Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 62. Kedatangan Dewi bagian kedua


__ADS_3

"Kamu jangan pernah bicara seperti itu lagi, mereka sangat menyayangi kamu,begitu-kah balasan kamu terhadap orang yang sudah melahirkan, merawat dan membesarkan kamu?Betapa beruntungnya kamu mendapatkan semua itu, tau kah kamu,mereka hanya bermimpi mendapatkan semua itu, mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua kandungnya, yang gak mungkin mereka dapat karena mereka sendiri tidak tahu dimana keberadaan kedua orang tua kandung mereka,sama sepertiku."Ucap Jumirah dengan kedua mata berkaca-kaca, tampak cairan bening keluar dari kedua matanya yang indah.Cepat-cepat ia menghapus air matanya sendiri dan kembali menatap Dewi yang terlihat sedang melamun sambil menatap kagum rumah Jumirah yang terlihat begitu menakjubkan.Ia tidak terlalu menghiraukan ucapan Jumirah.


"Oh ya kamu mau apa kesini Wik?"Tanya Jumirah.


"Eh iya aku hampir lupa aku kesini mau apa."Jawab Dewi tersadar dari lamunannya.


"Apa Mbak masih berhubungan dengan Mas Aden?"Tanya Dewi.


"Hem...!"Dewi mengerutkan keningnya menatap Dewi.


"Maksud aku bagaimana hubungan Mbak Jumi dengan Mas Aden, kemarin aku lihat kalian jalan bareng berarti kalian sudah kembali bersama,ake senang melihat kalian bersama lagi setelah apa yang sudah kami lakukan, maaf!"Ucap Dewi memelankan suaranya sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


"Sudahlah jangan diingat masa yang sudah lalu, kenapa kamu tiba-tiba menanyakan dia?"Tanya Jumirah jadi curiga.


"Karena aku kemarin melihat dia jalan dengan seorang wanita cantik."Jawab Dewi memberitahu.


"Oh."Ucap Jumirah,ia langsung diam sambil memperhatikan gerak-gerik Dewi yang terlihat cuek sambil memperhatikan isi rumah.


"Hem...apa ini juga kerjaannya?Oke, jika ini ada hubungannya dengan kamu,aku pingin tau seperti apa sandiwara yang akan kamu mainkan untukku." Gumam Jumirah dalam hati.


"Di cafe,aku melihat mereka sedang berduaan."Jawab Dewi, menoleh kearah Jumirah,ia langsung mengalihkan pandangannya saat mendapati Jumirah sedang menatap lekat dirinya,bukan karena malu tapi ia mendadak merasa ngeri saat melihat sorot mata Jumirah yang terlihat menakutkan.Ia merogoh kantong celananya, sebuah benda pipih ia ambil dari dalam kantong.


"Aku kemarin sempat mengambil gambar mereka, karena aku tidak mau laki-laki itu menyakiti Mbak Jumi.Aku ingin Mbak Jumi tau kelakuannya diluar sana, kalau dia bukanlah laki-laki baik."Ucap Dewi sambil menunjukkan sebuah foto yang ia simpan di galeri handphone miliknya kepada Jumirah.

__ADS_1


"Oh..."Ucap Jumirah lagi setelah melihat sebuah foto kekasihnya yang sedang bersama perempuan di handphone Dewi.


"Kok Mbak Jumi cuma bilang oh aja sih?"Tanya Dewi memasukkan kembali handphone kedalam kantong celana.


"La terus aku mesti Jawab apa Wik?"Tanya Jumirah masih dengan mode pura-pura.


"Mbak Jumi gak marah?"Tanya Dewi kaget karena ternyata kakaknya tidak marah padahal ia yakin setelah mbaknya itu melihat foto Aden dan mantan pacar sedang berduaan, dirinya bakal ngamuk tapi ternyata kenyataan tidak seperti yang ia bayangkan.Mbaknya malah terlihat cuek dan santai.


"Buat apa aku marah itu hak dia mau bertemu dengan siapa saja,aku tidak mau melarangnya karena aku bukan siapa-siapa dia."Jawab Jumirah Terlihat begitu tenang.


"Maksudnya? Jadi kalian tidak pacaran?"Tanya Dewi serius.

__ADS_1


"Hem...!"Jumirah menjawabnya dengan senyuman saja.


__ADS_2