
"Nyonya... nyonya... tunggu nyonya!" Panggil seseorang saat Nyonya Claudia sedang berjalan dengan anak gadisnya disebuah Mall.
"Siapa dia? Sepertinya aku pernah melihatnya?" Tanya Nyonya Claudia menatap seorang perempuan paruh baya yang sedang berlari menghampirinya.
"Apakah nyonya sudah melupakan saya?" Tanya perempuan paruh baya itu yang ternyata adalah Bu Lasmi.
"Em...." Nyonya Claudia terlihat sedang berfikir.
"Saya Ibunya Jumirah sama Dewi nyonya." Kata Bu Lasmi mengingatkan.
"Oh iya sekarang aku baru ingat siapa kamu, ada apa kamu memanggilku?" Tanya Nyonya Claudia dengan sikap angkuhnya.
__ADS_1
"Maaf Nyonya saya cuma mau bertanya sesuatu, ini tentang Dewi, apakah Nyonya Claudia dan Dewi melakukan kerjasama lagi?Apa yang sedang kalian rencanakan?" Tanya Bu Lasmi langsung bertanya karena sudah sangat penasaran dengan sikap Dewi yang terlihat sangat mencurigakan, memiliki banyak uang, Bu Lasmi penasaran sabenarnya Dewi dan Nyonya Claudia sedang merencanakan apa, kebetulan saat ia mau pulang setelah selesai belanja secara tidak sengaja melihat Nyonya Claudia yang baru masuk kedalam Mall bersama seorang gadis remaja.
"Hem...." Margaretha mengerutkan keningnya menatap Bu Lasmi dengan tatapan penuh selidik.
"Maaf bu, i...ibu bicara apa, sebaiknya ibu pergi dari sini karena kita tidak melakukan kerjasama apapun apalagi sedang membuat sebuah rencana, ibu jangan bicara sembarangan." Jawab Nyonya Claudia gugup sambil melirik kearah Margaretha, takut dia mencurigai dirinya.
"Tapi nyonya,kata Dewi...."
"Aku mohon jangan sakiti Jumirah lagi, kenapa kalian masih juga ingin menyakiti dia, apa kesalahannya sehingga Nyonya begitu membencinya?" Tanya Bu Lasmi membuat Nyonya Claudia menjadi geram.
"Kesalahannya adalah karena dia harus dekat dengan anakku." Jawab Nyonya Claudia sambil menatap tajam kearah Bu Lasmi." Tapi aku tidak sedang merencanakan apapun, kamu sudah salah sangka jadi pergilah sana dan jangan berani menemui aku lagi." Lanjut Nyonya Claudia, setelah itu beliau menarik tangan Margaretha untuk segera pergi meninggalkan Bu Lasmi.
__ADS_1
"Nyonya... tolong beritahu saya apa yang sabenarnya sedang kalian rencanakan, aku tahu jika kalian sedang melakukan kerjasama untuk merencanakan sesuatu, kalian jangan sampai berniat mencelakai Jumirah, karena aku tidak akan membiarkan kalian melukainya lagi!" Seru Bu Lasmi sementara Nyonya Claudia terus berjalan menjauh dari perempuan paruh baya itu.
"Bu, apa yang sabenarnya terjadi bu? Kenapa tuh si emak-emak bicara seperti itu? Siapa sabenarnya emak itu bu" Tanya Margaretha akhirnya angkat bicara.
"Sudah jangan dengarkan dia, dia itu perempuan sinting." Jawab Nyonya Claudia terus berjalan menuju Carrefour untuk belanja kebutuhan sehari-hari.
"Tapi dia tadi mengatakan Mbak Jumirah, apa dia...."
"Sudah Retha, jangan dengarkan perempuan itu,dia itu perempuan sinting." Potong Nyonya Claudia tidak mau membicarakan soal perempuan yang tadi ditemui, Nyonya Claudia takut putrinya itu mengetahui tentang rencananya bersama Rosita dan Dewi untuk memisahkan Aden dan Jumirah.
"Aku kok jadi curiga, jangan-jangan ibu yang sudah membuat Kak Aden dan Kakak Jumi terpaksa harus bersandiwara pura-pura putus. Pantas saja Kak Aden melarang aku bicara sama ibu tentang kebenaran itu, karena ibulah dalang dibalik semua ini, kenapa ibu sejahat itu sih bu? Ternyata ibu masih belum mau menerima Kakak Jumi, **a***pa yang harus aku lakukan untuk membantu Kak Aden dan Kak Jumirah*."
__ADS_1
Gumam Margaretha dalam hati sambil berjalan mengikuti langkah kaki ibundanya.