
"Halo pak,ada apa ?"Tanya seorang perempuan paruh baya kepada seseorang dipanggilan telpon.
"Siapa gadis itu? Kamu awasi dia,aku tidak mau dia mengganggu putriku!"Perintahnya kepada seseorang yang tadi menelponnya, entah apa yang dikatakan oleh orang yang menelponnya sehingga perempuan paruh baya itu terlihat sangat marah.Panggilan pun dimatikan.
"Ternyata kamu begitu mengkhawatirkannya,maafin aku Line,aku terpaksa melakukan itu agar keluargamu tidak dihina oleh orang."Gumam Alex Fernandez yang diam-diam menguping pembicaraan istrinya dengan seseorang.
Kejadian 20 tahun yang lalu.
"Bang Alex, aduh... perutku sakit,aku sudah tidak tahan bang!"Rintih Caroline yang saat itu hendak melahirkan anaknya yang kedua.
"Sebentar lagi kita sampai rumah sakit, kamu harus kuat sayang."Alex menggenggam erat tangan istrinya yang dari tadi merintih kesakitan didalam mobil."
Setelah 20 menit diperjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit milik keluarga Fernandez.Tampak para perawat sudah siap untuk menolong anak dari pemilik rumah sakit itu, cepat-cepat mereka membantu mengangkat tubuh Caroline dan diletakkan diatas brankar dorong untuk dibawa keruang persalinan.
__ADS_1
Alex terlihat begitu khawatir berjalan mondar-mandir didepan ruang persalinan.
"Oek...oek...."Tidak lama terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan membuat Alex tersenyum lega.
"Lex, sebaiknya gantilah bajumu jika kamu ingin menemui anak dan istri!"Perintah Nyonya Fernandez atau ibunda Caroline.
"Iya ma."Alex langsung berlari untuk mengganti pakaiannya.Alex menghentikan langkahnya saat baru keluar dari dalam kamar mandi hendak melihat bayi dan istrinya saat mendengar suara seorang perawat, Alex bersembunyi dibalik tembok menguping pembicaraan dua orang perawat wanita yang baru keluar dari ruang persalinan.
"Iya,wah... bagaimana nanti kalau sampai orang-orang tau pasti mereka bakal menghina dan menertawakan Tuan dan Nyonya Fernandez.Kenapa Ibu Caroline bisa melahirkan anak cacat ya?Ada dosa apa ya kedua orang tuanya sehingga mereka memiliki anak cacat seperti itu, kata mbahku dulu kalau kita memiliki anak cacat seperti anaknya Bu Caroline,orang tuanya pernah melakukan kesalahan saat anak mereka masih didalam kandungan."
"Hus... jangan bicara sembarangan, kalau sampai terdengar Tuan Fernandez atau keluarganya yang lain bisa habis kita."
Mereka tidak menyadari kalau ucapan mereka didengar oleh ayah dari bayi yang baru saja dilahirkan.
__ADS_1
"Anakku."Gumam Alex dengan wajah sendu.Ia keluar dari persembunyiannya berjalan kembali saat kedua perawat wanita itu sudah menjauh.
"Sayang... bagaimana keadaan kamu?"Tanya Alex saat sudah berada didalam kamar istrinya saat ini dirawat, terlihat seorang wanita berwajah pucat dan tampak lemah, Caroline melahirkan anaknya secara normal,digenggamnya tangan sang istri dengan lembut.Alex duduk dikursi samping ranjang istrinya saat ini sedang berbaring lemah.
"Bayi kita mana mas?Aku pingin lihat!"Ucap Caroline terdengar lemah, Alex menatap wajah istrinya dengan sendu.
"Kamu kenapa terlihat murung seperti itu mas?Anak kita baik-baik saja kan mas?"Tanya Caroline belum tau dengan keadaan anaknya yang cacat, karena ia pingsan saat bayinya lahir akibat kekurangan banyak darah.
"Dia...maaf!"
****
Sebagai seorang ibu Caroline pasti sedih melihat anaknya terlahir dengan keadaan cacat,tapi ia tetap merawat anaknya dengan penuh kasih sayang,lain halnya dengan Alex, yang berniat untuk menyingkirkan anak kandungnya sendiri agar tidak membuat malu keluarga besar Fernandez, kedua orang tua Caroline juga tampak tidak menyukai keberadaan cucunya yang cacat itu.Saat istrinya sedang istirahat, diam-diam ia mengambil anaknya yang sedang tertidur pulas, Alex membayar seseorang untuk membuang anaknya ditempat yang jauh agar tidak ditemukan oleh istrinya, karena Alex yakin jika istrinya nanti tidak akan tinggal diam,ia akan mengerahkan semua anak buah ayahnya untuk mencari keberadaan putrinya itu.
__ADS_1