
"Sorry bro... kita tidak tau kalau kalian sedang..., ayok Rul kita pergi saja deh, jadi gak enak nih," kata seorang perempuan didepan pintu handak pergi lagi.
"Da... Da...! Yaelah Da, sini napa, sudah datang masak mau pergi lagi, tega sekali dirimu Da!" Seru Jumirah sambil duduk diatas ranjang pasien, sedangkan Aden langsung bangun dari pinggir ranjang, Ia berdiri disamping Jumirah saat ini sedang duduk dengan wajah yang sudah kembali bersinar tidak pucat lagi.
"Hehehe... habisnya kalian lagi sayang-sayangan, kita kan jadi tidak enak, ya gak Rul!" Ucap Baldatun sambil berjalan menghampiri Jumirah dan Aden. Mereka bersalaman bergantian.
"Lo ya, bikin kita khawatir aja, kok lo bisa sampai ke para penculik itu sih Jum? Bagaimana ceritanya?" Tanya Choirul.
"Ceritanya panjang Rul!" Jawab Jumirah singkat.
"Kalau panjang ya di pendekin dong, ayok cerita, kita penasaran!" Kata Choirul tidak sabar pingin mendengar cerita tentang kejadian kemarin.
"Iya bener kata Irul. Lo melakukan aksi heroik seorang diri, lain kali mbok ajak kita napa!"Sambung Baldatun.
"Boro-boro mau ajak kalian, aku aja bingung tau-tau ada disana, mereka licik menggunakan obat bius untuk bisa membawaku, tapi ada untungnya juga aku bisa bertemu lagi dengan anak-anak." Jelas Jumirah.
"Dan... akhirnya kita bisa bersama lagi." Sambung Aden sambil tersenyum mengusap kepala Jumirah yang tertutup jilbab, ditatapnya wanita pujaannya itu penuh cinta, Jumirah hanya bisa tersenyum dengan wajah kembali berwarna merah karena malu.
"Sabenarnya aku yang paling diuntungkan dengan peristiwa ini, karena akhirnya aku bisa mendapatkan wanita pujaan ku lagi setelah sebelumnya sempat ditolak dan diusir." Lanjut Aden menggenggam tangan Jumirah dan mencium punggung tangannya dengan lembut.
"Mas Aden... malu dilihat mereka." Bisik Jumirah lirih saat dengan terang-terangan Aden mencium punggung tangannya didepan kedua sahabatnya.
"Ciye... aduh gue jadi iri sama kalian." Goda Baldatun. "Kapan ya, gue punya pacar? Ah jadi pingin punya pacar juga." Seru Baldatun sambil memegang kedua pipinya sendiri.
"Ya sudah sama gue aja Da, gue juga masih jomblo, yok kita pacaran!" Ajak Choirul dengan santainya.
"Iuwh... ogah." Jawab Baldatun memutar bola matanya.
"Nah... tuh Da, langsung ditembak sama Irul." Ucap Jumirah.
"No... gue sama dia? Hahaha...!" Baldatun malah tertawa geli.
"Kenapa memangnya Da? Irul ganteng,baik, perhatian."Puji Jumirah.
"Oh... thanks you Jum, lo memang sobat gue yang paling baik," ucap Choirul sambil merapikan rambutnya sendiri."
__ADS_1
"Eleh-eleh... gaya lo Rul, mau lo permak model apapun itu rambut gue tetep gak bakal naksir sama lo!" Baldatun mengacak kembali rambut Choirul.
"Alda...!" Teriak Choirul menyingkirkan tangan Baldatun dari kepalanya." Gue sumpahin lo bakal tergila-gila sama gue nanti, gue bakal bikin lo klepek-klepek tak berdaya dihadapan gue!" Ucap Choirul penuh percaya diri.
"Hah... klepek-klepek, emang ikan, hahaha...!" Baldatun kembali tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Yaelah Da, wes lah gue sumpahin kalau suatu saat nanti lo bakal suka beneran sama gue, jangan panggil gue Irul kalau gue gak bisa bikin seorang Baldatun tergila-gila sama gue!" Ucap Choirul mantap.
"Cih... oke terserah lo aja lah, yang jelas gue gak bakalan suka sama lo!" Jawab Baldatun yakin.
"Awas lho Da, biasanya ucapan seorang laki-laki yang tersakiti karena cintanya ditolak bakal dikabulkan sama malaikat," Jumirah menakut-nakuti Baldatun.
