
"Serbu...." Teriak anak-anak beramai-ramai mengeroyok dua laki-laki bertubuh kekar itu.
"Eh... bocah,"
Brak... mereka mengangkat tubuh anak-anak dengan mudah dan melemparnya ke sembarang arah.
"Aw... aduh...." Teriak mereka kesakitan.
"Rasakan ini!"Joni dan kedua temannya menggigit kaki dan tangan salah satu laki-laki itu.
"Aduh... brengsek kalian,"
Duak....
Laki-laki itu menghempaskan dan menendang dengan kasar ketiga bocah yang menggigitnya.
Dengan sekuat tenaga Jumirah juga ikut melawan laki-laki itu tapi sayangnya ia tidak memiliki banyak tenaga sehingga dengan mudahnya laki-laki itu menjatuhkan Jumirah hingga tersungkur diatas lantai, dengan sisa tenaganya Jumirah berdiri lagi kembali menyerang laki-laki itu.
"Hahaha... rasakan ini perempuan ja**lang!" Saat ia hendak memukul Jumirah tiba-tiba ada yang menggenggam tangannya dari belakang.
"Mas Aden! Panggil Jumirah merasa terkejut dengan kedatangan Aden.
Bug... bug... Aden memukul laki-laki itu dengan sekuat tenaga.
"Jangan berani menyentuh wanitaku!"Ucap Aden sambil menghajar laki-laki itu tanpa ampun. Sedangkan para anak-anak sudah terlihat tidak berdaya tergeletak diatas lantai.
"Mas awas...!" Teriak Jumirah saat seorang laki-laki yang satunya hendak memukulnya dari belakang. Dengan gerakan cepat Aden membalikkan badan dan menghajar laki-laki yang ada dibelakangnya hingga laki-laki itu jatuh tidak berdaya. Aden berjalan menghampiri Jumirah ketika kedua laki-laki bertubuh kekar tadi berhasil ia lumpuhkan.
Digenggamnya tangan Jumirah," maaf aku terlambat, apa ini sakit?" Tanya Aden mengusap lembut pipi Jumirah yang memar bekas tamparan dari emak ompong.
Jumirah tersenyum menatap laki-laki yang saat ini sedang ada didepannya.
"Maaf... aku...." Ucap Aden, Jumirah langsung menutup mulut Aden menghentikan ucapannya.
"Sudah... jangan minta maaf lagi mas,aku sudah memaafkan." Ucap Jumirah tersenyum simpul sambil menundukkan kepalanya.Aden mengangkat kedua tangan Jumirah, dikecupnya dengan lembut punggung tangannya itu, sedetik mereka lupa jika disana ada anak-anak yang menatap mereka, dari belakang anak-anak itu tersenyum bahagia melihat Jumirah dan Aden terlihat begitu bahagia.
"Sayang... aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu." Ucap Aden kembali mencium punggung tangan Jumirah. Diangkatnya wajah Jumirah yang sedang menunduk dengan menggunakan telunjuk jarinya agar menatap wajahnya.
"Aku sangat mencintaimu Jum, berilah aku kesempatan sekali lagi, kembalilah bersamaku seperti dulu, kita mulai dari awal lagi,kamu mau ya,"ucap Aden sambil menatap serius wajah Jumirah.
"Iya...!" Jumirah mengangguk sambil tersenyum malu.
"Terimakasih Jum, kedua mata mereka saling beradu, tatapan mata Aden berpindah ke bibir mungil milik Jumirah, ia mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir mungil Jumirah yang selalu dirindukan.
"Mas... em... malu ada anak-anak!" Bisik Jumirah sambil tersenyum malu.
__ADS_1
"Oh... iya lupa." Aden menepuk keningnya sendiri.
"Ciye-ciye...." Ucap anak-anak bersamaan.
"Dengan langkah cepat Joni berjalan menghampiri Aden dan....
Bug....
"Lo... jangan coba-coba mengambil kakak Jumi dari gue, karena dia akan menikah dengan gue nanti." Ucap Joni menendang kaki Aden.
"Hah...!" Aden membelalakkan matanya merasa terkejut dengan sikap polos bocah laki-laki itu.
"Hem...!" Sedang Jumirah hanya tersenyum sambil mengacak rambut Joni merasa gemas.
Brak....
Tiba-tiba terdengar suara dari depan, ternyata perempuan paruh baya dan tiga teman laki-lakinya datang lagi.
Prok... prok..
"Hahaha... ternyata ada seorang pahlawan disini!" Seru perempuan paruh baya itu sambil bertepuk tangan setelah memasuki ruangan bersama tiga laki-laki bertubuh besar yang lainnya.
