Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 46.


__ADS_3

"Wow...itu rumah siapa kak?"Tanya Joni setelah Aden menghentikan mobilnya didepan gerbang sebuah bangunan mewah nan besar, terlihat seorang laki-laki paruh baya berlari dari dalam untuk membukakan pintu gerbang.Laki-laki itu adalah orang suruhan Caroline, beliau menugaskan tiga anak buahnya untuk berjaga dirumah Jumirah.


"Kak...!"Panggil Joni menatap Jumirah dengan tatapan bingung.


"Sudah, tunggu kak Aden memarkirkan mobilnya dulu."Ucap Jumirah sambil tersenyum menoleh kearah Joni yang duduk dikursi tengah seorang diri sedangkan ia berada di kursi depan samping kursi kemudi menemani kekasihnya mengemudikan mobil.


Ceklek... Aden membuka pintu mobil setelah sebelumnya ia kunci saat mereka berada dijalan.


"Ayok Jon,mau keluar tidak?Kita sudah sampai dirumah kakak Jumi, let's go jagoan."Ajak Aden sambil melepas sabuk pengaman yang mengikat tubuhnya dikursi untuk menahan tubuhnya agar tidak terlempar saat terjadi sesuatu yang tidak diduga.


"Mas... tolongin."Ucap Jumirah kesusahan melepas sabuk pengamannya.


"Ada apa sayang?"Tanya Aden menoleh kearah Jumirah, "oalah...coba sini aku lihat."dengan hati-hati ia membantu melepas sabuk pengaman dari tubuh Jumirah.


"Em... nanti mau lagi ya!"Aden tersenyum menatap Jumirah sambil membantu melepas sabuk pengaman yang mengikat tubuh Jumirah dengan kursi.

__ADS_1


Jumirah melotot kearah Aden yang malah tersenyum mesum menggoda dirinya.


"Awas saja kalau berani!"Bisik Jumirah lirih sambil melotot kearah Aden.


"Hehehe...."Aden malah terkekeh mendengar ancaman dari kekasihnya yang terlihat sangat menggemaskan jika sedang ngambek atau marah.


"Eghem... kalian sedang apa?Hai... Kak Aden! Jangan-jangan berani macam-macam sama kakak Jumi.Awas kalau berani macam-macam!"Ancam Joni saat mendengar kedua orang dewasa yang ada didepannya sedang berbisik-bisik.


"Enggak Jon,kakak cuma bantuin kakak Jumi melepaskan sabuk pengamannya yang macet ini lho!"Jawab Aden pura-pura kesusahan melepas sabuk pengaman yang sabenarnya sudah berhasil ia lepaskan dari tadi.


"Heh...."Jumirah menyatukan gigi-giginya menahan amarah sedangkan Aden senyum-senyum sendiri tanpa merasa berdosa.


Aden berlari memutar ke pintu samping hendak membukakan pintu untuk Jumirah.


"Mari tuan putri,"Ucap Aden membungkukkan badannya memberi hormat kepada Jumirah yang baru keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


"Huh...!"Dengan sombongnya Jumi memalingkan wajah tidak mau melihat kekasihnya itu yang suka mencuri kesempatan.


"Ih somse sekali!"Ledek Aden sambil tersenyum menggoda.


"Wow...!"Joni melongo melihat bangunan mewah yang ada didepannya."Ini rumah atau istana!"Seru Joni menatap kagum bangunan mewah itu tidak berkedip.


"Ayok Jon,kok malah bengong, memangnya kamu gak mau masuk kedalam menemui teman-teman kamu!"Seru Jumirah menoleh kearah Joni yang malah diam mematung dengan kedua mata terbuka dengan sempurna dan mulutnya dibiarkan terbuka lebar.


"Awas Jon...lalat masuk nanti."Ledek Aden melihat mulut Joni yang menganga.


"Hai Joni...,"terlihat teman-teman Joni berhamburan keluar dari dalam rumah berlari menghampiri Joni yang baru keluar dari rumah sakit, setelah tiga hari lamanya terpaksa dirawat karena penyakit diare, teriakan mereka menyadarkan lamunan Joni.


"Hai gaes..."Joni melambaikan tangan kearah teman-temannya.


"Joni...."Mereka semua memeluk Joni secara bersama-sama, merasa bahagia akhirnya bisa berkumpul lagi seperti dulu.

__ADS_1


"Gaes...ini beneran rumahnya?"Bisik Joni masih belum percaya.


__ADS_2