleh semua orang yang datang untuk ikut belajar melukis atau sekedar melihat mereka membuat hasil karya lukis.
"Gile tenan Jum,orang tua lo memangnya sekaya apa sih Jum sampai memberikan lo rumah dan gedung sekolah sebesar ini, beruntung sekali hidup lo Jum, seneng gue lihatnya, apa yang lo impikan selama ini akhirnya tercapai juga."Ucap Choirul ikut bahagia melihat sahabatnya bahagia sedangkan Jumirah hanya bisa tersenyum mendengar ucapan dari Irul.
"Kakak,ini mau taruh dimana kak?"Teriak salah satu anak itu sambil mengangkat kursi.
"Ealah Sil,itu berat sayang, biarkan kak Tiger atau kak Murni saja yang angkat,sini kamu sama kakak Jumi saja nak!"Seru Jumirah saat melihat bocah perempuan bertubuh kurus yang kemarin sempat dirawat dirumah sakit karena terkena demam berdarah sedang mengangkat kursi seorang diri. "Tiger tolongin Sisil Ger!"Teriak Jumirah memanggil bocah laki-laki yang memiliki tinggi hampir sama dengan dirinya.
__ADS_1
🌹🌹🌹
"Alhamdulillah... akhirnya selesai juga."Ucap Jumirah setelah mereka selesai menyulap ruangan itu menjadi sebuah ruangan untuk sekolah atau belajar melukis.
"Keren kakak,hore...kita punya sekolah melukis lagi!"Seru anak-anak sambil bersorak kegirangan.
"Selain belajar melukis kalian juga harus belajar pelajaran sekolah seperti anak-anak lainnya agar kalian nanti menjadi orang hebat,ayok anak-anak kita harus bisa menjadi orang pintar,buat semua orang dan bangsa kita ini bangga dengan apa yang kita lakukan!"Perintah Jumirah memberikan semangat untuk anak-anak itu.
"Ya kak,kapan sekolah ini mulai dibuka kak,"ucap anak-anak.
"Nanti setelah kakak mendapatkan surat izin dari pemerintah,kakak sudah mengajukan permohonan untuk membuka sekolah untuk anak-anak yang tidak mampu dan juga sekolah melukis bagi kalian yang mempunyai bakat melukis."Jelas Jumirah.
"Semoga permohonannya cepat dapat persetujuan dari pemerintah ya Jum,kami siap membantu."Ucap Choirul dan mendapat anggukan dari Baldatun dan Farel.
"Terimakasih ya gaes, kalian memang teman-teman aku yang paling top cer!"Ucap Jumirah merangkul teman-teman dia dan juga kakak laki-lakinya.
Siit....
"Eh...siapa itu yang datang Jum."Ucap Choirul keluar dari gedung diikuti oleh yang lainnya.
Terlihat seorang laki-laki keluar dari dalam mobil, laki-laki itu berlari memutar kesamping dan membukakan pintu samping, tidak lama terlihat seorang perempuan paruh baya yang memiliki wajah mirip dengan Jumirah keluar dari dalam mobil.
"Apa dia orang tua lo Jum?"Bisik Irul yang belum lihat orang tua kandung Jumirah.
"Iya Rul,dia mommy aku!"Kata Jumirah memberitahu.
"Oh... pantas wajahnya mirip sama lo!"Balas Irul.
__ADS_1
"Eh... gue sepertinya pernah lihat perempuan itu tapi dimana ya?"Baldatun terlihat sedang berfikir.
"Di Mall Da, saat itu aku memintamu menemani aku untuk mencari alat-alat lukis."Jumirah mengingatkan sahabatnya yang dari tadi nampak berfikir
"Oh iya, gue baru, kalian bertabrakan membuat semua alat-alat lukis yang sudah kita beli jadi berantakan karena plastiknya jebol."Ucap Baldatun saat sudah mengingat kejadian waktu di Mall.
"Halo semuanya apa sudah selesai?"Tanya Caroline sambil berjalan menghampiri mereka.
"Mom!"Panggil Jumirah langsung menggenggam tangan Caroline dan mencium punggung tangannya.
"Halo tante!"Sapa Baldatun ikut mencium punggung tangan Caroline setelah Jumirah melepas tangannya, diikuti oleh Irul, Farel dan anak-anak yang lain.
Tampak dua orang laki-laki berbadan kekar berjalan menghampiri mereka, masing-masing dari mereka membawa dua kantong plastik berukuran besar.
"Kalian pasti lapar kan?Ayok sekarang makan dulu mommy membawakan makanan untuk kalian."Ucap Caroline saat kedua anak buahnya sudah berdiri dibelakangnya."Bagikan makanan itu ke-mereka pak!"Perintah Caroline kepada kedua anak buahnya.
"Wow... mommy tau aja kalau kita belum makan."Ucap Choirul.
"Sini pak tak bantuin!"Choirul dan Baldatun juga Farel meminta kantong plastik dari tangan kedua laki-laki yang tampak kesusahan mereka membagikannya kepada anak-anak dan untuk diri mereka sendiri.
"Nyami-nyami...! Yee ayam goreng!"Seru salah satu anak jalanan itu bersorak kegirangan sambil duduk dikursi yang ada didalam ruangan.
"Terimakasih mom, hiks... mommy sungguh baik."Jumirah terisak melihat kebaikan dari mommy-nya.
"Iya sayang."Caroline mengusap lengan Terdengar canda tawa dari mereka semua yang ada didalam ruangan.
Tanpa mereka sadari dari kejauhan, didalam taksi ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
"Oh...jadi ini rumahnya."Gumam orang yang ada didalam taksi berada diluar gerbang sambil menatap orang-orang yang ada di dalam.
"Pak... jalan pak!"Perintah orang itu untuk segera pergi dari sana karena takut keberadaannya diketahui oleh mereka yang sedang berkumpul dirumah Jumirah.