"Mak...!" Ucap Joni merasa kaget dengan kedatangan emak ompong dan tiga laki-laki.
Dug...
Tiga laki-laki itu langsung memukuli Aden secara bersamaan membuat Aden tersungkur dengan darah segar keluar dari mulutnya.
"Mas Aden... tidak hentikan jangan pukuli dia." Teriak Jumirah, ia berlari menghampiri Aden yang sudah tidak berdaya tergeletak dilantai tidak sadarkan diri.
"Hiks... mas Aden, Hiks...!" Jumirah mengangkat kepala Aden dan diletakkan diatas pangkuannya.
"Mas... bangun mas, hiks... jangan tinggalkan aku!"Jumirah terus menangis sambil mengusap rambut Aden, dengan wajah yang sudah babak belur dengan banyak darah keluar dari mulut dan keningnya akibat terbentur lantai.
"Kalian benar-benar jahat, hiks...!" Jumirah terlihat sangat marah dengan perempuan dan teman-temannya itu.
"Kalian... bawa laki-laki itu, buang dia ke jurang!" Perintah perempuan paruh baya kepada teman-temannya.
"Tidak... jangan bawa dia, awas kalian!" Jumirah memeluk tubuh Aden dengan erat menghalangi laki-laki itu mengambilnya.Dengan kasar laki-laki itu menarik tangan Jumirah tapi dengan sekuat tenaga Jumirah mendekap tubuh Aden tidak mau menyerahkannya.
"Kalian tidak boleh menyakitinya."Teriak Jumirah menendang kaki laki-laki yang ada disampingnya.
"Dasar kau!"
Plak...bug....
__ADS_1
laki-laki itu menampar dan memukuli Jumirah.
"Kakak Jumi...!" Teriak anak-anak langsung berlari beramai-ramai menarik dan memukuli laki-laki yang tadi menampar Jumirah.
Saat bersamaan datang sekelompok laki-laki menghajar teman-teman perempuan paruh baya itu
"Hah... kurang ajar siapa kalian, berani-beraninya kalian ikut campur urusanku!" Bentak emak ompong nampak marah.
"Beraninya kamu menyakiti putri dari keluarga Fernandez, maka kamu harus menerima akibatnya." Terdengar suara seorang perempuan mengagetkan emak ompong,ia langsung ketakutan saat mendengar kata Fernandez, orang penting yang sangat ditakuti.
seorang perempuan paruh baya memasuki ruangan dengan dikawal oleh empat laki-laki memakai seragam serba hitam dibelakangnya.
"Pu... putri Fernandez? Apa jangan-jangan dia...." Ucap emak ompong gelagapan menatap Jumirah yang sedang menangis sambil memeluk seorang pemuda yang tadi dihajar oleh teman-teman emak ompong.
"Iya...d dia putriku, Cristina Fernandez. anak pertama dari keluarga Fernandez." Jawab perempuan paruh baya itu dengan tegas. Beliau adalah Caroline.
"Tidak mungkin, ucap emak ompong tidak percaya dengan wajah ketakutan.
"Bawa perempuan itu dan teman-temannya, jebloskan dia ke dalam penjara dan hajar mereka semua!" Perintah Caroline kepada anak buahnya.
"Tidak...! Nyonya ,ampuni saya, saya tidak tau kalau dia adalah putri nyonya, tolong ampuni saya nyonya!" Ucap emak ompong sambil bersimpuh dikaki Caroline.
"Cepat singkirkan perempuan ini, aku tidak ingin melihat wajahnya!"Teriak Caroline.
"Baik bu." Jawab anak buah Caroline mengangkat tubuh emak ompong dan menariknya dengan kasar untuk dibawa keluar.
"Nyonya... nyonya... tolong saya nyonya, saya tidak ingin dipenjara, maafkan saya nyonya!" Seru emak ompong tapi tidak dihiraukan oleh Caroline.
"Sayang... hiks...."Caroline langsung menangis melihat keadaan Jumirah yang mengenaskan
"Mom,"vtiba-tiba Jumirah ber-kunang-kunang dan...
Brug....
Ia jatuh kelantai tidak sadarkan diri.
"Cristina...!"Teriak Caroline berlari menghampiri putrinya.
"Kakak Jumi...!" Teriak anak-anak.
Satu hari kemudian.
"Kakak... syukurlah kakak tidak apa-apa,kami sangat mengkhawatirkan keadaan kakak." Ucap anak-anak saat mereka berada dirumah sakit.
"Apa kalian semua baik-baik saja?" Tanya Jumirah mengusap lembut wajah anak-anak itu bergantian." Mas Aden.
__ADS_1