"Oh my God...!" Seru Baldatun menutup kedua telinganya.
"Yes... semoga doa gue dikabulkan sama malaikat, amin." Ucap Choirul.
"Ih ngarep banget sih lo!" Kata Baldatun sambil tersenyum sinis kearah Irul.
"Hehehe... kalian sudah seperti kucing sama anjing saja." Jumirah terkekeh melihat tingkah kedua sahabatnya.
"Eleh-eleh... jeyek banget cih...!" Goda Choirul sambil mengacak rambut Baldatun.
"Irul... lo pingin dijadikan rempeyek ya!" Seru Baldatun kesal.
"Wih... gue mau lo jadikan rempeyek Da? Mau dong tapi diatas ranjang ya!" Bisik Irul membuat Baldatun jadi gelagapan karena ucapan dia malah disalah artikan oleh sahabatnya itu. Jumirah dan Aden kembali menertawakan sikap Irul dan Baldatun yang sudah seperti anjing sama kucing.
Ditempat lain.
Cetar...
Terdengar suara cambukan disertai teriakan dari seseorang disebuah bangunan rahasia milik keluarga Fernandez untuk menghukum orang-orang yang sudah berkhianat atau mengusik rumah tangga dan juga bisnis mereka.
"Aaaa... ampun, hentikan... aaa...!"
Cetar....
__ADS_1
"Aaaa!"
Mereka terus mencambuk tidak memperdulikan teriakan dari orang-orang itu. Mereka adalah Mak ompong dan teman-temannya yang harus menerima hukuman atas apa yang sudah mereka lakukan terhadap Jumirah dan anak-anak jalanan. Caroline memerintahkan anak buahnya untuk menyiksa dan menghukum mereka. Setelah puas melihat mereka merintih kesakitan, Caroline menyuruh anak buahnya untuk memasukkan mereka kedalam penjara lagi.
"Nyonya, tolong ampuni kami nyonya, kami berjanji tidak akan melakukan itu lagi, kami menyesal." Kata Mak ompong memohon dengan suara bergetar.
"Sekarang kamu baru bilang menyesal setelah apa yang sudah kamu dan kawan-kawan kamu lakukan terhadap putriku!" Bentak Caroline tanpa ada rasa belas kasihan sedikitpun, itulah sifat asli Caroline yang menuruni sifat mendiang ayahandanya yang merupakan seorang pengusaha sukses dan juga seorang ketua mafia. Caroline yang sehari-harinya terlihat anggun dan lemah lembut ternyata memiliki hati yang kejam saat ada yang berani menyakiti keluarganya. "Terimalah hukuman kalian yang akan membusuk didalam penjara, tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkan kalian, Hahaha...!" Caroline tertawa terbahak-bahak sambil berjalan untuk meninggalkan ruang tahanan.
"Nyonya... nyonya... tolong keluarkan kami dari sini nyonya, kami menyesal!" Teriak Mak ompong dan kawan-kawannya didalam penjara.Sedangkan Caroline terlihat cuek berjalan dengan anggun meninggalkan ruang tahanan diikuti oleh beberapa anak buahnya.
"Kalian... jaga mereka, cambuk jika mereka berani berbuat macam-macam!" Perintah Caroline kepada anak buahnya yang lain.
"Baik bu." Jawab mereka anak buah Caroline.
****
"Mom... mommy lama banget sih pulangnya, mommy darimana? Kok Angel gak diajak mom?"Tanya Angela saat Caroline sudah kembali kerumah utama keluarga Fernandez.
"Ah sayang... maafin mommy ya sayang, mommy ada urusan penting jadi tidak bisa mengajakmu nak, mommy baru semalam gak pulang, putri mommy yang paling cantik ini sudah merindukan mommy toh!" Jawab Caroline membelai rambut Angel.
"Daddy juga belum pulang dari semalam mom." Angela memberitahu.
"Hah... kemana Daddy? Tumben Daddy gak pulang?" Ucap Caroline curiga.
"Entahlah," jawab Angela tidak tau.
Caroline merogoh handphonenya didalam tas, beliau mencoba menghubungi nomor suaminya yang ternyata tidak aktif.
"Kemana Daddy, kenapa nomornya tidak aktif?" Caroline jadi khawatir.
"Apa Daddy mengatakan sesuatu sayang?" Tanya Caroline.
"Em... Daddy gak mengatakan apa-apa mom." Jawab Angela.
"Aneh... kemana Daddy?" Gumam Caroline jadi khawatir.
__ADS_1