
Suasana pagi hari dirumah Jumirah sudah sangat ramai dengan suara anak-anak, satu minggu sudah sekolah gratis dibuka untuk anak-anak tidak mampu,disana sudah ada Baldatun dan Farel serta Choirul untuk membantu Jumirah,
"Oke, selamat pagi anak-anak, bagaimana apa kalian sudah siap belajar?"Tanya Jumirah ketika semua anak-anak sudah berada didalam ruangan yang terpisah menjadi dua kelompok, kelompok anak yang baru belajar menulis dan membaca kebanyakan dari mereka adalah anak-anak jalanan dan anak yatim-piatu yang tidak bisa sekolah karena keadaan , Jumirah sendiri yang mengajari mereka karena Jumi memiliki sifat penyabar dibantu Farel,sedangkan Baldatun yang kurang sabar menghadapi anak-anak, bersama dengan Choirul mengajar kelompok anak yang terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi.Setiap hari Jum'at semua anak-anak bergabung menjadi satu untuk belajar melukis yang akan di ajarkan oleh Jumirah sendiri.
Tok tok....
Saat mereka semua sedang serius belajar tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, terlihat seorang gadis remaja sedang berdiri didepan pintu yang dibiarkan dibuka.
"Dewi!"Panggil Farel dan Jumirah terkejut.
"Mau apa kamu datang kesini?"Tanya Farel ketus menatap tajam kearah adik kandungnya sendiri.
"Sudah mas Farel disini saja bersama anak-anak biar aku yang menemui Dewi."Ucap Jumirah menyuruh Farel tetap berada di ruangan untuk mengajari anak-anak menulis dan membaca.Jumirah meletakkan buku yang ia pegang diatas meja dan berjalan untuk menemui Dewi.
__ADS_1
"Ada apa Wik?"Tanya Jumirah setelah berada didepan adiknya.
"Aku ingin bicara penting sama Mbak Jumi,tapi sepertinya Mbak Jumi sedang sibuk, kalau begitu aku pulang sajalah gampang besok-besok saja aku datang lagi."Ucap Dewi berniat untuk pergi.
"Gak apa-apa,ya sudah kalau mau bicara penting ayok kita ngobrol dirumah saja."Kata Jumirah mengajak Dewi kerumah pribadinya yang super wow.
"Tapi... Mbak Jumi kan sedang...."
"Sudah gak apa-apa,ada mas kamu!"Jumirah memotong ucapan Dewi.
"Ini rumah siap mbak? Wow... besar sekali!"Ucap Dewi kagum dengan bangunan mewah yang ada didepannya.
"Rumah anak-anak Wik!"Jawab Jumirah singkat sambil berjalan santai menuju rumah itu.
__ADS_1
"Ayok Wik masuk!"Lanjut Jumirah setelah membuka pintu rumah.
"Anak-anak yang tadi sedang belajar apa anak-anak yang mana mbak?"Tanya Dewi masih belum mengerti dengan maksud ucapan Jumirah.
"Iya, anak-anak yang tadi sedang belajar, merekalah pemilik rumah ini."Jelas Jumirah.
"Beneran mbak?Anak segitu banyak?Edan... keren banget mbak rumah anak-anak,ini sih super wow, memangnya orang tua mereka kemana?"Tanya Dewi sambil memperhatikan isi rumah.
"Mbak juga tidak tau, mungkin orang tua mereka sudah tidak ada."Jawab Jumirah dengan wajah sendu.
"Jadi mereka anak yatim-piatu?Tapi hak apalah biarpun mereka sudah tidak memiliki orang tua tapi memiliki rumah sebagus ini,aku juga maulah."Jawab Dewi dengan santainya.
"Dewi... kamu gak boleh bicara seperti itu,kamu harus bersyukur masih memiliki orang tua lengkap tidak seperti mereka yang tidak pernah tahu seperti apa wajah orang tua kandungnya sendiri."Nasehat Jumirah yang tidak suka dengan ucapan Dewi.
__ADS_1
"Hah... buat apa memiliki orang tua tapi tidak bisa nyenengin anak mending gak punya orang tua sekalian tapi senang karena memiliki apa saja yang kita butuhkan termasuk rumah semewah ini."Ucap Dewi lagi.
"DEWI!"Bentak Jumirah jadi marah mendengar ucapan Dewi."